Mengenal Buah Duku dan Ragamnya, hingga Manfaatnya bagi Kesehatan

Posted on

Duku termasuk salah satu buah tropis yang berasal dari dataran Asia Tenggara. Berbagai riset penelitian menyebutkan banyak ragam manfaat buah duku bagi kesehatan tubuh.

Buah duku berasal dari genus Lansium dalam keluarga Meliaceae, satu kelompok dengan buah kokosan dan langsat. Meski memiliki banyak manfaat, buah duku akan menimbulkam efek samping jika dikonsumsi secara berlebihan.

Lalu, apa saja manfaat buah duku bagi kesehatan dan seperti apa efek samping yang perlu diperhatikan? Simak ulasan di bawah ya!

Buah duku termasuk buah lokal yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Saat matang, kulit buahnya berwarna kuning kecokelatan dengan rasa manis dan segar. Di dalamnya terdapat biji dengan ukuran yang bervariasi, yang bila tidak sengaja tergigit akan menimbulkan rasa pahit.

Di Indonesia, beberapa varietas duku yang dikenal luas antara lain duku Komering, duku Matesih, dan duku Condet. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, daerah penghasil duku terbesar berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) dan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), yang keduanya berada di Provinsi Sumatera Selatan.

Dilansir dari laman Giwang Sumsel, buah duku termasuk tanaman musiman dengan puncak panen yang biasanya terjadi pada akhir Januari hingga Februari, dan berakhir sekitar bulan Maret.

Tanaman duku umumnya tumbuh optimal di wilayah dengan curah hujan tinggi dan merata sepanjang tahun, yakni sekitar 1.500-2.500 mm per tahun, serta pada ketinggian hingga 650 meter di atas permukaan laut.

Di banyak daerah, budidaya duku masih dilakukan secara tradisional, sehingga waktu panen sangat bergantung pada kondisi alam. Dalam kondisi ideal, pohon duku baru mulai berbuah pada usia 10-15 tahun, dengan tinggi tanaman berkisar antara 3-5 meter.

Mengacu pada skripsi Program Studi Farmasi, Fakultas Sains, Farmasi, dan Kesehatan, Universitas Mathla’ul Anwar Banten tahun 2022 yang ditulis oleh Ugi Yughna, buah duku diketahui memiliki berbagai aktivitas farmakologis yang bermanfaat bagi kesehatan. Aktivitas tersebut meliputi antimalaria, antitumor, antikanker, antibakteri, antimelanogenesis, antimutagenik, serta antioksidan.

Sementara itu, berdasarkan skripsi Bagian Kedokteran Gigi dan Mulut, Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang tahun 2021 yang disusun oleh Jessi Miranda, kulit batang duku mengandung sejumlah senyawa aktif, seperti alkaloid, saponin, triterpenoid, tanin, fenol, dan flavonoid. Senyawa tersebut berperan penting dalam proses penyembuhan luka.

Tanin merupakan salah satu fitokonstituen utama yang berfungsi sebagai astrigen, sehingga membantu mempercepat penyembuhan luka. Sementara itu, flavonoid memiliki efek antimikroba dan antioksidan, serta berperan dalam fase proliferasi dengan cara menstimulasi pertumbuhan fibroblas.

Temuan tersebut sejalan dengan hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Biologi Papua Vol. 5 No. 2 oleh Laila Hanum dan Rina S. Kasiamdari, yang menyebutkan bahwa kulit kayu tanaman duku telah lama dimanfaatkan di Indonesia sebagai obat tradisional untuk mengatasi disentri, diare, malaria, serta sebagai penawar racun kalajengking.

Buah duku mengandung beragam zat gizi yang berperan penting dalam menjaga fungsi tubuh. Dalam takaran sekitar 100 gram, buah duku menyediakan kandungan nutrisi sebagai berikut:

Kandungan gizi tersebut menjadikan buah duku tidak hanya menyegarkan, tetapi juga bermanfaat bila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.

Buah duku tidak hanya menyegarkan, tetapi juga mengandung sejumlah nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Beberapa manfaatnya antara lain:

Kandungan karbohidrat alami dalam buah duku dapat membantu menambah energi dan mengurangi rasa lelah.

Buah duku mengandung serat yang berperan dalam melancarkan sistem pencernaan serta mencegah sembelit.

Kandungan vitamin C dalam buah duku membantu memperkuat sistem imun dan melindungi tubuh dari infeksi.

Antioksidan dalam buah duku berperan dalam melawan radikal bebas yang dapat mempercepat penuaan dini.

Mineral seperti kalium yang terkandung dalam buah duku berperan dalam menjaga keseimbangan tekanan darah.

Meski memiliki banyak manfaat, konsumsi buah duku tetap perlu dibatasi, berdasarkan laman Giwang Sumsel, diketahui bahwa menyantap buah duku ketika cuaca sedang hujan dapat menyebabkan meningkatnya intensitas buang air kecil.

Selain itu, terdapat sejumlah efek samping yang dapat muncul jika mengonsumsi buah duku secara berlebihan, antara lain sebagai berikut:

Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan perut kembung, begah, sembelit akibat kandungan serat dan getahnya.

Buah duku memiliki rasa manis alami, sehingga penderita diabetes perlu membatasi konsumsinya agar kadar gula darah tetap terkontrol.

Biji buah duku mengandung senyawa pahit yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi karena dapat mengganggu pencernaan.

Pada sebagian orang, konsumsi duku dalam jumlah banyak dapat menimbulkan sensasi panas di tenggorokan atau mulut.

Nah infoers, itulah ulasan mengenai ragam manfaat buah duku, serta efek sampingnya bagi kesehatan tubuh. Semoga bermanfaat ya!

Artikel ini ditulis oleh Aldekum Fatih Rajih, peserta magang Prima PTKI Kementerian Agama RI.

Mengenal Buah Duku

Musim Panen Buah Duku

Sejumlah Riset Farmasi Mengenai Tanaman Buah Duku

1. Kandungan Farmakologis Buah Duku

2. Dapat Bermanfaat sebagai Obat Luka

3. Sebagai Penawar Racun

Kandungan Gizi Buah Duku

Manfaat Buah Duku bagi Kesehatan

1. Sumber energi alami

2. Mendukung kesehatan pencernaan

3. Meningkatkan daya tahan tubuh

4. Menjaga kesehatan kulit

5. Membantu menjaga kesehatan jantung

Efek Samping Konsumsi Buah Duku

1. Gangguan pencernaan

2. Kadar gula meningkat

3. Rasa pahit dari biji

4. Memicu panas dalam