Sentra Kerajinan Emas Tanjung Batu dikenal sebagai salah satu pusat pembuatan perhiasan emas tradisional yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi di Ogan Ilir, Sumsel. Daerah ini telah lama menjadi tempat berkumpulnya para pengrajin emas yang mempertahankan teknik pembuatan perhiasan secara turun-temurun.
Keunikan Sentra Kerajinan Emas Tanjung Batu tidak hanya terletak pada hasil perhiasan, tetapi juga pada proses pembuatan yang masih mengandalkan keterampilan manual. Mulai dari peleburan emas, pembentukan, hingga tahap akhir pemolesan dilakukan dengan ketelitian tinggi.
Berikut adalah rincian sejarah dan fakta menarik mengenai sentra kerajinan emas tanjung batu yang sudah infoSumbagsel rangkum. Yuk simak!
Dilansir skripsi berjudul Perkembangan Pembuatan Kerajinan Perak di Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan (2000-2010) oleh Alvian, Keahlian membuat perhiasan di Tanjung Batu telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat setempat dan diwariskan secara turun-temurun selama ratusan tahun.
Profesi ini dikenal dengan sebutan pande emas atau pande perak, yang tidak hanya menjadi mata pencaharian masyarakat disana, tetapi juga identitas budaya yang dijaga hingga kini.
Pada awal perkembangan, para pengrajin Tanjung Batu belum langsung mengelola emas atau perak. Berdasarkan cerita sejarah lisan yang berkembang di masyarakat, bahan baku pertama yang digunakan dalam pembuatan perhiasan ini adalah tembaga atau sering disebut dengan temago udang.
Penggunaan tembaga menjadi cerita awal pembelajaran keterampilan mereka sebelum beralih ke logam atau yang lebih bernilai seperti sekarang ini. Seiring meningkatnya kemampuan teknis para pengrajin penggunaan bahan baku pun akhirnya mengalami perubahan.
Adanya permintaan pasar yang terus berkembang juga mendorong pengrajin untuk mulai mengolah logam mulia seperti emas dan perak. Peralihan ini menandai kemajuan kualitas produk sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil kerajinan Tanjung Batu.
Hasil karya para pande emas Tanjung Batu dipasarkan ke berbagai daerah. Tidak hanya beredar di wilayah Sumsel, perhiasan dari sentra ini juga dikenal hingga di luar provinsi lain seperti Jambi, Lampung, dan Bangka Belitung. Bahkan saat ini sudah menjangkau wilayah diluar Pulau Sumatera.
Salah satu fakta yang paling menarik dari Sentra Kerajinan Tanjung Batu adalah sistem kerja mereka yang sampai saat ini masih mengandalkan kepercayaan. Para pengrajin biasanya menerima bahan baku emas dan perak batangan yang bernilai ratusan juta hingga milyaran rupiah dari pemilik toko emas tanpa menggunakan perjanjian tertulis.
Hal ini dikarenakan hubungan kerja tersebut terjalin atas dasar integritas, reputasi dan kepercayaan keluarga pengrajin yang masih terjaga hingga lintas generasi saat ini.
Dari sisi desain, para pengrajin Tanjung Batu ini tidak hanya mengikuti tren perhiasan modern seperti motif emas pada umumnya. Para pengrajin tetap melestarikan motif tradisional khas Sumatera Selatan.
Beberapa motif yang sampai saat ini masih banyak digunakan yakni motif tapak jajo yang menyerupai jejak langkah serta motif bulan sabit yang kerap diaplikasikan pada perhiasan pengantin maupun aksesori sehari-hari.
Proses produksi perhiasan di Tanjung Batu hingga kini masih didominasi oleh pengerjaan manual atau handmade. Teknik tradisional seperti menghilang atau proses penghalusan logam serta penyolderan masih tetap dilakukan secara manual yang membutuhkan ketelitian yang tinggi.
Meski teknologi mulai dikenal, keterampilan tangan tetap menjadi kekuatan utama para pengrajin lokal. Menariknya, di beberapa desa di Kecamatan Tanjung Batu, hampir seluruh warga masih menggantungkan hidup sebagai pengrajin emas dan perak ini.
Keahlian ini juga pada umumnya dipelajari secara turun-temurun, bahkan sejak usia dini melalui pengamatan terhadap orang tua atau anggota keluarganya. Alhasil keterampilan ini sudah melekat sejak lama dalam kehidupan masyarakat
Selain emas, Tanjung Batu juga berkembang sebagai sentra kerajinan perak. Sayangnya, belum banyak masyarakat yang menyadari perhiasan perak yang beredar ini diproduksi oleh pengrajin Tanjung Batu. Meskipun kualitasnya mampu bersaing dengan sentra perak nasional seperti Kotagede.
Nah itulah, sejarah dan fakta menarik sentra kerajinan emas tanjung batu yang wajib infoers tau. Semoga bermanfaat ya!
Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker info.com







