Berawal dari memasang status WhatsApp berjualan kerupuk, kemplang hingga pempek khas Palembang, Abin pemuda asal Palembang, Sumatera Selatan kini mampu memproduksi pempek hingga ratusan kilogram dan mampu mengirim pempek hingga ke luar negeri.
Brand kuliner khas Palembang yang ia bangun bersama istrinya, Anisa, diberi nama oleh-oleh Palembang AA (Abin Anisa) yang beralamat di Jalan Pengeran Ayin, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin Sumatera Selatan.
Abin mengatakan, awalnya pada 27 Maret 2021 Abin hanya menjual kerupuk kemplang Palembang melalui status WhatsApp. Ternyata responnya cukup baik, banyak yang bertanya dan langsung membeli. Namun, saat itu banyak juga yang bertanya pempek.
“Jadi, karena saya dan istri tidak bisa membuat pempek. Jadi kami berinisiatif mengambil dengan orang lain mulai dari harga Rp 1.000 sampai Rp 2.000,” katanya, Jumat (23/1/2026).
Seiring berjalannya waktu, kata Abin, ternyata pempek yang diambil dengan orang lain ini kerap menimbulkan pertanyaan mulai dari ukuran dan rasa.
“Kadang rasanya enak kadang kurang dan kadang ukurannya pas,tapi kadang kecil kadang besar,” tuturnya.
Dari situ, pria lulus Politeknik Sriwijaya (Polsri) ini bersama istri memutuskan untuk membuat pempek sendiri. Bermodalkan video dari YouTube selama satu bulan belajar membuat pempek menjalani proses trial and error demi menemukan rasa dan ukuran yang pas serta konsisten.Hingga akhirnya pada 5 September 2021, kedua pasutri ini memutuskan untuk fokus memproduksi pempek dan membuka toko.
“Saya membuka toko dan memproduksi pempek di Jalan Rawa Sari kita Palembang selama dua tahun,” katanya.
Merasa masih kurang puas dengan pempek yang dibuat dan pesanan juga mulai banyak. Ia dan istri akhirnya memutuskan merekrut tenaga kerja yang bisa membuat pempek. Sementara untuk kerupuk dan kemplang, bahan bakunya masih mengambil dari orang di kawasan Soak, Kecamatan Sukarami Palembang.
“Di rumah peninggalan orang tua dengan tipe rumah ukuran 36 di Jalan Pengeran Ayin, Komplek Taman Sari 2, Talang Kelapa, Banyuasin, ia mulai fokus membangun usaha pempek bersama tenaga kerja yang pandai dan mahir di bidangnya,” katanya.
Di masa penjualan pempek ini, lanjut Abin semua orang tahu bahwa pempek berasal dari Kota Palembang. Penjualan pempek di tempat asalnya sangat kompetitif.
“Menjual pempek di tempat asalnya yang merupakan zona merah pasti sangat sulit karena saingan berat mulai dari rasa,ukuran dan harga. Namun kalau di luar pasti bisa dijual karena pempek ini sangat di sukai dan dikenal seluruh orang Indonesia,” ujarnya.
Akhirnya ia melebarkan sayap dengan menjual pempek melalui marketplace Shopee yang awalnya melalui live streaming. Ternyata responnya cukup baik meski sempat kebingungan karena menjual pempek saat itu dengan harga satuan.
“Marketplace Shopee banyak ibu-ibu yang memanfaatkannya dan pempek banyak yang suka tidak hanya orang Palembang saja. Jadi saya mulai aktif berjualan melakukan live streaming meski awalnya kebingungan menjual dengan harga satuan tapi lamban laun saja menjual per pcs sehingga memudahkan orang untuk mencicipi berbagai jenis pempek,” jelasnya.
Jika sebelumnya pempek dijual satuan atau per paket kecil, kini oleh-oleh Palembang AA menghadirkan pempek Instan dalam berbagai pilihan paket, mulai dari 10, 30, hingga 50 biji.
“Best seller itu yang isi 50 pcs dengan harga Rp 100 ribu. Pembeli sudah mendapatkan paket pempek berisi lenjer, kulit, telur kecil dan adaan,” ujarnya.
Untuk bahan baku, Abin menggunakan ikan tenggiri papa atau kalau di Palembang dikenal ikan kakap di mix dengan gabus. Dalam satu pengiriman, berat paket bisa mencapai 1,3 kilogram.
“Untuk saat ini pengiriman rutin menjangkau wilayah Jabodetabek dan paling jauh ke Maluku. Kalau ke luar negeri ke Hongkong dan Jerman. Kalau keluar negeri ini awalnya pesan dari Shopee karena mau order banyak jadi pesan lewat WhatsApp,” katanya.
Ditambahkan Apin, untuk sehari Pempek AA mampu memproduksi 130 pcs pempek dengan menggunakan lebih dari 1 ton ikan giling. Berbeda di bulan Ramadan bisa mencapai dua kali lipat menggunakan ikan giling.
“Kami produksi pempek setiap hari dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Hari Minggu libur. Tapi jika Ramadan tidak ada libur kita produksi setiap hari karena pesanan meningkat apalagi jelang berbuka puasa pemesanan melalui Shopee Instan banyak karena untuk berbuka puasa,” tuturnya.
Selain membuka penjualan pempek di Palembang dan juga marketplace. Pempek AA juga membuka cabang di Tanggerang.
“Jadi kalau ada yang ingin memesan dari Jabodetabek bisa kita kirim dari Tangerang. Karena kadang ada yang ingin COD dan di Tanggerang ada ekspedisi yang menyediakan mobil boks yang dingin jadi kalau refund kualitas pempek tetap terjaga,” pungkasnya.








