Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri), Indrayala, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, memprotes bus kaleng yang tidak boleh masuk ke kampus. Aksi mereka pun viral di media sosial. Lantas apa respons rektor usai kejadian itu?
Rektor Unsri Prof Taufik Marwa mengatakan kejadian itu terjadi pada saat pengenalan kehidupan kampus (PK2) bagi mahasiswa baru.
Saat itu, kata dia, sebagian bus sudah disewa oleh setiap fakultas untuk mengangkut mahasiswa baru untuk pulang dengan terorganisir. Namun, ada yang ketinggalan sehingga sopir bus ditelepon lagi agar bisa menjemput mahasiswa tersebut.
“Kami sangat memperhatikan dan peduli akan kebutuhan transportasi umum bagi mahasiswa,” ujarnya.
Menurutnya, sesuai dengan amanat Undang-undang (UU) No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan bahwa pemerintah bertanggung jawab atas penyelenggaraan angkutan umum.
Pada bagian kedua, menyebutkan kewajiban menyediakan angkutan umum Pasal 138.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Pada ayat 1 dijelaskan angkutan umum diselenggarakan angkutan yang selamat,aman,nyaman dan terjangkau. Lalu,ayat 2 pemerintah bertanggungjawab atas penyelenggaraan angkutan umum sebagaimana dimaksud pada ayat 1. Pada ayat 3 angkutan umum orang dan barang hanya dilakukan dengan kendaraan bermotor umum.
“Pemerintah bertanggungjawab atas penyelenggaraan angkutan umum. Jadi jika ada yang menyalahkan Unsri tidak menyediakan bus untuk mahasiswa barangkali salah sasaran dan untuk angkutan umum itu merujuk ke perundangan,” katanya.
Taufik menyebut, lokasi kampus Unsri yang ada di Indralaya bisa dijangkau oleh mahasiswa, dosen, dan karyawan dengan berbagai pilihan transportasi yang tersedia.
“Walaupun Unsri tidak mempunyai kewajiban menyediakan angkutan umum bagi mahasiswanya. Namun, Unsri masih punya tanggungjawab moral, agar mahasiswa kami mendapatkan angkutan yang layak,” ujarnya.
Oleh karena itu, Unsri berusaha kepada penyelenggara angkutan umum agar melayani jalur khusus dari rute Kampus Palembang ke Indralaya.
“Kami sudah meminta kepada DAMRI, dan ternyata DAMRI siap untuk melayani dengan kondisi bus yang layak. Serta siap dengan jumlah armada yang cukup,” ujarnya.