Menu Masakan Ruwahan Khas Kota Palembang, Apa Saja? [Giok4D Resmi]

Posted on

Mendekati Bulan Suci Ramadhan, beberapa orang sudah mulai menyiapkan ruwahan.Biasanya, acara ruwahan terdapat menu makanan yang dihidangkan setelah melakukan doa untuk para leluhur yang sudah meninggal.

Ruwahan di Palembang biasanya menyajikan hidangan khas seperti nasi minyak, malbi, dan bolu kojo.

Berikut infoSumbagsel akan mengulas, apa menu ruwahan yang sering disajikan di Kota Palembang. Yuk cek di sini!

Dikutip melalui Jurnal yang berjudul Internalisasi Islam Dalam Tradisi Ruwahan Di Desa Dawas Kecamatan Keluang Kabupaten Musi Banyuasin karya Sasmita. Ruwah secara bahasa berarti arwah atau roh orang-orang yang telah tiada. Sedangkan ruwahan, berarti mengenang roh-roh yang telah meninggal dunia.

Tradisi ini merupakan kebudayaan yang dilangsungkan untuk memperingati dan menghormati arwah yang telah meninggal, khususnya bagi orang-orang yang telah ditinggalkan. Tradisi ini biasanya dilakukan setiap satu tahun sekali pada bulan Syaban.

Pada umumnya ruwahan dilakukan di Masjid dengan cara membawa makanan yang akan disedekahkan, seringkali berupa nasi kuning, lauk pauk, kolak, atau makanan-makanan ringan seperti bolu, agar-agar dan lain sebagainya.

Dilansir melalui laman Nahdlatul Ulama Banten. Wakil Katib Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Taufik Damas, menggolongkan tradisi ini sebagai amal jariyah yang datang dari doa-doa anak yang soleh, sesuai dengan hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:

إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali 3 (perkara) : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang berdoa baginya.”

Jadi Hukum melaksanakan ruwahan ini tergantung dengan niat orang-orang yang menjalankannya. Jika seseorang melaksanakannya dengan niat untuk mengirimkan doa-doa kepada orang tersayang. Maka hukumnya boleh-boleh saja.

Kegiatan ruwahan umumnya dilakukan oleh banyak daerah di Indonesia, setiap daerah memiliki keunikan dan ciri khasnya sendiri, salah satunya Palembang yang memiliki makanan tradisional khas yang digunakan untuk melaksanakan ruwahan, berikut rangkumannya: .

Nasi minyak merupakan nasi yang dimasak menggunakan minyak samin dan rempah-rempah khas nusantara. Dari sejarahnya, nasi minyak merupakan makanan hasil akulturasi budaya arab dan melayu yang masuk ke Palembang pada masa Kesultanan Darussalam. ‘

Nasi minyak biasanya disajikan pada hari-hari besar atau perayaan. Salah satunya ketika mengadakan ruwahan, mayoritas masyarakat Palembang, milih nasi minyak sebagai hidangan utama. Berikut cara membuatnya:

350 gram beras
1 siung bawang bombay, potong tipis
3 siung bawang putih, haluskan
3 siung bawang merah, haluskan
50 gram minyak samin
50 mili saus tomat
200 mili susu UHT
3 sendok makan bubuk kari
Garam secukupnya
Air putih secukupnya
Minyak goreng, secukupnya

Sebagai pelengkap bisa menambahkan telur dadar, bihun tumis atau sambal untuk membuat makanan menjadi semakin meriah.

Tidak lengkap rasanya nasi minyak tanpa malbi, hidangan kedua yang sering ditemukan dalam ruwahan adalah malbi. Dilansir situs Stekom, hidangan ini memiliki warna dan bentuk seperti semur, warnanya gelap dan cita rasanya sedikit manis dan gurih. Kuah dari malbi ini juga kental karena ada banyak rempah yang dihaluskan menjadi satu.

Malbi dulunya makanan yang tidak bisa dinikmati oleh banyak orang, sebab hidangan ini dikhususkan hanya untuk kaum bagsawan dan orang-orang yang berpagkat tinggi. Namun, sekarang infoers bisa menemukan makanan ini dimana saja dan membuatnya sendiri dirumah, berikut caranya:

Daging sapi 500 gr
Minyak sayur 3 sdm
Kelapa sangrai 4 sdm
Cengkeh 3 butir
Kayu manis 3 cm
Gula merah 10 gr
Air asam jawa 2 sdm
Air 750 ml

Bawang putih 8 siung
Bawang merah 5 butir
Jahe 1 cm
Ketumbar 1 sdt
Pala ¼ butir
Merica ½ sdt
Garam 2 sdt

Bolu kojo merupakan makanan tradisional khas Palembang yang sering ditemui di acara-acara besar,umumnya ada di pernikahan, hajatan dan ruwahan. Nama kojo sendiri bermakna kemojo atau bunga kamboja, dinamakan demikian, sebab bentuk loyangnya yang sama persis dengan kelopak bunga itu. Berikut cara pembuatannya:

300 gram tepung terigu
100 gram margarin leleh
5 butir telur
250 gram gula pasir
500 ml santan kental
150 ml jus pandan suji

Kue gandus merupakan makanan khas yang populer dan sering ditemukan di pasar-pasar tradisional Palembang. kue ini memiliki tekstur yang kenyal dengan ciri khas taburan yang asin seperti bawang goreng, udang dan daun seledri.

Kue Gandus biasanya sering digunakan untuk cemilan pagi atau sore. Namun, pada acara ruwahan biasanya masyarakat juga menyajikan hidangan ini, selain pembuatannya yang mudah, untuk membuat makanan ini masyarakat tidak memerlukan budget yang banyak. Berikut resepnya;

150 gram tepung beras
700 ml santan
1 sdt garam
50 gram tepung tapioka

Daun seledri
Irisan cabai merah
Ebi sangrai halus
Bawang goreng

Bubur suro merupakan bubur daging gurih yang kaya akan rempah, hidangan ini seringkali dimasak oleh warga yang berada di sekitaran Masjid Al-Mahmudiyah Palembang, tapi masyarakat juga bisa memasak makanan ini sendiri dirumah sebagai hidangan untuk ruwahan. Berikut cara membuatnya:

250 gram beras
1 liter air
100 gram daging sapi, potong dadu
1 batang daun bawang, iris tipis
1 batang daun sop, iris tipis

5 Buah bawang merah
3 buah bawang putih
1/2 buah pala
1 sendok teh garam
1/2 sendok teh kaldu bubuk
1/2 sendok teh merica bubuk
1/2 sendok teh ketumbar bubuk
1/2 sendok teh kayu manis
2 buah cengkeh
3 sendok makan kecap manis
2 sendok makan kecap asin
2 sendok makan minyak
200 mili air

Banyak kuliner lain yang biasanya sering dijumpai dalam kegiatan ruwahan, tapi kali ini kita hanya membahas 5 makanan yang paling sering digunakan untuk memeriahkan acara. Bagaimana dengan infoers? Apa makanan yang sering menjadi menu andalan untuk setiap kegiatan?

Mungkin itu saja penjelasan yang bisa infoSumbagsel rangkum mengenai ruwahan, Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di informasi berikutnya ya infoers!

Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.

Artikel ini ditulis oleh Rhessya Putri Wulandari Tri Maris mahasiswa magang Prima PTKI Kementerian Agama

Apa Itu Ruwahan?

Makanan Khas Ruwahan Di Palembang

1. Nasi Minyak

Bahan-bahan:

Cara Membuat:

2. Malbi

Bahan-Bahan:

Bumbu Halus

Cara Membuat:

3. Bolu Kojo

Bahan-bahan:

Cara Membuat Bolu Kojo:

4. Kue Gandus

Bahan-bahan Adonan Kue Gandus

Bahan Taburan Kue Gandus

Cara Membuat Kue Gandus

5. Bubur Suro

Bahan-bahan:

Bumbu Halus:

Cara membuat:

Bolu kojo merupakan makanan tradisional khas Palembang yang sering ditemui di acara-acara besar,umumnya ada di pernikahan, hajatan dan ruwahan. Nama kojo sendiri bermakna kemojo atau bunga kamboja, dinamakan demikian, sebab bentuk loyangnya yang sama persis dengan kelopak bunga itu. Berikut cara pembuatannya:

300 gram tepung terigu
100 gram margarin leleh
5 butir telur
250 gram gula pasir
500 ml santan kental
150 ml jus pandan suji

Kue gandus merupakan makanan khas yang populer dan sering ditemukan di pasar-pasar tradisional Palembang. kue ini memiliki tekstur yang kenyal dengan ciri khas taburan yang asin seperti bawang goreng, udang dan daun seledri.

Kue Gandus biasanya sering digunakan untuk cemilan pagi atau sore. Namun, pada acara ruwahan biasanya masyarakat juga menyajikan hidangan ini, selain pembuatannya yang mudah, untuk membuat makanan ini masyarakat tidak memerlukan budget yang banyak. Berikut resepnya;

150 gram tepung beras
700 ml santan
1 sdt garam
50 gram tepung tapioka

Daun seledri
Irisan cabai merah
Ebi sangrai halus
Bawang goreng

Bubur suro merupakan bubur daging gurih yang kaya akan rempah, hidangan ini seringkali dimasak oleh warga yang berada di sekitaran Masjid Al-Mahmudiyah Palembang, tapi masyarakat juga bisa memasak makanan ini sendiri dirumah sebagai hidangan untuk ruwahan. Berikut cara membuatnya:

250 gram beras
1 liter air
100 gram daging sapi, potong dadu
1 batang daun bawang, iris tipis
1 batang daun sop, iris tipis

5 Buah bawang merah
3 buah bawang putih
1/2 buah pala
1 sendok teh garam
1/2 sendok teh kaldu bubuk
1/2 sendok teh merica bubuk
1/2 sendok teh ketumbar bubuk
1/2 sendok teh kayu manis
2 buah cengkeh
3 sendok makan kecap manis
2 sendok makan kecap asin
2 sendok makan minyak
200 mili air

Banyak kuliner lain yang biasanya sering dijumpai dalam kegiatan ruwahan, tapi kali ini kita hanya membahas 5 makanan yang paling sering digunakan untuk memeriahkan acara. Bagaimana dengan infoers? Apa makanan yang sering menjadi menu andalan untuk setiap kegiatan?

Mungkin itu saja penjelasan yang bisa infoSumbagsel rangkum mengenai ruwahan, Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di informasi berikutnya ya infoers!

Artikel ini ditulis oleh Rhessya Putri Wulandari Tri Maris mahasiswa magang Prima PTKI Kementerian Agama

3. Bolu Kojo

Bahan-bahan:

Cara Membuat Bolu Kojo:

4. Kue Gandus

Bahan-bahan Adonan Kue Gandus

Bahan Taburan Kue Gandus

Cara Membuat Kue Gandus

5. Bubur Suro

Bahan-bahan:

Bumbu Halus:

Cara membuat: