Harga pangan di pasar Kota Palembang diperkirakan naik menjelang bulan puasa Ramadan. Pemerintah Kota siapkan pasar murah dengan harga distributor.
Kepala Bidang Stabilisasi dan Sarana Distribusi Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Palembang, Elsa Noviani mengatakan, bahwa saat ini beberapa komoditas seperti cabai rawit, bawang merah, dan daging ayam sudah menunjukkan tren kenaikan.
“Khusus untuk cabai, kenaikan harga sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca dengan intensitas hujan tinggi yang menyebabkan stok cepat membusuk. Selain itu, kendala geografis seperti banjir di daerah pemasok juga menghambat distribusi barang ke Pasar Induk Palembang,” katanya saat dijumpai infoSumbagsel, Jumat (23/1/2026.
Elsa menjelaskan harga pangan pada bulan puasa Ramadan biasanya naik, hal itu berkaitan dengan supply dan demand yang terus meningkat.
“Bulan Ramadan biasanya memang ada kenaikan harga karena permintaan dan penawaran pangan, pada masyarakat yang meningkat untuk menu berbuka dan sahur, terutama pada komoditas seperti, telur, daging ayam, dan daging sapi. Apalagi kalau sudah mendekati Idul Fitri,” jelasnya.
Sebagai langkah menekan kenaikan harga pangan, Disdag Palembang telah menjadwalkan pelaksanaan pasar murah secara bergantian di 18 kecamatan.
“Upaya kita untuk menekan harga itu kita mengadakan pasar murah yang dilaksanakan di 18 kecamatan, yaitu kecamatan di Kota Palembang seluruhnya kita jadwalkan setiap hari bergantian sesuai dengan lokasi yang telah ditetapkan nantinya,” ujar Elsa.
“Di pasar murah itu dijual harga-harga sembako, harga-harga bahan pokok dijual dengan harga agen atau harga distributor,” sambungnya.
“Sejumlah daftar harga pangan yang terdapat di pasar murah nanti, antara lain seperti beras Bulog SPHP dengan harga sekitar Rp 57 ribu, Minyakita Rp 14 ribu dan tepung terigu mulai Rp 10 ribu,” tutup Elsa.
Artikel ini ditulis oleh Aldekum Fatih Rajih, peserta magang Prima PTKI Kementerian Agama RI.







