Tiga korban aksi saling serang menggunakan senjata tajam di depan mal di Palembang. Ketiga korban kini tengah menjalani perawatan di beberapa rumah sakit berbeda, akibat luka-luka yang diderita dari insiden tersebut.
“Korban yang terdata di kita, satu di Rumah Sakit AK Gani, satu di Siti Khadijah, satu lagi luka ringan. Yang di luka ringan ini masih kita dalami,” ujar Kapolsek Ilir Barat I Kompol Rifan Wijaya, Rabu (7/1/2026).
Korban yang dirawat di Rumah Sakit Siti Khadijah akan menjalani operasi untuk menangani luka-luka yang dialaminya. Sementara itu, korban dari Rumah Sakit AK Gani akan dirujuk ke RS Hermina Jakabaring.
Sebelumnya, salah satu korban bernama M Billy Putra Pratama (30), warga Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang, mengalami luka-luka serius. Billy mengalami luka bacok di tangan kanan dengan jari tengah putus, jari telunjuk nyaris putus, luka di lengan kiri, luka bacok di kepala, serta dua luka tusuk di paha kiri.
Rifan mengonfirmasi bahwa Billy, korban yang dirawat di rumah sakit AK Gani adalah anggota dari Ormas Permaskot.
Kata Rifan, penyerangan yang melukai ketiga korban ini dipicu oleh konflik antar organisasi masyarakat (Ormas) terkait pengelolaan lahan parkir di kawasan mal.
“(Berarti ini konflik antar ormas?) iya antar ormas, dilihat kalau dari TKP ini karena lahan parkir” katanya.
Berdasarkan hasil penyelidikan, lahan parkir saat ini dikelola oleh Ormas Permaskot. Penyerangan dilakukan oleh kelompok dari Ormas Harimau Sumatera Bersatu.
“Dari hasil pemeriksaan penyelidikan kita, lahan parkir ini dari Ormas Permaskot. Yang melakukan penyerangan itu dari Harimau Sumatera Bersatu,” katanya.
Rifan menjelaskan bahwa aksi kekerasan tidak hanya terjadi di satu titik. Penyerangan pertama kali terjadi di lahan parkir yang dikelola Ormas Permaskot, kemudian berlanjut ke depan PS Mall.
“Sebelum di depan PS, terjadi penyerangan di samping PS dulu. Di samping PS yang di tempat parkiran motor di luar. Yang menyerang itu Harimau Sumatera Bersatu,” katanya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih dalam tahap penyelidikan dan pengembangan kasus. Belum ada tersangka yang diamankan. Untuk mencegah konflik lanjutan, polisi telah meningkatkan patroli di lokasi kejadian.
“Masih belum ada yang kita periksa, sementara masih dalam penyelidikan, pengembangan. Sekarang ada patroli dari Polsek Ilir Barat I, untuk monitor dan pantau wilayah di lokasi TKP,” katanya.
Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.







