Rangkaian Peristiwa Penting dan Ajaib yang Dialami Nabi Muhammad SAW

Posted on

Isra Miraj merupakan rangkaian peristiwa agung yang dialami Nabi Muhammad SAW dalam satu malam, yaitu saat beliau melakukan perjalanan dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa.

Saat Isra Miraj, Rasulullah SAW menerima perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan salat lima waktu. Selain itu, terdapat banyak lagi keajaiban yang dialami oleh Rasulullah saat malam Isra Miraj.

Meski sering disebut sebagai dua kejadian yang berbeda, Isra dan Miraj sejatinya saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.

Isra bermakna perjalanan pada waktu malam. Peristiwa tersebut menggambarkan perjalanan Nabi Muhammad SAW yang terjadi secara luar biasa dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem. Peristiwa Isra dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 1.

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

Artinya: Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Adapun Miraj berarti kenaikan. Peristiwa ini menceritakan perjalanan Nabi Muhammad SAW yang dinaikkan ke langit, melewati beberapa lapisan hingga mencapai tempat yang telah ditentukan oleh Allah SWT. Kisah Miraj disebutkan dalam Surah An-Najm ayat 13-18 yang artinya:

Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha, di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya, penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya, Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.

Dilansir dari NU Online dan sumber lainnya, berikut merupakan sejumlah rangkaian peristiwa penting dan ajaib yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW saat perjalanan Isra Miraj:

Dada Nabi Muhammad saw dibelah untuk dibersihkan. Saat itu Allah mengutus Malaikat Jibril untuk membelah dada Rasulullah dan membersihkan hati Nabi dari potensi sifat buruk.

Perjalanan luar biasa tersebut dilakukan atas kehendak Allah SWT dan ditemani oleh Malaikat Jibril, dengan menaiki kendaraan Buraq, sebagai bentuk kemuliaan yang diberikan kepada Rasulullah SAW.

Banyak ulama menyakatan pendapat soal Nabi melakukan Isra Miraj dengan jasad dan ruh. Ada yang berpendapat Nabi Isra Miraj dengan ruhnya saja, ada yang mengatakan Isra Nabi dengan jasad dan ruh, sementara Miraj dengan ruh, dan ada pula yang berargumen Nabi Isra Miraj dengan jasadnya saja.

Sementara itu, al-Buthy berpendapat, bahwa Islam adalah agama fitrah. Maksudnya, akidah dan semua hukum Islam sesuai dengan fitrah manusia.

Dalam perjalanan Miraj, Rasulullah SAW dinaikkan ke langit pertama hingga langit ketujuh.

Pada setiap lapisan langit, beliau bertemu dengan para nabi terdahulu, di antaranya yaitu:

Ketika tiba di Masjidil Aqsa, dengan menunggangi kendaraan buraq. Rasullulah melakukan salat dua rakaat dan diriwayatkan saat di sana, Ia menjadi imam bagi para nabi sebelumnya.

Berdasar Kitab Al-Anwaarul Bahiyyah dan Dzikrayaat wa Munaasabaat, mulanya Nabi dan Malaikat Jibril masing-masing menunaikan salat sebanyak dua rakaat. Namun, setelah selesai, tiba-tiba masjid dipenuhi sekumpulan orang. Mereka adalah para nabi yang diutus Allah.

Usai Rasulullah SAW melaksanakan salat di Masjidil Aqsha, kemudian Ia ditawarkan dengan tiga gelas berisi tiga minuman yang berbeda, yaitu khamr, madu, dan susu. Kemudian, minuman yang dipilih Nabi adalah susu.

Ketika Rasulullah SAW menyampaikan peristiwa isra miraj kepada masyarakat Mekah, banyak yang meragukan bahkan mendustakannya. Perjalanan dalam satu malam dari Mekah ke Palestina hingga ke langit dianggap mustahil oleh logika manusia saat itu.

Meski demikian, salah seorang sahabat Nabi, yaitu Abu Bakar dengan penuh keyakinan membenarkan peristiwa tersebut tanpa ragu. Sehingga sikap tersebut kemudian mengantarkannya memperoleh gelar As-Shiddiq, yaitu gelar orang yang senantiasa membenarkan kebenaran Rasulullah SAW.

Saat Isra Miraj pula, Nabi Muhammad SAW, sempat diajak oleh Malaikat Jibril untuk menyaksikan keadaan surga dan neraka.

Rasulullah meriwayatkan. Ketika di surga, Ia melihat kubah yang terbuat dari mutiara. Beliau juga melihat empat sungai yang satu sungai berisi air tawar, satu sungai lagi berisi susu, kemudian sungai yang berisi khamr, serta sungai yang berisi madu. Sungai-sungai tersebut mengalir tanpa adanya lubang di tanah, tetapi mengalir di atas tanah.

Sementara itu, saat Ia menyaksikan neraka, Rasulullah melihat kengerian di dalamnya. Beliau melihat malaikat penjaga neraka yang sama sekali tak pernah tersenyum. Beliau juga menyaksikan beberapa golongan orang yang disiksa dalam negara, mulai dara para pemakan riba, pemakan harta anak yatim, hingga pelaku perzinahan.

Dijelaskan dalam Tafsir Aisar At-Tafasir, saat melakukan Isra Miraj ini pula Rasulullah SAW mendapat perintah langsung dari Allah SWT, untuk menunaikan kewajiban shalat lima waktu sebagai ibadah utama umat Islam.

Berdasarkan Skripsi yang ditulis oleh Sri Wahyuningsih, menjelaskan terdapat tafsir mengenai Isra Miraj dijelaskan sebagai berikut.

Menurut Abu Bakar Jabir Al-Jazairi dalam Tafsir Aisar At-Tafasir, peristiwa Isra dan Miraj merupakan perjalanan nyata yang dialami Rasulullah SAW dengan ruh dan jasad sekaligus. Peristiwa ini terjadi atas kehendak dan kekuasaan Allah SWT sebagai bentuk kemuliaan yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW.

Abu Bakar Jabir Al-Jazairi menegaskan bahwa, penyebutan kata hamba-Nya dalam QS. Al-Isra ayat 1, itu menunjukkan kesatuan antara ruh dan jasad. Dengan demikian, Isra Mikraj bukan sekadar mimpi atau pengalaman batin, melainkan mukjizat yang benar-benar terjadi.

Nah infoers, itulah ulasan singkat mengenai rangkaian peristiwa penting dan ajaib Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, lengkap dengan tafsir dan hikmah dibaliknya. Semoga bermanfaat ya!

Artikel ini ditulis oleh Aldekum Fatih Rajih, peserta magang Prima PTKI Kementerian Agama RI.

Pengertian Isra Miraj

Peristiwa Penting dan Ajaib yang Dialami Nabi Muhammad Saat Isra Miraj

1. Dibelahnya Dada Rasulullah

2. Menaiki Kendaraan Buraq

3. Jasad dan Ruh

4. Bertemu dengan Para Nabi Terdahulu

5. Sholat Bersama Nabi di Masjidil Aqsa

6. Ditawarkan Susu dan Khamr

7. Abu Bakar Mendapat Gelar Istimewa

8. Diperlihatkannya Surga dan Neraka

9. Mendapat Perintah Salat 5 Waktu

Tafsir Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW

1. Isra Miraj merupakan Kehendak Allah

2. Isra Miraj Peristiwa yang Benar Terjadi

Usai Rasulullah SAW melaksanakan salat di Masjidil Aqsha, kemudian Ia ditawarkan dengan tiga gelas berisi tiga minuman yang berbeda, yaitu khamr, madu, dan susu. Kemudian, minuman yang dipilih Nabi adalah susu.

Ketika Rasulullah SAW menyampaikan peristiwa isra miraj kepada masyarakat Mekah, banyak yang meragukan bahkan mendustakannya. Perjalanan dalam satu malam dari Mekah ke Palestina hingga ke langit dianggap mustahil oleh logika manusia saat itu.

Meski demikian, salah seorang sahabat Nabi, yaitu Abu Bakar dengan penuh keyakinan membenarkan peristiwa tersebut tanpa ragu. Sehingga sikap tersebut kemudian mengantarkannya memperoleh gelar As-Shiddiq, yaitu gelar orang yang senantiasa membenarkan kebenaran Rasulullah SAW.

Saat Isra Miraj pula, Nabi Muhammad SAW, sempat diajak oleh Malaikat Jibril untuk menyaksikan keadaan surga dan neraka.

Rasulullah meriwayatkan. Ketika di surga, Ia melihat kubah yang terbuat dari mutiara. Beliau juga melihat empat sungai yang satu sungai berisi air tawar, satu sungai lagi berisi susu, kemudian sungai yang berisi khamr, serta sungai yang berisi madu. Sungai-sungai tersebut mengalir tanpa adanya lubang di tanah, tetapi mengalir di atas tanah.

Sementara itu, saat Ia menyaksikan neraka, Rasulullah melihat kengerian di dalamnya. Beliau melihat malaikat penjaga neraka yang sama sekali tak pernah tersenyum. Beliau juga menyaksikan beberapa golongan orang yang disiksa dalam negara, mulai dara para pemakan riba, pemakan harta anak yatim, hingga pelaku perzinahan.

Dijelaskan dalam Tafsir Aisar At-Tafasir, saat melakukan Isra Miraj ini pula Rasulullah SAW mendapat perintah langsung dari Allah SWT, untuk menunaikan kewajiban shalat lima waktu sebagai ibadah utama umat Islam.

Berdasarkan Skripsi yang ditulis oleh Sri Wahyuningsih, menjelaskan terdapat tafsir mengenai Isra Miraj dijelaskan sebagai berikut.

Menurut Abu Bakar Jabir Al-Jazairi dalam Tafsir Aisar At-Tafasir, peristiwa Isra dan Miraj merupakan perjalanan nyata yang dialami Rasulullah SAW dengan ruh dan jasad sekaligus. Peristiwa ini terjadi atas kehendak dan kekuasaan Allah SWT sebagai bentuk kemuliaan yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW.

Abu Bakar Jabir Al-Jazairi menegaskan bahwa, penyebutan kata hamba-Nya dalam QS. Al-Isra ayat 1, itu menunjukkan kesatuan antara ruh dan jasad. Dengan demikian, Isra Mikraj bukan sekadar mimpi atau pengalaman batin, melainkan mukjizat yang benar-benar terjadi.

Nah infoers, itulah ulasan singkat mengenai rangkaian peristiwa penting dan ajaib Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, lengkap dengan tafsir dan hikmah dibaliknya. Semoga bermanfaat ya!

Artikel ini ditulis oleh Aldekum Fatih Rajih, peserta magang Prima PTKI Kementerian Agama RI.

6. Ditawarkan Susu dan Khamr

7. Abu Bakar Mendapat Gelar Istimewa

8. Diperlihatkannya Surga dan Neraka

9. Mendapat Perintah Salat 5 Waktu

Tafsir Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW

1. Isra Miraj merupakan Kehendak Allah

2. Isra Miraj Peristiwa yang Benar Terjadi