Benteng Kuto Besak (BKB) di Palembang Sumatera Selatan (Sumsel), yang menjadi ikon sejarah Kota Palembang akan dibuka untuk umum. Namun kesepakatan akses wisata masih digodok antara Pemkot dan Kodam II/Sriwijaya.
Kepala Dinas Kebudayaan Palembang, Sulaiman Amin, mengatakan pihaknya bersama Kodam dengan tujuan memanfaatkan sebagian kawasan benteng sebagai destinasi wisata budaya dan sejarah, tanpa mengganggu aktivitas militer.
“Ini menindaklanjuti hasil pertemuan Pak Wali dengan Pangdam. Secara bersama-sama, ada bagian-bagian tertentu dari benteng yang bisa dijadikan destinasi wisata. Itu sangat baik untuk perkembangan pariwisata kota,” ujarnya.
Dia menyebut bahwa Kodam sudah menyetujuinya namun dengan syarat. Sulaiman menegaskan bahwa Kodam menetapkan protokol dan batasan tertentu yang harus dipatuhi.
“Pihak kodam sudah setuju, tapi ada aturan yang harus dilaksanakan. Prosesnya masih berjalan dan belum bisa kami umumkan detailnya,” katanya.
Pembahasan teknis tengah difinalisasi melalui Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkot dan Kodam, untuk memastikan keamanan sekaligus kenyamanan wisatawan.
Sulaiman mengatakan, sejauh ini sudah dilakukan sekitar tiga kali rapat antara Pemkot dan Kodam, termasuk dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Rapat terakhir diadakan pada hari Selasa (6/1/2026), namun keputusan final masih menunggu kesepakatan bersama.
“Rapat untuk membahas hal ini sudah dilakukan sebanyak tiga kali. Namun, jika nanti semua sudah final, baru kita bisa sampaikan ke publik, termasuk bagian-bagian mana saja yang bisa diakses wisatawan,” jelasnya.
Meskipun nantinya dibuka, tidak seluruh area benteng akan bisa dimasuki publik. Beberapa kawasan tetap menjadi wilayah militer aktif dan harus mematuhi protokol yang ditetapkan Kodam.
“Boleh masuk, tapi ada area tertentu yang tidak bisa dijangkau. Ini demi keamanan dan kelancaran aktivitas militer,” tambahnya.
Dengan rencana ini, diharapkan Benteng Kuto Besak tidak hanya menjadi simbol sejarah Kota Palembang, tetapi juga destinasi wisata yang memperkaya pengalaman budaya pengunjung.
“Kita berharap semoga Bangunan BKB ini nantinya bisa dinikmati bersama juga untuk wisatawan dari luar daerah. Jadi kepada Pak Pangdam II Sriwijaya supaya diberikan kesempatan agar para wisatawan ini bisa masuk ke bentengnya walaupun ada batas-batas tertentu. Ini akan memperkaya wisata di Kota Palembang,” tutupnya.
Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker info.com







