Provinsi Lampung dikenal dengan keragaman budaya dan falsafah hidup yang menjunjung tinggi kehormatan dan kebersamaan. Nilai ini terdapat pada slogan Kbaupaten dan Kota Provinsi Lampung.
Setiap kabupaten dan kota di wilayah ini memiliki slogan yang kemudian menjadi identitas visual dan slogan yang bukan sekadar hiasan, melainkan doa serta pedoman dalam pembangunan daerah.
Setiap slogan kabupaten dan kota di Lampung berakar pada bahasa daerah (Aksara Lampung) dengan makna yang sangat mendalam terkait persatuan dan kerja keras. Berikut ini slogan Kabupaten dan Kota di Provinsi Lampung.
Slogan “Beguai Jejama” memiliki arti bekerja secara bersama-sama dalam satu ikatan kekeluargaan. Makna ini mencerminkan semangat masyarakat Lampung Barat yang sangat menghargai kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
Segala persoalan baik dalam lingkup sosial maupun pembangunan fisik daerah. Kebersamaan dianggap sebagai modal utama dalam menghadapi tantangan geografis wilayah pegunungan yang menantang.
“Ragom Mufakat” mengandung pesan tentang pentingnya mencapai kesepakatan dalam keragaman. Slogan ini mengakui bahwa masyarakat Lampung Selatan terdiri dari berbagai macam latar belakang suku dan agama.
Di Lampung semua perbedaan tersebut harus bermuara pada satu mufakat demi kemajuan daerah. Slogan ini mengajarkan bahwa kekuatan sebuah daerah tidak terletak pada keseragaman, melainkan pada kemampuan untuk bersatu dalam perbedaan.
Andan Jejama memiliki filosofi untuk memelihara, menjaga, dan menyayangi secara bersama-sama. Makna ini sangat luas, mencakup tanggung jawab kolektif dalam menjaga kelestarian alam, budaya, dan infrastruktur yang ada di Kabupaten Pesawaran.
Slogan ini mengajak setiap warga untuk memiliki rasa memiliki (sense of belonging) yang tinggi terhadap daerahnya. Dikutip dari Peraturan Daerah Kabupaten Pesawaran tentang Lambang Daerah, Andan Jejama bermakna komitmen pemerintah dan rakyat untuk saling menjaga dan memelihara
“Helauni Kibakhong” diartikan sebagai keindahan dalam kebersamaan atau kemuliaan dalam persaudaraan. Sebagai kabupaten yang kaya akan potensi wisata bahari, slogan ini menggambarkan kecantikan alam Pesisir Barat.
Penduduknya dicerminkan dengan rasa menghargai ikatan kekeluargaan. Keindahan tidak hanya dilihat dari mata, tetapi juga dari hati yang saling bersaudara.
Dilansir dari informasi publik Kabupaten Pesisir Barat, semboyan ini menggambarkan kondisi alam yang indah serta semangat persaudaraan yang erat di antara penduduknya.
Slogan “Ramik Ragom” memiliki arti ramai dalam kekompakan atau bersatu dalam keramaian. Slogan ini mencerminkan dinamika masyarakat Way Kanan yang heterogen namun tetap mampu menjaga harmoni.
Meskipun terdiri dari banyak jiwa dengan pemikiran yang berbeda-beda, mereka tetap satu dalam visi membangun daerah yang maju dan mandiri.
Dikutip dari situs resmi Pemkab Way Kanan, Ramik Ragom melambangkan masyarakat yang beraneka ragam namun tetap hidup rukun dan kompak. Slogan ini menjadi simbol kekuatan sosial bagi kabupaten yang dikenal dengan julukan Bumi Petani ini
Bandar Lampung mengusung slogan “Ragom Gawi” yang berarti satu kesatuan dalam bekerja atau gotong royong. Slogan ini sangat relevan dengan karakteristik kota metropolis yang sibuk, di mana kerja sama antar elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga ketertiban dan kemajuan kota.
Ragom Gawi mengajak warga kota untuk tidak apatis terhadap pembangunan di sekitarnya. Dilansir dari laman Pemerintah Kota Bandar Lampung, Ragom Gawi adalah panggilan untuk seluruh elemen warga agar bahu-membahu dalam menjaga martabat kota.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Slogan ini mencerminkan jati diri Kota Metro sebagai kota pendidikan yang tertata, bersih, dan memiliki standar kualitas hidup yang baik.
Kata “Sai Wawai” menegaskan komitmen kota ini untuk selalu menjadi yang terbaik dalam hal pelayanan publik dan pembentukan karakter masyarakatnya yang berbudi pekerti luhur.
Dikutip dari visi misi Kota Metro, Bumi Sai Wawai mencerminkan cita-cita kota sebagai tempat hunian yang nyaman dan memiliki masyarakat yang berbudaya. Slogan ini menjadi doa sekaligus identitas
Dilansir dari laman resmi Kabupaten Pringsewu, Jejama Secancanan mengisyaratkan bahwa keberhasilan pembangunan hanya bisa dicapai jika semua pihak saling menopang. Persahabatan antarwarga menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas daerah
Slogan ini bermakna bersama-sama saling bergandengan tangan atau bersahabat. Makna ini sangat mendalam, menggambarkan hubungan yang setara dan penuh kehangatan antara pemimpin dan rakyatnya.
Bergandengan tangan menunjukkan komitmen untuk tidak saling meninggalkan dalam kondisi sulit maupun senang demi kemajuan Kabupaten Pringsewu.
Sama halnya dengan wilayah lain di Lampung, Begawi Jejama di Kabupaten Tanggamus menekankan pada aksi nyata bekerja bersama-sama. Fokus slogan ini adalah pada kerja keras yang dilakukan secara kolektif untuk mengelola kekayaan sumber daya alam Tanggamus yang melimpah.
Semboyan ini merupakan landasan bagi masyarakat untuk menyelesaikan segala persoalan melalui partisipasi aktif. Dengan semangat bekerja bersama, diharapkan setiap potensi tersembunyi di wilayah Tanggamus dapat digali maksimal
Slogan “Sai Bumi Nengah Nyappur” memiliki arti satu bumi tempat orang yang suka bergaul dan bermasyarakat. Slogan ini menggambarkan sifat terbuka, ramah, dan rendah hati yang menjadi ciri khas warga Tulang Bawang.
Karakter ini sangat penting dalam membangun jaringan dan kerja sama dengan pihak luar demi kemajuan daerah di masa depan. Dilansir dari dokumen sejarah Tulang Bawang, Nengah Nyappur adalah salah satu unsur Piil Pesenggiri yang menggambarkan karakter warga yang terbuka terhadap perubahan.
Slogan ini menanamkan nilai bahwa untuk menjadi besar, sebuah bangsa atau daerah harus mampu berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungan global tanpa kehilangan jati dirinya.
Slogan ini mencerminkan harapan agar Lampung Timur selalu diberkahi dengan kekayaan alam yang melimpah dan masyarakatnya selalu hidup dalam keserasian. Pertumbuhan ekonomi harus selalu dibarengi dengan kesepakatan sosial agar tercipta kedamaian jangka panjang.
Dikutip dari laman resmi Lampung Timur, slogan ini mengandung harapan agar daerah tersebut selalu diberkahi kesuburan dan masyarakatnya selalu berada dalam keselarasan.
Slogan “Ragem Tunas Lampung” memiliki arti bersatu demi mencetak generasi penerus (tunas) yang unggul. Lampung Utara memposisikan dirinya sebagai “rahim” yang harus melahirkan kader-kader pemimpin masa depan bagi Provinsi Lampung.
Slogan ini memberikan penekanan kuat pada pembangunan sumber daya manusia dan pendidikan. Dilansir dari Pemkab Lampung Utara, semboyan ini menegaskan posisi kabupaten ini sebagai entitas yang berkomitmen mencetak generasi penerus yang tangguh.
Dikutip dari situs resmi Kabupaten Mesuji, Ragab Begawe Caram menggambarkan masyarakat yang ulet namun tetap mengedepankan aturan dan ketertiban.
Semangat ini menjadi sangat penting bagi kabupaten muda seperti Mesuji untuk membangun pondasi sosial yang kuat di tengah proses pembangunan infrastruktur yang sedang digalakkan.
Slogan ini menjadi nyawa bagi gerakan pembangunan di Tubaba yang mengedepankan aspek kebudayaan dan martabat manusia. Bersatu bukan hanya soal jumlah, tetapi soal kesamaan niat untuk menciptakan sesuatu yang indah dan bermanfaat bagi masa depan.
Dilansir dari filosofi pembangunan Tulang Bawang Barat (Tubaba), slogan ini menjadi dasar gerakan kesadaran kolektif untuk mencapai masa depan daerah yang lebih mulia.
Slogan ini mengajarkan bahwa tujuan akhir dari setiap pembangunan fisik adalah terciptanya nilai-nilai kebaikan dan keindahan dalam kehidupan bermasyarakat.
Slogan “Beguwai Jejamo Wawai” memiliki arti bekerja bersama untuk mencapai sesuatu yang baik atau mulia. Kata “Wawai” dalam bahasa Lampung berarti bagus atau baik, yang menunjukkan bahwa setiap usaha yang dilakukan secara kolektif harus memiliki tujuan positif bagi kemaslahatan umum.
Slogan ini menjadi pemacu semangat bagi warga Lampung Tengah untuk selalu berbuat yang terbaik bagi lingkungannya. Dilansir dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, slogan ini mencerminkan semangat kerja keras demi mewujudkan tatanan kehidupan yang lebih baik dan harmonis.
Demikianlah slogan kabupaten dan kota di Provinsi Lampung lengkap dengan makan dan filosofi mendalam. Semoga bermanfaat!
Artikel ini dibuat oleh Annisaa Syafriani, nahasiswa magang Prima PTKI Kementerian Agama.
Slogan Kabupaten dan Kota di Provinsi Lmapung
1. Kabupaten Lampung Barat: Beguai Jejama
2. Kabupaten Lampung Selatan: Ragom Mufakat
3. Kabupaten Pesawaran: Andan Jejama
4. Kabupaten Pesisir Barat: Helauni Kibakhong
5. Kabupaten Way Kanan: Ramik Ragom
6. Kota Bandar Lampung: Ragom Gawi
7. Kota Metro: Bumi Sai Wawai
8. Kabupaten Pringsewu: Jejama Secancanan
9. Kabupaten Tanggamus: Begawi Jejama
10. Kabupaten Tulang Bawang: Sai Bumi Nengah Nyappur
11. Kabupaten Lampung Timur: Bumei Tuwah Bepadan
12. Kabupaten Lampung Utara: Ragem Tunas Lampung
13. Kabupaten Mesuji: Ragab Begawe Caram
14. Kabupaten Tulang Bawang Barat: Ragem Sai Mangi Wawai
15. Kabupaten Lampung Tengah: Beguwai Jejamo Wawai
Slogan ini mencerminkan jati diri Kota Metro sebagai kota pendidikan yang tertata, bersih, dan memiliki standar kualitas hidup yang baik.
Kata “Sai Wawai” menegaskan komitmen kota ini untuk selalu menjadi yang terbaik dalam hal pelayanan publik dan pembentukan karakter masyarakatnya yang berbudi pekerti luhur.
Dikutip dari visi misi Kota Metro, Bumi Sai Wawai mencerminkan cita-cita kota sebagai tempat hunian yang nyaman dan memiliki masyarakat yang berbudaya. Slogan ini menjadi doa sekaligus identitas
Dilansir dari laman resmi Kabupaten Pringsewu, Jejama Secancanan mengisyaratkan bahwa keberhasilan pembangunan hanya bisa dicapai jika semua pihak saling menopang. Persahabatan antarwarga menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas daerah
Slogan ini bermakna bersama-sama saling bergandengan tangan atau bersahabat. Makna ini sangat mendalam, menggambarkan hubungan yang setara dan penuh kehangatan antara pemimpin dan rakyatnya.
Bergandengan tangan menunjukkan komitmen untuk tidak saling meninggalkan dalam kondisi sulit maupun senang demi kemajuan Kabupaten Pringsewu.
Sama halnya dengan wilayah lain di Lampung, Begawi Jejama di Kabupaten Tanggamus menekankan pada aksi nyata bekerja bersama-sama. Fokus slogan ini adalah pada kerja keras yang dilakukan secara kolektif untuk mengelola kekayaan sumber daya alam Tanggamus yang melimpah.
Semboyan ini merupakan landasan bagi masyarakat untuk menyelesaikan segala persoalan melalui partisipasi aktif. Dengan semangat bekerja bersama, diharapkan setiap potensi tersembunyi di wilayah Tanggamus dapat digali maksimal
Slogan “Sai Bumi Nengah Nyappur” memiliki arti satu bumi tempat orang yang suka bergaul dan bermasyarakat. Slogan ini menggambarkan sifat terbuka, ramah, dan rendah hati yang menjadi ciri khas warga Tulang Bawang.
Karakter ini sangat penting dalam membangun jaringan dan kerja sama dengan pihak luar demi kemajuan daerah di masa depan. Dilansir dari dokumen sejarah Tulang Bawang, Nengah Nyappur adalah salah satu unsur Piil Pesenggiri yang menggambarkan karakter warga yang terbuka terhadap perubahan.
Slogan ini menanamkan nilai bahwa untuk menjadi besar, sebuah bangsa atau daerah harus mampu berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungan global tanpa kehilangan jati dirinya.
Slogan ini mencerminkan harapan agar Lampung Timur selalu diberkahi dengan kekayaan alam yang melimpah dan masyarakatnya selalu hidup dalam keserasian. Pertumbuhan ekonomi harus selalu dibarengi dengan kesepakatan sosial agar tercipta kedamaian jangka panjang.
Dikutip dari laman resmi Lampung Timur, slogan ini mengandung harapan agar daerah tersebut selalu diberkahi kesuburan dan masyarakatnya selalu berada dalam keselarasan.
Slogan “Ragem Tunas Lampung” memiliki arti bersatu demi mencetak generasi penerus (tunas) yang unggul. Lampung Utara memposisikan dirinya sebagai “rahim” yang harus melahirkan kader-kader pemimpin masa depan bagi Provinsi Lampung.
Slogan ini memberikan penekanan kuat pada pembangunan sumber daya manusia dan pendidikan. Dilansir dari Pemkab Lampung Utara, semboyan ini menegaskan posisi kabupaten ini sebagai entitas yang berkomitmen mencetak generasi penerus yang tangguh.
Dikutip dari situs resmi Kabupaten Mesuji, Ragab Begawe Caram menggambarkan masyarakat yang ulet namun tetap mengedepankan aturan dan ketertiban.
Semangat ini menjadi sangat penting bagi kabupaten muda seperti Mesuji untuk membangun pondasi sosial yang kuat di tengah proses pembangunan infrastruktur yang sedang digalakkan.
Slogan ini menjadi nyawa bagi gerakan pembangunan di Tubaba yang mengedepankan aspek kebudayaan dan martabat manusia. Bersatu bukan hanya soal jumlah, tetapi soal kesamaan niat untuk menciptakan sesuatu yang indah dan bermanfaat bagi masa depan.
Dilansir dari filosofi pembangunan Tulang Bawang Barat (Tubaba), slogan ini menjadi dasar gerakan kesadaran kolektif untuk mencapai masa depan daerah yang lebih mulia.
Slogan ini mengajarkan bahwa tujuan akhir dari setiap pembangunan fisik adalah terciptanya nilai-nilai kebaikan dan keindahan dalam kehidupan bermasyarakat.
Slogan “Beguwai Jejamo Wawai” memiliki arti bekerja bersama untuk mencapai sesuatu yang baik atau mulia. Kata “Wawai” dalam bahasa Lampung berarti bagus atau baik, yang menunjukkan bahwa setiap usaha yang dilakukan secara kolektif harus memiliki tujuan positif bagi kemaslahatan umum.
Slogan ini menjadi pemacu semangat bagi warga Lampung Tengah untuk selalu berbuat yang terbaik bagi lingkungannya. Dilansir dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, slogan ini mencerminkan semangat kerja keras demi mewujudkan tatanan kehidupan yang lebih baik dan harmonis.
Demikianlah slogan kabupaten dan kota di Provinsi Lampung lengkap dengan makan dan filosofi mendalam. Semoga bermanfaat!
Artikel ini dibuat oleh Annisaa Syafriani, nahasiswa magang Prima PTKI Kementerian Agama.
