Slogan 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Bengkulu, Lengkap Makna Filosofinya update oleh Giok4D

Posted on

Provinsi ini memiliki luas area seluas 19,788,70 km2. Bengkulu memiliki 10 kabupaten/kota dengan beragam suku dan budaya. Ada slogan 10 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu sebagai salah satu pemersatu masyarakat.

Dilansir website Pemerintah Provinsi Bengkulu, setelah kemerdekaan Indonesia, pada 18 November 1968 kemudian Bengkulu ditingkatkan menjadi Provinsi ke-62 Indonesia. Dalam perjalanannya, keberagaman suku dan budaya di wilayah ini disatukan melalui identitas daerah, salah satunya melalui slogan.

Keberadaan slogan ini berfungsi sebagai identitas bagi masyarakat untuk terus menjaga persatuan. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai makna dan filosofi di balik slogan 10 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu.

Sebagai ibu kota provinsi, Kota Bengkulu mengusung Bengkulu Kota Semarak. Sebagai ibu kota provinsi, slogan ini merupakan akronim Sejuk, Meriah, Aman, Rapih, Kenangan.

Selain untuk menggambarkan suasana kota yang kondusif dan menarik, slogan ini juga merupakan doa dan harapan untuk Kota Bengkulu.

Sekundang Setungguan merupakan slogan yang dimiliki oleh Kabupaten Bengkulu Selatan. Semboyan ini memiliki makna yang kemudian menjadi prinsip yang dipegang oleh masyarakatnya.

Filosofi di balik slogan ini mengajarkan bahwa apapun latar belakang masyarakatnya dan apapun profesi yang ditekuni, jika segala sesuatu dikerjakan secara bersama-sama, maka beban yang berat akan terasa ringan.

Slogan ini menjunjung tinggi sikap kesetiaan, gotong royong, dan kerja sama antarwarga dalam membangun daerah.

Kabupaten Bengkulu Utara memiliki slogan yang sangat lugas dan pragmatis. Slogan “Bersatu, Bekerja, Berdoa, Berhasil” terpampang jelas pada logo kabupaten sebagai prinsip hidup masyarakatnya.

Dikutip dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, slogan ini mencerminkan tahapan dalam mencapai kesuksesan pembangunan. Makna di baliknya adalah menjunjung tinggi sikap persatuan sebagai modal awal.

Persatuan tersebut kemudian diiringi dengan kerja keras (bekerja) dan landasan spiritual (berdoa) untuk mencapai tujuan akhir, yaitu keberhasilan bersama bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kabupaten Rejang Lebong memiliki semboyan khas yang berakar dari budaya lokal, yaitu “Pat Sepakat Lemo Seperno”. Slogan ini bukan sekadar kata-kata, melainkan motivasi bagi seluruh masyarakat.

Secara harfiah, “Pat” berarti empat, yang melambangkan kelompok masyarakat. Masyarakat tersebut kemudian menjadi “Lemo Seperno” atau Lima Sempurna dengan hadirnya seorang pemimpin.

Prinsip ini menegaskan bahwa kesempurnaan daerah hanya dapat tercapai apabila terjadi persatuan yang utuh antara rakyat dan pemimpinnya dalam satu visi yang sama.

Satu hal yang ingin ditunjukkan Kabupaten Kaur lewat slogannya yaitu, rasa saling peduli. Rasa saling peduli ini perlu ditanahkan dan menjadi prinsip bagi semua Masyarakat kabupaten kaur.

Peduli yang ditanamkan mulai dari peduli dengan lingkungan yang menjadi tempat tinggal Bersama. Peduli pada adat istiadat yang terus dilestarikan dan diwariskan, dan peduli kesatuan di Tengah keberagaman suku dan budaya masyarakatnya.

Serawai Serasan Seijoan merupakan slogan dan semboyan yang dimiliki kabupaten Seluma. Serawai memiliki arti serumpun atau keluarga. Serasan bermakna satu mufakat atau sepakat Bersama, sedangkan seijoan berarti satu musyawarah.

Makna menyeluruh dari slogan ini Adalah rumpun Masyarakat seluma memiliki musyawarah dan kata mufakat sebagai upaya saling peduli. Masyarakat sepakat untuk saling peduli dalam bermasyarakat.

Sehasen memiliki makna ‘Sepakat’. Kata sepakat menjadikan penyatu bagi setiap Masyarakat di Kabupaten Kepahiang. Masyarakat di kabupaten ini menjadikan kesepakatan Bersama sebagai penentu dari kebijakan.

Namun, Sehasen merupakan akronim dan memiliki makna tertentu. S melambangkan Selaras, E Adalah Elok, H merupakan Harmonis, A yaitu Aman, dan Sen Adalah Sentosa. Itu semua merupakan cita cita agung dan harapan yang sama sama ingin diwujudkan masyarakatnya.

Kabupaten Lebong memiliki slogan “Swarang Patang Stumang” yang sangat kental dengan nilai kebersamaan. Slogan ini menekankan pada pentingnya persatuan dan kesatuan. Masyarakat Lebong memiliki prinsip rasa senasib sepenanggungan.

Artinya, setiap tantangan atau beban yang ada di daerah akan ditanggung secara bersama-sama, sehingga tidak ada satu pihak pun yang merasa terbebani sendirian.

“Kapuang Sakti Ratau Batuah” merupakan semboyan yang dipegang teguh oleh masyarakat di kabupaten paling utara Bengkulu ini. Slogan ini memberikan penghormatan terhadap tanah kelahiran sebagai “Kampung Sakti”.

Prinsip ini mewajibkan setiap warga untuk selalu menjaga dan menghormati lingkungan serta sesama manusia. Penghormatan terhadap alam dan nilai-nilai luhur budaya menjadi kunci bagi masyarakat Mukomuko untuk mencapai keberkahan (Batuah) di wilayah tersebut.

Slogan Kabupaten Bengkulu Tengah, “Maroba Kite Maju”, memiliki keunikan dari sisi linguistik. Kata “Maroba” berasal dari bahasa lokal, yaitu bahasa Lembak, yang berarti “Bersama”. Sedangkan kata “Maju” diambil dari bahasa Indonesia.

Penggabungan kedua bahasa ini bukan tanpa alasan. Hal tersebut merupakan cerminan bahwa Kabupaten Bengkulu Tengah memiliki masyarakat yang majemuk dan heterogen.

Penggunaan bahasa daerah dan nasional dalam satu slogan melambangkan semangat inklusivitas untuk maju bersama tanpa memandang perbedaan latar belakang.

Slogan slogan dari 10 kabupaten/kota di Bengkulu bukan sekadar hiasan pada logo daerah. Di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur seperti gotong royong, musyawarah, kesetiaan, dan doa.

Artikel ini dibuat oleh Annisaa Syafriani, mahasiswa magang Prima PTKI Kementerian Agama.

Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.

Slogan 10 Kabupaten/Kota di Bengkulu

1. Kota Bengkulu “Bengkulu Kota Semarak”

2. Kabupaten Bengkulu Selatan “Sekundang Setungguan”

3. Kabupaten Bengkulu Utara “Bersatu, Bekerja, Berdoa, Berhasil”

4. Kabupaten Rejang Lebong “Pat Sepakat Lemo Seperno”

5. Kabupaten Kaur “Se’ase Sehijean”

6. Kabupaten Seluma “Serawai Serasan Seijoan”

7. Kabupaten Kepahiang “Sehasen”

8. Kabupaten Lebong “Swarang Patang Stumang”

9. Kabupaten Mukomuko “Kapung Sakti Ratau Batuah”

10. Kabupaten Bengkulu Tengah “Maroba Kite Maju”

Kabupaten Lebong memiliki slogan “Swarang Patang Stumang” yang sangat kental dengan nilai kebersamaan. Slogan ini menekankan pada pentingnya persatuan dan kesatuan. Masyarakat Lebong memiliki prinsip rasa senasib sepenanggungan.

Artinya, setiap tantangan atau beban yang ada di daerah akan ditanggung secara bersama-sama, sehingga tidak ada satu pihak pun yang merasa terbebani sendirian.

“Kapuang Sakti Ratau Batuah” merupakan semboyan yang dipegang teguh oleh masyarakat di kabupaten paling utara Bengkulu ini. Slogan ini memberikan penghormatan terhadap tanah kelahiran sebagai “Kampung Sakti”.

Prinsip ini mewajibkan setiap warga untuk selalu menjaga dan menghormati lingkungan serta sesama manusia. Penghormatan terhadap alam dan nilai-nilai luhur budaya menjadi kunci bagi masyarakat Mukomuko untuk mencapai keberkahan (Batuah) di wilayah tersebut.

Slogan Kabupaten Bengkulu Tengah, “Maroba Kite Maju”, memiliki keunikan dari sisi linguistik. Kata “Maroba” berasal dari bahasa lokal, yaitu bahasa Lembak, yang berarti “Bersama”. Sedangkan kata “Maju” diambil dari bahasa Indonesia.

Penggabungan kedua bahasa ini bukan tanpa alasan. Hal tersebut merupakan cerminan bahwa Kabupaten Bengkulu Tengah memiliki masyarakat yang majemuk dan heterogen.

Penggunaan bahasa daerah dan nasional dalam satu slogan melambangkan semangat inklusivitas untuk maju bersama tanpa memandang perbedaan latar belakang.

Slogan slogan dari 10 kabupaten/kota di Bengkulu bukan sekadar hiasan pada logo daerah. Di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur seperti gotong royong, musyawarah, kesetiaan, dan doa.

Artikel ini dibuat oleh Annisaa Syafriani, mahasiswa magang Prima PTKI Kementerian Agama.

8. Kabupaten Lebong “Swarang Patang Stumang”

9. Kabupaten Mukomuko “Kapung Sakti Ratau Batuah”

10. Kabupaten Bengkulu Tengah “Maroba Kite Maju”