Mengenal Kenduri Sko, Tradisi Khas Masyarakat Kerinci untuk Rasa Syukur

Posted on

Kenduri Sko merupakan upacara adat tahunan yang dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Kerinci di Jambi. Tradisi ini merupakan pesta syukur yang bertujuan untuk mensucikan dan merawat benda-benda pusaka leluhur seperti baju, besi, keris dan naskah kuno.

Selain itu, dalam upacara ini masyarakat akan mengukuhkan pemangku ada yang baru, tetua ini sering dipanggil dengan sebutan Depati dan Ninik Mamak. Pada umumnya kegiatan ini juga akan diiringi dengan deto talitai atau pidato adat yang akan disampaikan pemangku adat.

Penasaran dengan kelanjutan mengenai adat ini? Yuk simak penjelasan yang akan infoSumbagsel kupas di bawah ini.

Dilansir dari Jurnal berjudul Valuasi Ekonomi Kenduri Sko Masyarakat Kerinci Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi oleh Asvic Helida Dkk. Kenduri merupakan perayaan terbesar masyarakat Kerinci yang telah berlangsung turun temurun sejak lama.

Selain untuk mengganti pemimpin adat yang lama, tradisi ini merupakan wujud syukur masyarakat kepada Tuhan yang Maha Esa atas keberhasilan panen. Seluruh masyarakat akan gotong royong untuk patungan uang, sebab untuk mengadakan tradisi ini membutuhkan biaya yang cukup besar.

Setiap masyarakat memiliki peran penting dalam prosesi adat ini, bagi kaum wanita, tugasnya dalam ritual ini adalah menyiapkan hidangan tradisional untuk para tamu, sedangkan kaum Pria bertugas untuk menyediakan dan mengatur rangkaian ritual, serta anak-anak ikut meramaikan kegiatan dengan kesenian adat.

Syarat untuk menjadi pemangku adat bagi masyarakat Kerinci di Jambi didasari pada garis keturunan dan musyawarah antarpemangku adat dan masyarakat. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

Hak untuk menyandang gelar tertinggi di adat Kerinci, Jambi pada umumnya harus memiliki garis keturunan yang diwariskan secara turun temurun dalam keluarga. Biasanya garis ini berasal dari pihak Ibu.

Calon pemangku adat harus memiliki sifat baik, seperti bijaksana, memiliki jiwa pemimpin dan berbelah kasih, sebab mereka akan menjadi pemimpin bagi masyarakat adat, jadi harus mampu mengatur tata perilaku dalam masyarakat maupun keluarga.

Calon pemangku harus memiliki pengetahuan terkait dengan hukum adat serta norma-norma yang berlaku dan berkembang di Masyarakat Kerinci, Jambi.

Pemangku adat adalah orang yang terpilih secara musyawarah, jadi calon tetua adat haruslah orang yang memiliki peran besar bagi masyarakat, baik pembangunan atau penyelesaian masalah di Masyarakat adat.

Prosesi Kenduri Sko merupakan pengukuhan pemimpin adat, pembersihan benda pusaka dan ungkapan rasa syukur yang melibatkan musyawarah antar masyarakat, penurunan pusaka di Rumah Adat dengan air limau, serta pembacaan pidato adat oleh pemangku adat dan sumpah adat yang dilakukan oleh pemangku yang baru.

1. Musyawarah Adat

Prosesi pertemuan adat dan masyarakat untuk menentukan waktu prosesi Kenduri Sko, menentukan siapa kandidat yang akan naik pangkat sebagai calon pemimpin baru, dan membahas hal-hal adat lain yang berhubungan dengan keberlangsungan masyarakat adat.

2. Nurun Sko

Pada prosesi ini, pusaka-pusaka akan diturunkan dari tempat penyimpanannya di Rumah adat jambi yang dikenal sebagai Umoh Gedang. Setelah diturunkan, benda-benda adat dibersihkan menggunakan air limau dan dibacakan doa-doa khusus dan mantra simbolis lainnya. Untuk melakukan prosesi ini hanya orang-orang terpilih saja yang boleh ikut, sebab ada aturan adat yang harus dipahami.

Setelah dicuci benda-benda pusaka ini harus disimpan kembali menggunakan peti pusaka yang dikenal sebagai pandan emas lubuk lembago.

3. Pengukuhan Pemimpin Adat

Calon pemimpin adat yang terpilih sebagai Depati atau Ninik Mamak akan dilantik dan diberi gelar kehormatan, semua kandidat akan datang dengan mengenakan pakaian adat khusus, yaitu pakain hitam dengan sulaman kuning, hal ini melambangkan kekuasaan dan kesejahteraan rakyat.

4. Pidato Adat

Penyampaian pesan-pesan nasihat dalam bentuk pidato yang berirama petatah petitih yang akan disampaikan oleh pemangku adat yang baru.

5. Sumpah Adat

Prosesi berikutnya adalah mengucapkan sumpah adat, bagi pemangku yang adat yang baru, dirinya wajib mengucapkan pernyataan kesetian dan janji kepada adat dan masyarakat, hal ini bertujuan untuk menjadi pengingat dan tanggung jawab pemimpin yang baru.

6. Kenduri

Selesai melakukan pengukuhan, hidangan yang telah disiapkan sebelumnya oleh kaum wanita akan disiapkan dan makan bersama-sama dalam satu perjamuan. Hal ini melambangkan rasa syukur dan kebersamaan antar masyarakat dan adat.

Poin penting dari prosesi adat Kenduri Sko adalah semua pelaksanaan berjalan sesuai dengan syariat islam, tujuan dari adat ini sendiri adalah untuk mengokohkan persatuan, menjaga nilai budaya, regenerasi pemimpin adat dan rasa syukur kepada Tuhan YME.

Tradisi Kenduri Sko pada umumnya dilakukan setiap 5 hingga 10 tahun sekali, Namun pelaksanaannya bisa bervariasi, ada beberapa wilayah di Kerinci yang melakukannya setahun sekali, dengan tujuan untuk membersihkan pusaka, memberikan gelar adat, dan acara panen raya.

Mengutip melalui jurnal yang berjudul Analisis Eksistensi Tradisi Kenduri Sko Pada Masyarakat Adat Desa Siulak Gedang Kabupaten Kerinci Karya Novi Erdila, ada beberapa faktor yang menyebabkan adat ini perlahan-lahan menghilang.

Faktor pertama karena adanya pergeseran pola pikir generasi muda terhadap Adat ini. Kedua, kurangnya regenerasi pengetahuan tentang adat dan tidak adanya pewarisan yang dilakukan secara optimal.

Untuk upaya, belum ada solusi jelas yang ditawarkan pemerintah untuk melestarikan Kenduri Sko. Namun, perlahan kesadaran masyarakat dan tokoh adat mulai tumbuh dengan sendirinya.

Masyarakat semakin sadar mengenai pentingnya menjaga dan menghidupkan kembali tradisi yang telah berlangsung sejak turun temurun.

Nah, itulah penjelasan singkat mengenai apa itu Kenduri Sko. Kita telah sampai di ujung penjelasan, sebagai generasi muda, peran kita akan sangat penting untuk melestarikan dan menjaga warisan budaya. Semoga bermanfaat dan sampai bertemu di informasi berikutnya!

Artikel ini ditulis oleh Rhessya Putri Wulandari Tri Maris Mahasiswa magang Prima PTKI Kementerian Agama.

Apa Itu Kenduri Sko?

Kriteria Menjadi Pemangku Adat

1. Garis Keturunan

2. Akhlak

3. Pengetahuan Adat

4. Peran dalam Masyarakat

Prosesi Adat Kenduri Sko

Tahapan Utama:

Kapan Kenduri Sko Dilakukan

Pelestarian Kenduri Sko