8 Makanan Peningkat Imun Tubuh dan Tips Konsumsinya | Giok4D

Posted on

Sering merasa tubuh mudah lelah atau gampang jatuh sakit saat cuaca tidak menentu? Kondisi ini biasanya menjadi sinyal bahwa sistem pertahanan tubuh memerlukan asupan nutrisi tambahan yang lebih berkualitas. Untuk itu, perlu menambahkan makanan peningkat imun tubuh.

Menjaga imunitas tidak selalu harus melalui suplemen mahal, melainkan bisa dimulai dari apa yang tersaji di meja makan. Pola makan yang tepat terbukti mampu membantu sel imun bekerja lebih optimal dalam menangkal berbagai serangan virus.

Kabar baiknya, bahan-bahan peningkat daya tahan tubuh ini sangat mudah ditemukan di pasar maupun supermarket terdekat. Berikut adalah 8 rekomendasi makanan peningkat imun yang wajib infoers stok agar kesehatan tetap terjaga setiap hari.

Melansir laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, berikut adalah daftar makanan peningkat imun tubuh yang wajib infoers konsumsi secara rutin.

Buah-buahan sitrus seperti jeruk manis, lemon, jeruk nipis, hingga grapefruit merupakan sumber utama Vitamin C yang paling populer.

Vitamin C dikenal sebagai pendukung utama produksi sel darah putih (leukosit) yang bertugas menyerang patogen yang masuk ke dalam aliran darah.

Mengapa penting? Karena tubuh manusia tidak dapat memproduksi maupun menyimpan Vitamin C sendiri, asupan harian sangat diperlukan.

Selain meningkatkan imun, Vitamin C juga berperan sebagai antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

Agar manfaatnya maksimal, buah sitrus dapat dikonsumsi secara utuh atau dalam bentuk jus segar tanpa tambahan gula pasir. Menambahkan perasan lemon ke dalam air hangat di pagi hari juga sangat baik untuk detoksifikasi sekaligus memperkuat imun.

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.

Jahe telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional Nusantara karena khasiatnya yang luar biasa. Kandungan utama dalam jahe adalah gingerol, sebuah zat bioaktif yang memiliki efek anti-inflamasi (anti-peradangan) dan antioksidan yang sangat kuat.

Jahe membantu meredakan peradangan kronis yang sering kali menjadi pintu masuk berbagai penyakit. Selain itu, jahe efektif dalam meredakan gejala sakit tenggorokan, mual, dan membantu menghangatkan suhu tubuh saat kedinginan.

infoers bisa mengolah jahe menjadi wedang jahe murni atau mencampurkannya ke dalam masakan seperti sup. Untuk menjaga kualitas gingerol-nya, gunakan jahe segar daripada jahe bubuk kemasan.

Bayam merupakan sayuran hijau yang tidak hanya kaya akan zat besi, tetapi juga Vitamin C, Vitamin A, serta antioksidan kompleks dan beta-karoten. Kombinasi nutrisi ini menjadikannya salah satu sayuran terbaik untuk memperkuat pertahanan tubuh.

Kandungan beta-karoten pada bayam dapat meningkatkan kemampuan sel imun dalam melawan infeksi virus. Selain itu, bayam membantu proses regenerasi sel yang rusak akibat paparan polusi sehari-hari.

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, bayam sebaiknya dimasak secara singkat, misalnya dikukus atau direbus sebentar. Memasak bayam terlalu lama akan menghilangkan kandungan Vitamin C-nya yang sensitif terhadap panas.

Tahukah infoers bahwa sekitar 70% hingga 80% sel imun manusia berada di dalam sistem pencernaan? Oleh karena itu, menjaga kesehatan usus adalah kunci imun yang kuat. Yoghurt mengandung kultur aktif atau probiotik (bakteri baik) yang merangsang sistem kekebalan tubuh.

Bakteri baik dalam yoghurt membantu melawan bakteri jahat di usus dan menjaga keseimbangan mikroflora. Tubuh dengan pencernaan yang sehat akan jauh lebih efektif dalam menyerap nutrisi dari makanan lain.

Pilihlah jenis Greek Yogurt atau Plain Yogurt yang tidak mengandung gula tambahan. Kandungan gula yang tinggi justru dapat menekan kerja sel darah putih. infoers bisa menambahkan madu murni atau potongan buah segar sebagai pemanis alami.

Untuk peningkat imun dari golongan kacang-kacangan, almond adalah pemenangnya. Almond kaya akan Vitamin E, sebuah antioksidan kuat yang larut dalam lemak.

Vitamin E adalah kunci sistem kekebalan tubuh yang sehat karena membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas

Tanpa Vitamin E yang cukup, sel imun tidak dapat berkomunikasi dengan baik dalam mengenali ancaman penyakit. Kacang almond juga kaya akan lemak sehat yang dibutuhkan untuk menyerap vitamin larut lemak lainnya.

Jadikan segenggam almond (sekitar 28 gram) sebagai camilan sehat di sore hari. Almond lebih baik dikonsumsi bersama kulit arinya karena terdapatkandungan antioksidannya yang paling tinggi.

Siapa sangka buah yang sangat mudah kita temukan di pasar tradisional dengan harga merakyat ini memiliki nutrisi yang luar biasa. Banyak orang hanya mengenal pepaya sebagai solusi melancarkan pencernaan, padahal peranannya dalam membentengi imun tubuh jauh lebih besar dari itu.

Pepaya adalah gudang bagi kalium, magnesium, dan folat. Perpaduan nutrisi ini sangat krusial dalam membantu proses regenerasi sel imun yang lelah setelah melawan virus.

Warna oranye pada dagingnya menandakan kandungan beta-karoten yang tinggi, sebuah antioksidan kuat yang menjaga kesehatan paru-paru dan saluran pernapasan kita dari infeksi musiman.

Agar tidak bosan, infoers bisa menyajikan pepaya dalam kondisi dingin dengan sedikit kucuran air jeruk nipis di atasnya. Rasa asam segar dari jeruk nipis tidak hanya meningkatkan nafsu makan, tetapi asam sitratnya juga membantu tubuh menyerap nutrisi pepaya dengan lebih cepat.

Brokoli merupakan sayuran paling sehat, karena brokoli kaya akan vitamin dan mineral, serta serat dari berbagai antioksidan lainnya. Rahasia utama brokoli terletak pada kandungan senyawa sulforaphane.

Senyawa ini mampu meningkatkan gen dan enzim antioksidan dalam sel kekebalan tubuh, sehingga tubuh lebih tangguh dalam menangkal kerusakan akibat radikal bebas. Brokoli adalah paket lengkap nutrisi peningkat imun yang bisa didapatkan dengan harga terjangkau.

Kunci utama mendapatkan manfaat brokoli adalah cara masaknya. Hindari memasak brokoli terlalu lama karena akan merusak nutrisinya. Cara terbaik adalah dengan mengukusnya sebentar, selama 2 sampai 3 menit agar teksturnya tetap renyah dan kandungan vitaminnya tetap terjaga maksimal.

Hampir setiap masakan Indonesia menggunakan bawang putih sebagai bumbu dasar. Namun, lebih dari sekadar penyedap, bawang putih adalah “superfood” peningkat imun. Rahasianya terletak pada senyawa bernama allicin yang mengandung sulfur dalam konsentrasi tinggi.

Allicin memiliki sifat antimikroba dan antivirus yang kuat. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi bawang putih lebih jarang terkena flu, dan jika sakit, masa pemulihannya cenderung lebih cepat. Bawang putih juga dikenal mampu menjaga kesehatan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.

Manfaat allicin paling optimal didapatkan jika bawang putih dikonsumsi dalam keadaan mentah atau setelah dicincang lalu didiamkan selama 10 menit sebelum dimasak. Hindari memasak bawang putih terlalu lama dengan api besar agar senyawa aktifnya tidak rusak.

Menjaga imun tubuh tidak harus mahal atau sulit. Dengan konsisten memasukkan 8 makanan di atas ke dalam menu harian, infoers sudah memberikan dukungan terbaik bagi tubuh untuk tetap bugar dan produktif.

Jangan lupa untuk tetap mengimbangi asupan makanan ini dengan gaya hidup sehat lainnya, seperti rutin berolahraga, minum air putih minimal 2 liter sehari, dan tidur berkualitas selama 7-8 jam. Semoga bermanfaat, infoers!

Artikel ini ditulis oleh Nadiya peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.

8 Makanan Peningkat Imun Tubuh

1. Buah-buahan Sitrus (Kaya Vitamin C)

2. Jahe (Anti-Inflamasi Alami)

3. Sayur Bayam

4. Yoghurt (Probiotik untuk Pencernaan)

5. Kacang Almond (Antioksidan Vitamin E)

6. Pepaya

7. Brokoli

8. Bawang Putih