Polisi Bongkar Tambang Emas Ilegal di Muratara, Langsung Dimusnahkan

Posted on

menemukan tiga lokasi pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Usai penemuan tersebut, polisi pun membongkar pondok serta memusnahkan alat tambang di area PETI tersebut.

Tambang tersebut ditemukan oleh pihak Polres Muratara dan Brimob Petanang dengan menelusuri aliran sungai di wilayah Desa Pulau Kidak, Kecamatan Ulu Rawas, Muratara, Sumatera Selatan pada Kamis (28/8/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.

Kasat Intelkam Polres Muratara Iptu Baitul Ulum mengatakan di wilayah tersebut, pihaknya menemukan tiga lokasi tambang ilegal beserta alat-alat tambangnya.

“Namun dari penelusuran itu, kami tidak menemukan adanya aktivitas penambangan. Kami hanya menemukan bekas aktivitas PETI disana, tidak ada lagi kegiatan yang berjalan,” katanya saat dikonfirmasi infoSumbagsel, Jumat (29/8/2025).

Baitul menjelaskan di lokasi pertama, pihaknya menemukan empat alat mesin dompeng, satu box PETI, satu pondok bekas PETI, dan 15 keong (mesin pompa air). Di lokasi kedua ditemukan dua alat mesin dompeng, enam keong, satu box PETI dan satu pondok bekas para penambang emas ilegal.

Sedangkan di lokasi ketiga di Sungai Pinang, ditemukan empat box PETI, enam alat mesin dompeng, delapan keong, tiga jeriken minyak solar, sebuah cangkul, alat dulang emas dan sebilah parang.

“Untuk pondok-pondok itu langsung kita bongkar dan dihancurkan dengan cara dibakar. Kemudian alat-alat yang digunakan untuk melakukan penambangan emas ilegal kita hancurkan dan ditenggelamkan ke aliran sungai,” jelasnya.

Usai melakukan pemusnahan, kata Baitul, pihak kepolisian terus melakukan monitoring di aliran Sungai Rawas hingga malam hari. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi dengan isu adanya aktivitas PETI di wilayah Pulau Kidak.

“Monitoring dilakukan hingga malam hari sekitar pukul 18.00 WIB dan tidak ditemukan lagi adanya lokasi PETI. Maka dari itu kita juga mengimbau kepada masyarakat agar jangan terprovokasi lagi, tidak ada lagi aktivitas PETI di wilayah Pulau Kidak ini,” tuturnya.