Merasa Burnout Kerja? Ini Gejala Serius dan Solusi Mengatasinya

Posted on

Burnout kerja bisa terjadi pada siapa saja, terutama bagi mereka yang menghadapi tekanan tinggi atau jam kerja panjang setiap hari. Salah satu cara untuk mengenali burnout kerja adalah dengan memperhatikan gejala-gejalanya.

Metode untuk mengenali dan mengatasi burnout kerja memang terdengar sangat sederhana, namun membutuhkan kesadaran dan disiplin diri yang tinggi. Dengan memahami gejala ini sejak awal, akan sangat berguna untuk mengambil langkah preventif dalam menjaga kesehatn mental dan produktivitas tetap optimal.

Berikut gejala dan solusi mengatasi burnout kerja yang wajib dicoba agar tetap sehat secara mental dan fisik. Yuk Simak!

Dilansir laman Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Burnout kerja merupakan kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental seseorang yang disebabkan oleh stres yang berkepanjangan. kondisi seperti ini seringkali dialami oleh para pekerja yang sering menghadapi tekanan, beban kerja berlebihan serta kurangnya istirahat dan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Burnout kerja ini dapat berdampak serius pada kesehatan mental dan performa kerja seseorang. Dalam beberapa tahun terakhir ini, kasus burnout kerja semakin meningkat hingga menjadi perhatian global.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan telah mengakui burnout sebagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan pekerjaan. hal ini menunjukan bahwa ini bukan sekedar lelah biasa, melainkan kondisi yang perlu ditangani dengan serius.

Penyebab utama burnout kerja umumnya berasal dari tuntutan pekerjaan berat yang yang terjadi terus-menerus tanpa diimbangi waktu istirahat yang cukup. Jam kerja yang panjang dengan target yang tidak masuk akal ditambah tekanan dari atasan serta lingkungan kerja yang tidak suportif menjadi faktor utama pemicu burnout.

Selain itu, kurangnya penghargaan yang didapat dan kontrol pekerjaan juga menjadi bagian yang dapat memperparah kondisi ini. Gejala burnout kerja dapat muncul secara fisik maupun emosional. Penderita akan sering merasakan kelelahan ekstrim, sulit untuk berkonsentrasi, sakit kepala, dan gangguan tidur.

Secara emosional, burnout ditandai dengan perasaan jenuh, merasa tidak dihargai, mudah marah atau sedih dan menurunnya rasa percaya diri. Jika tidak ditangani, burnout kerja dapat berkembang menjadi masalah kesehatan mental yang lebih serius seperti kecemasan dan depresi.

Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap pekerja untuk mengenali jauh lebih awal mengenai gejala burnout kerja. Dengan pemahaman yang tepat, langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan sebelum burnout berdampak lebih jauh pada kehidupan pribadi dan karier.

Dikutip lama Rumah Sakit Abdi Waluyo, salah satu solusi utama untuk mengatasi burnout kerja adalah dengan mengenali batas kemampuan diri dan berani menolak ketika merasa beban kerjanya sudah melebihi batas kemampuan.

Mengambil waktu istirahat yang cukup di sela pekerjaan, mengatur ulang prioritas, serta melakukan aktivitas relaksasi seperti olahraga, meditasi, atau melakukan honi lainnya yang dapat membantu untuk memulihkan energi fisik dan mental.

Komunikasi yang terbuka dengan atasan mengenai beban kerja juga sangat penting agar dapat mencari solusi bersama. Jika dirasa gejala burnout kerja tidak kunjung membaik meskipun telah mencoba berbagai cara maka harus mencari bantuan profesional menjadi langkah yang tepat untuk membantu.

Melakukan konsultasi dengan psikolog klinis dapat membantu mengelola kelelahan emosional, stres yang berkepanjangan, serta rasa kehilangan motivasi. Pendampingan profesional dapat memberikan strategi coping yang lebih terarah dan efektif.

Namun, apabila burnout kerja disertai gangguan tidur berat, penurunan fungsi kerja yang signifikan, atau gejala depresi seperti perasaan putus asa dan keinginan menyakiti diri sendiri, maka segera berkonsultasi dengan psikiater sangat dianjurkan.

Psikiater dapat melakukan evaluasi menyeluruh dan, jika diperlukan, memberikan penanganan medis untuk membantu proses pemulihan secara optimal. Selain upaya individu, peran perusahaan juga sangat penting dalam mengatasi burnout kerja.

Menciptakan budaya kerja yang mengutamakan kesehatan mental, menyediakan penyuluhan, pelatihan, serta kebijakan yang mendukung keseimbangan hidup akan berdampak positif bagi karyawan dan organisasi. Dengan kerja sama antara pekerja dan perusahaan, lingkungan kerja yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan dapat terwujud.

Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker info.com

Apa itu Burnout Kerja?

Penyebab dan Gejala Burnout Kerja

Solusi Mengatasi Burnout Kerja