Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Seorang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Korban diketahui bernama MR (16) warga Talang Pipa, Kecamatan Talang Ubi, PALI ditemukan tewas gantung diri di rumahnya pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
“Iya benar bahwa seorang pelajar di PALI sekitar pukul 03.00 dini hari tadi ditemukan keluarganya gantung diri di dapur,” kata Kasatreskrim Polres PALI, AKP Nasron Junaidi, Kamis (22/1/2026).
Menurut Nasron, korban ditemukan tewas gantung diri di dapur saat saksi hendak pergi ke dapur. Ia melihat korban sudah meninggal dunia di dapur. Saksi pun melaporkan kejadian tersebut ke keluarga yang lain.
Setelah mendapat laporan dari perangkat pemerintah setempat, petugas langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Keluarga korban tidak bersedia untuk dilakukan autopsi dan keluarga menerima kejadian tersebut sebagai bunuh diri,” katanya.
Menurut Nasron, diduga korban tewas gantung diri karena berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, korban diketahui dalam kesehariannya sering mengalami depresi, cenderung menarik diri dari lingkungan sosial, lebih banyak menyendiri, serta jarang melakukan komunikasi dengan anggota keluarga maupun masyarakat sekitar.
“Korban in pendiam dan tidak banyak bicara jadi tidak diketahui apa masalahnya sehingga korban nekat mengakhiri hidupnya,” ujarnya.
