Sriwijaya FC (SFC) kalah telak 0-5 dari Sumsel United dalam lanjutan Championship 2025/2026. Usai laga, kericuhan terjadi suporter SFC masuk ke lapangan karena kecewa klub kebanggaan warga Sumsel itu meraih hasil buru.
Laga Sumsel United melawan Sriwijaya FC digelar di Stadion Gelora Sriwijaya pada, Sabtu (24/1/2026) sore.
Saat kericuhan terjadi, suporter SFC juga melakukan pelemparan sejumlah barang dari botol hingga kursi penonton. Tak hanya itu, adu pukul dan pelemparan juga terjadi pada petugas lapangan yang mencoba menenangkan dan menghalau suporter untuk turun ke lapangan pun tak dapat dihindari.
Para suporter yang kecewa sempat ditenangkan oleh pemain SFC dan team official. Mereka pun mendengarkan kekecewaan dan keluhan dari suporter.
Namun, tak lama berselang kericuhan kembali terjadi di dekat tribun penonton diduga adanya provokasi antarpenonton dan saling kejar sempat terjadi.
Penyelenggara pun berupaya menenangkan situasi, dengan memutar lagu athem Sriwijaya FC di stadion yang berjudul ‘Kito Pacak’ hingga meredam suasana kericuhan yang sepat terjadi.
Salah satu suporter Agung mengaku kecewa dengan SFC yang saat ini berkompetisi di Championship. Dia menilai klub kebanggaan warga Sumsel ini belum meraih hasil baik dari laga yang sudah dijalani.
“Kecewa, sampai sekarang belum menang sekali pun. Bahkan poin baru dua dan berada di posisi akhir,” ujarnya.
Dia pun berharap SFC dapat bangkit dan bisa kembali ke Super League agar mengembalikan kejayaan SFC seperti dulu.
“Harapannya SFC kembali ke Super League, meski pun itu mustahil. Namun dari sisa laga yang ada diharapkan bisa membuat bertahan saja dulu,” ungkapnya.
Hal senada dikatakan suporter lainnya bernama Rizal yang juga mengaku dengan perfomancr SFC saat ini. Dia berharap ada keajaban agar Laskar Wong Kito tidak degradasi ke Liga 3.
“Ya kami (suporter) kecewa dengan penampilan SFC saat ini, apalagi belum meraih kemenangan sama sekali. Harapannya semoga bisa bangkit,” ungkapnya.
Artikel ini ditulis oleh Muhammad Alyuda Tri Utama peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.







