Wali Kota Palembang Ratu Dewa membagikan kain kafan kepada kepala operasi perangkat daerah (OPD) termasuk camat, lurah. Kain kafan itu dibagikan sebagai pengingat agar tidak bekerja dengan asal-asalan.
Ratu Dewa menegaskan, pembagian kain kafan tersebut bukanlah ancaman, melainkan simbol pengingat akan kematian dan tanggung jawab besar yang melekat pada setiap jabatan.
“Kain kafan ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi mengingatkan bahwa kita semua akan mati dan mempertanggungjawabkan jabatan kita di hadapan Tuhan,” katanya kepada wartawan, Kamis (1/1/2026).
Dewa mengungkapkan, simbol tersebut menjadi refleksi penting agar seluruh kepala OPD bekerja dengan integritas, dedikasi, dan hati nurani dalam melayani masyarakat.
“Kami ingin para kepala OPD sadar bahwa jabatan bukan sekadar kekuasaan, melainkan amanah yang harus dijaga,” ungkapanya.
Pembagian kain kafan itu dilakukan pada rapat evaluasi akhir tahun, Ratu Dewa juga menyampaikan hasil penilaian kinerja OPD sepanjang 2025.
Sejumlah OPD mendapat apresiasi karena berhasil menjalankan program sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Namun, beberapa OPD dinilai masih lamban dan tidak menunjukkan progres signifikan.
Ratu Dewa secara tegas menyatakan, OPD yang tidak mampu bekerja cepat, tepat, dan berdampak nyata akan dievaluasi ulang, bahkan diminta untuk mundur dari jabatannya.
“Kalau tidak bisa bekerja cepat dan tepat, akan kami evaluasi,” tegasnya.
Aksi simbolik pembagian kain kafan tersebut pun menuai beragam reaksi. Sejumlah kepala OPD mengaku terkejut, namun mengapresiasi pesan moral yang disampaikan pimpinan daerah.
