Truk batu bara masih bebas berkeliaran melintas di pusat Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, meski sudah ada jam operasional dan penetapan jalur. Hal itu karena belum ada sanksi tegas dari pemerintah setempat.
Diketahui sejumlah puluhan truk batu bara terlihat melintas di pusat kota yakni di Jalan Yos Sudarso pada Minggu (4/1/2025) sekitar pukul 03.00 WIB.
Wali Kota Lubuklinggau Rachmat Hidayat mengatakan pihaknya akan segera merumuskan hal tersebut dan meminta kebijakan kepada Gubernur Sumsel Herman Deru terkait penutupan jalan di Lubuklinggau.
“Untuk batu bara ini memang hasil rapat dari pihak provisi kemarin, itu yang baru saja diatur cuma untuk wilayah yang ada produksinya. Jadi mereka tidak boleh melewati jalan lingkungan, jalan daerah atau provinsi, mereka harus lewat jalan produksi sendiri,” katanya saat ditemui infoSumbagsel, Senin (5/1/2026).
“Nah untuk yang wilayah lintas atau perlintasan seperti Lubuklinggau itu belum diatur dan belum dibahas. Jadi kami akan segera koordinasi dengan Gubernur Sumsel agar ada juga kebijakan supaya kita bisa melakukan penutupan,” sambungnya.
Rachmat menegaskan penutupan jalan untuk angkutan barang khususnya truk batu bara sangat penting karena banyak jalan dan fasilitas di Kota Lubuklinggau rusak akibat dilintasi truk batu bara.
“Harus ditutup karena tidak ada untungnya di kita, dampaknya sangat merugikan sekali. Jalan dan infrastruktur kita rusak, terus kenyamanan masyarakat juga terganggu. Mangkannya kami dengan dilantiknya Kadishub yang baru (Indra Gunawan) agar segera berkoordinasi. Kami minta yang daerah untuk perlintasan itu segera dibuat kebijakannya agar kita bisa melakukan penutupan juga,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Lubuklinggau Juniarto mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Musi Rawas dan Muratara terkait truk batu bara yang melintas kemarin.
“Kita ini wilayah perlintasan terakhir, masuknya dari Muratara lalu Musi Rawas baru ke Lubuklinggau. Maka dari itu kita juga bekerjasama dengan Musi Rawas dan Muratara karena pintu masuknya di situ dan itu sudah kita lakukan,” ujarnya.
Selain itu, Juniarto mengatakan pihaknya akan membuat tim terpadu khusus untuk melakukan pengawasan terhadap truk batu bara.
“Yang jelas dalam waktu dekat ini kita segera buat tim SK terpadu, yang jelas ini sesuai dengan instruksi dan atensi pak gubernur. Tim gabungan itu dari dishub, satpol pp, kepolisian, TNI, kejari, dan kesbangpol. Tidak ada toleransi untuk hal ini, kita akan tegas ke depannya,” ujarnya.







