Dinas Perdagangan Kota Palembang melakukan evaluasi serta menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menekan laju inflasi. Utamanya pada komoditas ayam dan telur yang mengalami kenaikan harga akibat tingginya permintaan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Bidang Stabilitas dan Sarana Distribusi Dinas Perdagangan Palembang, Elsa Noviani mengatakan salah satu upaya pengendalian inflasi dilakukan melalui pengaturan jadwal menu lauk pada dapur MBG.
“Permintaan MBG sangat masif. Karena itu, Pemkot Palembang bersama Bank Indonesia merancang solusi berupa pengaturan jadwal menu lauk di dapur MBG agar permintaan tidak menumpuk pada satu komoditas,” ujar Elsa, Senin (12/1/2026).
Menurut Elsa, harga ayam dan telur sulit turun sejak program MBG berjalan karena kedua komoditas tersebut menjadi sumber utama protein dalam menu makanan.
“Sejak MBG berjalan, harga telur dan ayam susah melandai. Permintaan meningkat karena banyak digunakan sebagai lauk berprotein,” jelasnya.
Selain tingginya permintaan, harga pakan ternak yang mahal serta cuaca buruk turut mempengaruhi produksi ternak. Kondisi ini menyebabkan pasokan berkurang dari kondisi normal, sementara kebutuhan pasar terus meningkat.
“Stok terbatas dan permintaan tinggi berdampak langsung pada kenaikan harga,” katanya.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Palembang bersama BI akan mengatur jadwal penggunaan bahan baku menu MBG. Misalnya, Senin dan Selasa menggunakan ikan, lalu pada Rabu dan Kamis ayam serta Jumat menu telur atau makanan kering.
“Pengaturan ini diharapkan bisa menekan lonjakan permintaan pada satu komoditas dalam waktu bersamaan,” kata Elsa.
Selain itu, upaya pengendalian inflasi juga dilakukan melalui pelaksanaan pasar murah di 18 Kecamatan.
“Pasar murah akan dimulai awal Ramadan hingga menjelang Idul Fitri,” pungkasnya.







