Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram yang istimewa dalam kalender Hijriah. Pada awal Januari 2026, umat Islam dapat melangsungkan puasa ayyamul bidh di bulan Rajab.
Rajab merupakan bulan ketujuh dalam penanggalan kalender Islam. dan termasuk salah satu bulan haram yang dimuliakan. Bulan ini juga kerap disebut sebagai pintu gerbang menuju Ramadhan.
Berdasarkan kalender Hijriah terbitan Kementerian Agama RI, awal Rajab jatuh pada tanggal 21 Desember 2025. Dari konversi Hijriah ke Masehi dapat diketahui jadwal puasa ayyamul bidh tanggal 13, 14, dan 15 Rajab.
Merujuk pada kalender Hijriah dan penetapan tanggal 1 Rajab 1447 Hijriah, berikut ini jadwal puasa ayyamul bidh yang akan berlangsung pada awal bulan Januari 2026.
Dari jadwal tersebut umat Islam akan mulai makan sahur puasa ayyamul bidh pada dini hari tanggal 2 Januari 2025. Niat berpuasa bisa dibaca mulai waktu Magrib hari ini, 1 Januari 2026. Mengingat, perhitungan kalender Hijriah berganti hari sejak terbenamnya matahari.
Supaya lebih jelas, berikut konversi tanggal Rajab 1447 Hijriah ke kalender Masehi:
Minggu, 21 Desember 2025: 1 Rajab 1447 H
Senin, 22 Desember 2025: 2 Rajab 1447 H
Selasa, 23 Desember 2025: 3 Rajab 1447 H
Rabu, 24 Desember 2025: 4 Rajab 1447 H
Kamis, 25 Desember 2025: 5 Rajab 1447 H
Jumat, 26 Desember 2025: 6 Rajab 1447 H
Sabtu, 27 Desember 2025: 7 Rajab 1447 H
Minggu, 28 Desember 2025: 8 Rajab 1447 H
Senin, 29 Desember 2025: 9 Rajab 1447 H
Selasa, 30 Desember 2025: 10 Rajab 1447 H
Rabu, 31 Desember 2025: 11 Rajab 1447 H
Kamis, 1 Januari 2026: 12 Rajab 1447 H
Jumat, 2 Januari 2026: 13 Rajab 1447 H
Sabtu, 3 Januari 2026: 14 Rajab 1447 H
Minggu, 4 Januari 2026: 15 Rajab 1447 H
Senin, 5 Januari 2026: 16 Rajab 1447 H
Selasa, 6 Januari 2026: 17 Rajab 1447 H
Rabu, 7 Januari 2026: 18 Rajab 1447 H
Kamis, 8 Januari 2026: 19 Rajab 1447 H
Jumat, 9 Januari 2026: 20 Rajab 1447 H
Sabtu, 10 Januari 2026: 21 Rajab 1447 H
Minggu, 11 Januari 2026: 22 Rajab 1447 H
Senin, 12 Januari 2026: 23 Rajab 1447 H
Selasa, 13 Januari 2026: 24 Rajab 1447 H
Rabu, 14 Januari 2026: 25 Rajab 1447 H
Kamis, 15 Januari 2026: 26 Rajab 1447 H
Jumat, 16 Januari 2026: 27 Rajab 1447 H
Sabtu, 17 Januari 2026: 28 Rajab 1447 H
Minggu, 18 Januari 2026: 29 Rajab 1447 H
Senin, 19 Januari 2026: 30 Rajab 1447 H
Amalan Bulan Rajab yang Dianjurkan
Ada berbagai amalan yang bisa dikerjakan sepanjang Bulan Rajab, mulai dari berpuasa, membaca doa, berdzikir dan memperbanyak istighfar. Dikutip buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun yang disusun oleh Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid:
1. Berpuasa
Meskipun tidak ditemukan dalil sahih yang secara khusus menetapkan adanya puasa khusus di bulan Rajab, umat Islam tetap dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, termasuk melaksanakan puasa sunah. Puasa sunah yang dapat dikerjakan antara lain puasa Senin-Kamis dan puasa ayyamul bidh, sebagaimana dianjurkan dalam ajaran Islam secara umum.
2. Memperbanyak Dzikir
Anjuran lainnya yang bisa dilakukan di bulan Rajab adalah dengan memperbanyak dzikir. Dzikir ini dibaca sebanyak 100 kali sebagai bentuk mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Adapun dzikir bulan Rajab ini dibagi ke dalam 3 bacaan, yakni bacaan 10 hari pertama (1-10 Rajab), 10 hari kedua (11-20 Rajab) dan 10 hari terakhir (21-30 Rajab). Berikut bacaan dzikir di bulan Rajab:
Dzikir untuk Tanggal 1-10 Rajab
سُبْحَانَ اللَّهِ الْحَيُّ الْقَيُّمِ
Latin: Subhaanallaahil hayyul qayyuum.
Artinya: “Maha Suci Allah yang hidup kekal dan terus-menerus mengurus makhluk-Nya.”
Dzikir untuk Tanggal 11-20 Rajab
سُبْحَانَ اللَّهِ الْأَحَدُ الصَّمَدِ
Latin: Subhaanallaahil ahadush shamad.
Artinya: “Maha Suci Allah yang Maha Esa, dan semua tergantung kepada-Nya.”
Dzikir untuk Tanggal 21-30 Rajab
سُبْحَانَ اللهِ الرَّؤُوْفِ
Latin: Subhaanallaahir ra-uuf.
Artinya: “Maha Suci Allah Yang Maha Belas Kasihan.”
3. Memperbanyak Istighfar
Di bulan Rajab juga dianjurkan untuk memperbanyak istighfar sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT. Berikut ini bacaan istighfar yang bisa diamalkan selama bulan Rajab:
اللهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ وَأَعُوْذُبِكَ مِن شَرِّمَا صَنَعْتُ وَأَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ.
Latin: Allaahumma anta rabbi, laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wawa’dika mastatha’tu, wa a’uudzubika min syarri maa shana’tu wa abu-u laka binikmatika ‘alayya wa abuu-u bidzambii faghfirlii fa-innahuu laa yanghfirudz dzunuba illaa anta.
Artinya: “Ya Allah, Engkau-lah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu dan aku dalam genggaman-Mu. Aku dalam perjanjian-Mu (beriman dan taat) kepada-Mu sekadar kemampuan yang ada padaku. Aku berlindung kepada-Mu daripada kejahatan yang aku lakukan. Aku mengakui atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan mengakui dosaku. Karena itu, aku memohon ampunan-Mu, dan sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni dosa seseorang, kecuali Engkau, ya Allah.”
4. Membaca Doa Pagi dan Sore
Membaca doa pagi dan sore menjadi salah satu amalan yang dianjurkan bagi setiap muslim selama bulan Rajab. Umat muslim yang rutin mengamalkannya di Bulan Rajab diyakini dapat terjaga dari panasnya api neraka.
Hal ini dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Asakir, dari Abi Umamah, abhwa Wahab bin Munnabih menuturkan:
“Aku membaca dalam kitab Allah yang diturunkan sebelum al-Qur’an bertuliskan bahwa barang siapa beristighfar di bulan Rajab di pagi dan sore hari dengan mengangkat kedua tangannya seraya berkata, ‘Rabbighfirlii warhamnii watub ‘alayya’ 70 kali, maka kulitnya tidak akan disentuh oleh api neraka.”
Berikut doa pagi dan sore yang dibaca sebanyak 70 kali:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ
Latin: Rabbighfirlii warhamnii watub ‘alayya.
Artinya: “Tuhanku, ampunilah aku, sayangilah aku, dan terimalah taubatku.”
Itulah dia informasi seputar kapan 10 Rajab 1447 H beserta konversi tanggal Masehi ke Rajab. Semoga bermanfaat!
Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.
