Pemerintah Kota Palembang berencana membangun sekolah rakyat dari SD-SMA di satu kawasan hingga menampung 1.000 siswa untuk mensukseskan program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto.
Kepala Dinas Sosial Kota Palembang Raimon Lauri mengatakan, saat ini proses pembangunan sekolah rakyat masih berada pada tahap finalisasi penentuan lokasi lahan.
“Kita kemarin bersama Wali Kota Palembang sudah audiensi ke Kemensos untuk meminta pembangunan Sekolah Rakyat di Palembang, rencananya sekolah itu dibangun dengan kapasitas sekitar 1.000 siswa untuk semua jenjang, mulai dari SD, SMP, sampai SMA,” katanya kepada wartawan, Senin (26/1/2026).
Dia menjelaskan, penyediaan lahan menjadi tanggung jawab Pemkot Palembang. Sementara itu, pembangunan fisik gedung akan dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Selatan, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis.
“Untuk lokasi lahan masih dalam proses penentuan. Nanti pembangunannya langsung ditangani Kementerian PUPR,” ungkapnya.
Terkait calon peserta didik, Raimon menyebut siswa sekolah rakyat direkrut dari keluarga kategori Desil 1 dan Desil 2. Pendataan dilakukan melalui koordinasi lintas instansi, melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Sosial, serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
“Setelah data terkumpul, akan disampaikan ke wali kota. Selanjutnya wali kota mengajukan ke kementerian terkait,” jelasnya.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Sementara itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan agar pembangunan Sekolah Rakyat bisa segera direalisasikan. Menurutnya, program ini menjadi bagian penting dalam memperluas akses pendidikan sekaligus mendukung agenda prioritas nasional.
” Program ini sangat bagus dan penting sebagai sarana pendidikan yang inklusif, sekaligus mendukung program Asta Cita Presiden. Kita dorong agar segera terealisasi,” tutupnya.







