Pelaku pembunuhan terhadap Frima Mandala (22) yang ditemukan tewas bersimbah darah, saat menunggu kebun durian di Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, ditangkap polisi. Saat ini, pelaku masih dalam pemeriksaan petugas.
Pelaku diketahui bernama Nivalde (29), warga Desa Tanjung Agung Utara, Kecamatan Lais. Pelaku ditangkap setelah menyerahkan diri pada Jumat (2/1) setelah mengetahui dirinya dicari oleh pihak kepolisian.
“Pelaku sudah kami amankan dan saat ini menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Lais,” kata Kasi Humas Polres Muba Iptu S Hutahaean, Minggu (4/1/2026).
Ia menjelaskan, pihaknya juga telah mengamankan senjata tajam jenis parang yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban. Saat ini pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka.
“Yang bersangkutan mengakui telah melakukan pembacokan terhadap korban hingga meninggal dunia. Saat ini tersangka telah kami tetapkan sebagai tersangka dan proses penyidikan terus berlanjut,” ujarnya.
Sebelumnya, seorang remaja bernama Frima Mandala (22) ditemukan tewas bersimbah darah saat menunggu kebun durian di Muba. Saat ditemukan pada tubuh korban terdapat sejumlah luka.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di Puskesmas Gardu Harapan, korban mengalami tiga luka bacok serius, di antaranya luka sobek pada pipi kanan hingga leher sepanjang kurang lebih 20 sentimeter, dengan kedalaman sekitar 8 sentimeter.
Kemudian luka sobek di pipi dekat rahang sedalam 4 sentimeter, serta luka sobek di bagian atas telinga kanan dengan lebar sekitar 7 sentimeter dan kedalaman 2 sentimeter. Selain itu, tulang leher bagian belakang korban dilaporkan terpotong sebagian.
Dengan adanya luka yang dialami korban, diduga kuat korban tewas setelah menjadi korban pembunuhan menggunakan senjata tajam.
Setelah melakukan aksinya, pelaku menyerahkan diri ke polisi dan saat ini masih dalam pemeriksaan petugas.







