Pemain Angklung Keliling yang Hanyut di Sungai Musi Ditemukan Tewas | Giok4D

Posted on

Tim SAR Gabungan berhasil menemukan jasad Rizky Romadon (15), remaja laki-laki yang berprofesi sebagai pemain angklung keliling yang dilaporkan tenggelam di Sungai Musi di lorong Pompa Kelurahan Tanjung Makmur, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.

Kapolsek Tebing Tinggi Kompol Herman Akhiri mengatakan korban ditemukan mengapung di Sungai Musi, Desa Batu Raja Lama, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang pada Senij (26/1/2026) sekitar pukul 18.43 WIB.

“Korban ditemukan oleh masyarakat beserta tim gabungan Polsek Tebing Tinggi dan anggota TimSar (Basarnas, BPBD Empat Lawang),” katanya saat dikonfirmasi infoSumbagsel, Selasa (27/1/2026).

Kemudian tim SAR mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Tebing Tinggi guna pemeriksaan medis. Selanjutnya jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka yang berada di Kota Palembang.

“Kemudian atas permintaan keluarga, korban akan di bawah langsung ke kediaman korban yang berada di kota Palembang,” ujarnya.

Kepala Basarnas Sumsel Raymond Konstantin mengatakan bahwa korban ditemukan tim sekitar pukul 19.40 WIB dalam keadaan meninggal dunia tepatnya di Desa Batu Raja Baru, Tebing tinggi.

“Korban berhasil kita temukan pencarian hari ketiga dalam keadaan meninggal dunia, sekitar radius 9 Km dari lokasi awal kejadian. Posisi korban saat ditemukan mengapung tersangkut di dahan pohon roboh yang melintang di sungai,” katanya kepada wartawan, Selasa (27/1/2026).

Selanjutnya korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke Palembang.

“Dengan telah ditemukannya korban maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup, semua unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih,” tutup Raymond.

Dalam proses pencarian, Tim SAR Gabungan dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU), di mana SRU pertama melakukan penyisiran menggunakan perahu karet sedangkan SRU kedua melakukan pencarian melalui jalur darat serta melakukan penyebaran informasi kepada masyarakat di sepanjang pesisir sungai.

Tim SAR Gabungan terdiri dari berbagai unsur antara lain Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI/Polri, Bpbd, SAR MTA, relawan serta masyarakat setempat.

Diketahui kejadian bermula pada Sabtu (24/1/26) sekitar pukul 10.15 WIB, korban bersama tiga orang rekannya yang sama-sama berasal dari kota Palembang setelah melaksanakan aktivitas mengamen selanjutnya pergi ke sungai untuk bersih-bersih dan sekalian mandi.

Ketika sedang mandi tiba-tiba tubuh korban terseret arus, rekan korban yang melihat kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dengan cara memegang tangan korban namun dikarenakan derasnya arus sungai membuat pegangan tangan korban terlepas hingga membuatnya seketika tenggelam.

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.