Seorang ibu rumah tangga (IRT), mendatangi Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang. Kedatangannya untuk melaporkan kejadian pengeroyokan dan pembacokan yang dialami putranya.
Isnanik (53) warga Gang Aida Kecamatan IT I, Palembang datang ke SPKT Polrestabes bersama putranya Syahril (17) yang menjadi korban pengeroyokan dan pembacokan yang mengakibatkan korban luka bacok di bagian tangan kanan, luka robek diantara jari jempol dan jari telunjuk tangan kanan.
Di hadapan petugas piket, Isnanik menuturkan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (24/1/2026), sekitar pukul 02.00 WIB di Jalan Mayor Ruslan Lorong Derma tepatnya di depan KR Hotel Kelurahan 9 Ilir Kecamatan IT III, Palembang.
Berdasarkan keterangan putranya, saat itu korban dan teman-temannya sedang bermain game online di tempat kejadian perkara (TKP). Saat sedang asyik bermain bersama, tiba-tiba terlapor berinisial RM dan teman-temannya datang melemparkan bom molotov.
“Saat kami sedang main game online bersama tiba-tiba pelaku bersama teman-temannya datang dan melempar bom molotov ke arah kami,” katanya.
Kemudian, terlapor dan teman-temannya berusaha untuk masuk ke dalam lorong untuk menyerang korban dan temannya. Namun ditahan korban, tapi salah satu terlapor langsung menyerang korban dengan celurit.
“Akibatnya anak saya mengalami luka luka bacok di pergelangan tangan kanan, luka robek diantara jari jempol dan jari telunjuk tangan kanan,” terangnya.
Sementara itu, Pamapta Ipda Ammar membenarkan adanya laporan ibu korban terkait laporan penganiayaan, pengeroyokan dan pembacokan.
“Iya laporan korban sudah kami terima dan akan segera kami tindak lanjuti laporan tersebut ke Satreskrim Polrestabes Palembang unit Pidum untuk melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku,” pungkasnya.
