Kapolda Irjen Hendro Pandowo menemui ratusan driver ojek online (Ojol) Bangka Belitung (Babel) yang menggelar aksi solidaritas di Kota Pangkalpinang. Irjen Hendro menyatakan siap menyampaikan tuntutan driver ojol terkait tewasnya Affan Kurniawan kepada Kapolri.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
“Ada empat tuntutan yang disampaikan rekan-rekan pertama, proses semua (anggota) yang terlibat. Kedua, transparansi, terbuka, jelas, dan pecat kalau tidak rekan-rekan akan melakukan aksi lagi,” jelas Irjen Hendro, Sabtu (30/8/2025).
“Empat tuntutan ini saya akan bawa ke Jakarta dan disampaikan kepada Kapolri. Semoga Bangka Belitung tetap aman dan kondusif,” timpalnya.
Hendro menyampaikan duka cita yang mendalam dan pemintaan maaf atas meninggalnya Affan. Dia juga menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut.
“Sebagai Kapolda Babel, Saya tentunya sangat menyesal dan prihatin atas kejadian itu. Dan mohon maaf yang sebesar-sebarannya meskipun kejadian itu ada di Jakarta,” ujarnya.
“Kita doakan semoga almarhum Affan husnul khatimah segala amal ibadahnya diterima Allah SWT dan diampuni dosanya serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran,” sambungnya.
Pantau infoSumbagsel di lokasi, pada Sabtu malam, aksi solidaritas tersebut diawali dengan menyalakan seribu lilin, doa bersama hingga pembacaan tuntutan atas tewasnya Affan Kurniawan, driver ojol yang terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat demo ricuh di Jakarta.
Kapolda datang dengan mengendarai sepeda motor milik anggotanya, Briptu Rama yang juga seorang driver ojol selapis berdinas di Mapolda Babel. Tak sampai di situ, ia tampak mengenakan jaket ojol.
Kedatangan disambut riuh para driver ojol yang sedang melangsungkan para peserta aksi. Ia langsung bergabung dengan massa dan ikut doa bersama.
“Atribut ojol karena empati, kita harus merasakan apa yang dirasakan oleh rekan-rekan ojol. Profesi ojol adalah pekerjaan yang mulia, salam satu aspal,” kata Hendro menjawab alasan kenapa mengenakan atribut ojol.
Hendro menceritakan perjalanan mengendarai sepeda motor menuju dari Polda Babel ke Tugu Titik Nol Kilometer Kota Pangkalpinang. Kata dia, pekerjaan ojol memang tidak mudah.
“Jadi saya tadi merasakan sebagai driver ojol dari Polda ke sini 6 kilometer, tentunya tidak mudah mencari rezeki untuk menghidupi keluarga mereka. Ojol tetap pekerjaan yang mulia dan pahlawan bagi keluarganya,” terangnya.
Dilihat di sejumlah postingan di akun medsos Polda, Hendro terlihat kerap berinteraksi dengan driver ojol. Bahkan, ia mengenal beberapa rekan-rekan driver ojol yang berasal dari luar daerah, seperti Lampung, Palembang, hingga Jawa.
“Kedekatan saya dengan driver ojol ini bukan hanya saat ini saja. Setiap kali bertemu, berjumpa di jalan, di Polda, saya selalu menegur, menyapa sehingga saya tahu ada juga yang dari luar,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Gerakan Roda Dua (Garuda) Babel Charles Halawa mengapresiasi langkah Kapolda yang langsung merespons tuntutan para driver.
“Harapan kita dengan datangnya Bapak Kapolda, Kita bersyukur Beliau cukup merespons apa yang terjadi saat ini dan antusias dari teman-teman Beliau menghargai. Bahkan yang terjadi saat ini bukan kami yang merasakan, Beliau juga merasakan karena ikut hadir,” ucapnya.
Senada dengan Charles, Ketua Umum Unit Reaksi Cepat Driver Online Pangkalpinang Revi Setiawan mengatakan dia bersama rekan-rekan ojol tak ragu lagi atas respons Kapolda turun langsung.
“Terkait kepedulian Kapolda, ini bukan pertama kali. Karena beberapa kali kegiatan sosial itu ojol selalu diperhatikan oleh Kapolda. Artinya kami tidak ragu lagi komitmen Kapolda yang akan selalu menjadi ojol ini sebagai mitra (termasuk akan menyampaikan tuntutan kami),” singkatnya.