Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Jamur di dinding kerap mengganggu keindahan sebuah ruangan. Tak hanya soal estetika, keberadaan jamur juga berisiko bagi kesehatan karena dapat memicu sejumlah masalah kesehatan seperti sinusitis, alergi, hingga gangguan pernapasan jika dibiarkan terlalu lama.
Dinding rumah dapat ditumbuhi jamur karena udara lembab. Umumnya, jamur dapat tumbuh apabila sirkulasi udara kurang optimal atau dinding yang sering basah akibat rembesan dan kebocoran air
Oleh karena itu penting untuk segera mengatasi jamur yang mulai terlihat di dinding rumah. Berikut infoSumbagsel sajikan informasinya.
Dilansir dari laman The Spruce dan sumber lainnya, berikut ini sejumlah cara membersihkan jamur di dinding rumah.
Untuk membersihkan jamur di dinding, diperlukan campuran larutan pembersih dari klorin dan sabun cuci piring. Caranya dengan menuang dua larutan tersebut ke dalam air. Klorin adalah produk pembersih rumah yang paling efektif untuk membunuh spora jamur. Jika tidak ada klorin bisa diganti menggunakan cuka putih jika jamur di dinding tidak banyak.
Takaran untuk membersihkan jamur di area dinding yang tidak begitu luas, adalah dengan mencampurkan satu sendok makan cairan pencuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat dalam botol semprot. Cairan pencuci yang digunakan dapat membantu larutan melekat lebih lama pada dinding untuk membunuh spora jamur. Perlu diingat juga selalu mengenakan sarung tangan saat menuangkan larutan.
Larutan pembersih dapat diaplikasikan menggunakan botol semprot atau spons. Pastikan saat membersihkan jamur, dimulai dari bagian bawah dinding lalu bergerak ke atas agar spora tidak menyebar dan meninggalkan noda yang membekas di permukaan dinding.
Pastikan dinding cukup basah, tetapi tidak terlalu lembab untuk menghindari kerusakan pada dinding kering. Jika jamur ada di bagian atas, gunakan tangga agar proses pembersihan tetap aman.
Cuka putih ternyata menyimpan kandungan asam alami yang mampu merusak struktur jamur. Cara pengaplikasiannya pun mudah, yakni cukup dengan menyemprotkan cuka putih langsung ke permukaan dinding yang berjamur.
Setelahnya, lap area tersebut menggunakan kain mikrofiber atau spons, dan biarkan mengering secara alami. Apabila masih terdapat noda gelap yang bandel, pembersihan dapat dilanjutkan dengan menggunakan cairan pembersih khusus dinding.
Bahan dapur yang ternyata cukup ampuh untuk mengangkat noda bandel, termasuk jamur pada dinding adalah soda kue. Selain efektif, bahan ini relatif aman dalam penggunaannya. Cara pemakaiannya pun mudah, cukup taburkan soda kue secara merata pada permukaan dinding beton yang berjamur, kemudian diamkan selama kurang lebih 24 jam. Pastikan kondisi dinding dalam keadaan kering dan tidak lembab agar hasilnya maksimal.
Pada saat membersihkan ruangan yang berjamur, pastikan ventilasi ruangan seperti jendela atau pintu dalam keadaan terbuka. Sirkulasi udara yang baik dapat membantu mengurangi kelembaban sekaligus mencegah tersebarnya spora jamur. Jika tidak ada ventilasi terdekat di area dinding yang sedang dibersihkan, dapat dengan menggunakan kipas angin untuk membantu sirkulasi udara.
Dinding yang telah diberi larutan pembersih perlu dibiarkan mengering. Setelah itu, periksa kembali apakah jamur telah hilang sepenuhnya atau masih terdapat noda gelap yang tersisa. Jika masih ada, ulangi kembali proses pembersihan menggunakan larutan pemutih yang masih segar.
Dehumidifier merupakan alat elektronik yang mempunyai fungsi untuk mengurangi kelembapan udara yang berlebih dalam ruangan dengan cara menarik udara lembab, lalu mendinginkannya agar uap air mengembun menjadi air, lalu mengembalikan udara yang lebih kering ke ruangan. Alat ini mampu mengurangi kelembaban udara dan dapat membantu mencegah pertumbuhan jamur.
Demikian 7 cara untuk mengatasi jamur di dinding, bagi infoers yang sedang mengalami masalah ini, cara ini layak dicoba. Semoga berguna ya!
Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.
Cara Mengatasi Jamur di Dinding Rumah
1. Campuran Klorin dan Sabun Cuci Piring
2. Aplikasikan Larutan Pembersih dengan Benar
3. Cuka Putih
4. Soda Kue
5. Pastikan Sirkulasi Udara Lancar
6. Cek Ulang Dinding Setelah Kering
7. Pasang Dehumidifier
Pada saat membersihkan ruangan yang berjamur, pastikan ventilasi ruangan seperti jendela atau pintu dalam keadaan terbuka. Sirkulasi udara yang baik dapat membantu mengurangi kelembaban sekaligus mencegah tersebarnya spora jamur. Jika tidak ada ventilasi terdekat di area dinding yang sedang dibersihkan, dapat dengan menggunakan kipas angin untuk membantu sirkulasi udara.
Dinding yang telah diberi larutan pembersih perlu dibiarkan mengering. Setelah itu, periksa kembali apakah jamur telah hilang sepenuhnya atau masih terdapat noda gelap yang tersisa. Jika masih ada, ulangi kembali proses pembersihan menggunakan larutan pemutih yang masih segar.
Dehumidifier merupakan alat elektronik yang mempunyai fungsi untuk mengurangi kelembapan udara yang berlebih dalam ruangan dengan cara menarik udara lembab, lalu mendinginkannya agar uap air mengembun menjadi air, lalu mengembalikan udara yang lebih kering ke ruangan. Alat ini mampu mengurangi kelembaban udara dan dapat membantu mencegah pertumbuhan jamur.
Demikian 7 cara untuk mengatasi jamur di dinding, bagi infoers yang sedang mengalami masalah ini, cara ini layak dicoba. Semoga berguna ya!
Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.
