Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akan menertibkan Harga Pokok Minimum (HPM) timah. HPM ini untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Bangka Belitung (Babel).
“Dalam waktu dekat, saya akan mengeluarkan yang namanya Harga Pokok Minimum (HPM) untuk timah,” ujar Bahlil usai melantik Hidayat Arsani sebagai Ketua DPD Partai Golkar Babel periode 2025-2030 di Pangkalpinang, Minggu (25/1/2026).
“(Tujuannya) supaya kita menjaga harga timah baik, rakyat tidak dibohongi, supaya rakyat harganya tidak dibeli dengan murah,” timpalnya.
Menurut Bahlil, penerbitan harga pokok minimum timah sekaligus untuk membenahi tata kelola pertambangan timah, termasuk untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Babel. Kata dia, Provinsi Babel merupakan provinsi yang memiliki sumber daya alam luar biasa, khususnya timah.
“Saya tau sekarang kondisi dinamika yang cukup dinamis. Maka saya sebagai Menetri ESDM, sudah melakukan komunikasi dengan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya, tidak lama lagi kita akan membuat regulasinya (HPM),” katanya.
“Untuk segera menata ulang, untuk kebaikan dan kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung dalam rangka pemberdayaan, optimalisasi terhadap produksi timah kita,” sambungnya.
Bahlil menegaskan, investasi harus tumbuh bersama-sama. Terutama perekonomian masyarakat juga harus ikut berkembang hingga kesejahteraannya meningkat.
“Supaya pengusahanya bagus, tapi rakyatnya juga bagus. Jangan pengusaha bagus, rakyatnya tidak dibuat baik, itu tidak boleh. Karena investasi itu harus tumbuh bersama-sama. Investasi tumbuh, begitu juga ekonomi masyarakat,” tegasnya.







