Bawang putih telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari manusia. Dikutip dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran Kementerian Pertanian, beragam khasiat bawang putih lokal Indonesia diperoleh dari minyak atsiri yang lebih tinggi.
Khasiatnya sebagai bahan baku obat tradisional dan bumbu dapur jauh lebih unggul. Selain menjadi bumbu dasar yang memberikan aroma dan rasa lezat pada masakan, tanaman umbi ini menyimpan kekayaan senyawa aktif yang sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.
Penggunaannya melintasi batas kuliner, merambah dunia medis, pengendalian hama, hingga perawatan kecantikan.Berikut ini ragam khasiat bawang putih untuk berbagai kegunaan.
Bawang putih, yang secara ilmiah dikenal dengan nama Allium sativum, adalah tanaman umbi lapis yang termasuk dalam keluarga Amaryllidaceae. Tanaman ini masih berkerabat dekat dengan bawang merah, bawang bombay, dan kucai.
Karakteristik utamanya terletak pada umbi majemuk yang terdiri dari beberapa siung yang dibungkus oleh selaput tipis berwarna putih atau keunguan.
Secara biologis, kekuatan utama bawang putih terletak pada kandungan organosulfurnya. Dalam buku berjudul “Khasiat Bawang Putih” karya Syamsul Hidayat, dijelaskan bahwa ketika siung bawang putih dihancurkan atau diiris, senyawa alliin akan bereaksi dengan enzim allinase membentuk allicin.
Senyawa allicin inilah yang memberikan aroma tajam yang khas sekaligus menjadi agen utama yang memiliki sifat antibakteri, antijamur, dan antioksidan yang kuat.
Meskipun merupakan bahan alami, penggunaan untuk tujuan kesehatan sebaiknya tetap diimbangi dengan pola makan sehat dan gaya hidup aktif.
Kandungan senyawanya mampu bekerja untuk meningkatkan kualitas metabolisme dan daya tahan tubuh.
Menurunkan Tekanan Darah
Bawang putih membantu merangsang produksi oksida nitrat yang membuat pembuluh darah lebih rileks atau melebar (vasodilatasi). Hal ini secara otomatis membantu menurunkan tekanan darah tinggi.
Menurunkan Kolesterol
Zat aktif di dalamnya efektif dalam mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah tanpa mengganggu kadar kolesterol baik (HDL).
Meningkatkan Sistem Imun
Sifat antimikrobanya membantu tubuh melawan infeksi virus, bakteri, dan jamur, terutama saat tubuh terserang flu atau batuk.
Menjaga Kesehatan Jantung
Dengan mencegah pengerasan pembuluh darah (aterosklerosis) dan menghambat penggumpalan darah. Bawang putih menjaga organ jantung tetap berfungsi optimal.
Dilansir dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, bawang putih mengandung zat antikanker dan antioksidan. Zat ini membantu menangkal radikal bebas dan mendukung kesehatan jantung dengan menjaga elastisitas pembuluh darah.
Dalam jurnal ilmiah berjudul Potensi Bawang Putih dalam Pencegahan Penyakit Kardiovaskular yang ditulis oleh Dewi Sartika menjelaskan mengenai efektivitas medis ini juga diperkuat
Konsumsi bawang putih secara rutin dapat menghambat agregasi trombosit, sehingga risiko terjadinya pembekuan darah yang memicu stroke dan serangan jantung dapat diminimalisir secara alami.
Mengusir Tikus
Tikus memiliki indra penciuman yang sangat sensitif. Bau menyengat dari irisan bawang putih sangat tidak disukai oleh tikus, sehingga mereka cenderung menjauhi area yang diletakkan bahan tersebut.
Mengusir Kecoa:
Selain bermanfaat bagi tubuh manusia, aroma tajam bawang putih merupakan “senjata” alami untuk mengusir berbagai jenis hama rumah tangga .
Senyawa sulfur dalam bawang putih bertindak sebagai pengusir alami bagi kecoa yang sering bersembunyi di sudut-sudut dapur yang lembap.
Hama Tanaman:
Bawang putih juga sering digunakan sebagai pestisida nabati untuk mengusir ulat, kutu daun, dan semut pada tanaman hias atau kebun kecil di rumah. Ini adalah solusi ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan kimia berbahaya.
Efektivitas bawang putih sebagai agen repelen (penolak) dijelaskan secara teknis dalam buku Pestisida Nabati: Ramuan dan Aplikasi karya Subiyakto Sudarmo. Senyawa sulfur dalam bawang putih bekerja dengan cara mengganggu penciuman mamalia kecil dan serangga.
Hal ini membuat mereka merasa terancam dan segera meninggalkan area yang tercium aroma bawang putih, menjadikannya pilihan aman untuk area dapur atau ruang makan.
Mengatasi Jerawat
Dunia kecantikan juga memanfaatkan bawang putih sebagai bahan perawatan alami. Sifat antibakteri dalam bawang putih membantu membunuh bakteri penyebab jerawat (P. acnes) dan meredakan peradangan pada bintik merah di wajah.
Menghilangkan Bekas Luka
Membantu regenerasi sel kulit pada bekas luka ringan atau noda hitam, asalkan kulit tidak dalam kondisi sensitif atau iritasi.
Meski aromanya cukup menyengat, sifat anti-inflamasi dan pembersihnya memberikan efek positif bagi kulit dan rambut.
Kesehatan Rambut
Kandungan sulfur dan selenium membantu memperkuat akar rambut, mencegah kerontokan, dan mengatasi masalah ketombe yang disebabkan oleh jamur di kulit kepala.
Dalam jurnal “Aplikasi Bahan Alami dalam Kosmetik Tradisional” yang disusun oleh Endang Sunaryo, ekstrak bawang putih memiliki konsentrasi antioksidan tinggi yang mampu melawan penuaan dini pada sel kulit.
Dengan ragam khasiat bawang putih, masyarakat dapat menjaga kesehatan tubuh, merawat kecantikan, sekaligus menjaga kebersihan rumah dari gangguan hama secara ekonomis dan aman. Itulah manfaat bawang putih, semoga membantu!
Artikel ini dibuat oleh Annisaa Syafriani, mahasiswa magang Prima PTKI Kementerian Agama
