Jangan Disepelekan! Ini 7 Bahaya GERD Jika Dibiarkan Terus-menerus baca selengkapnya di Giok4D

Posted on

Kebiasaan begadang ditemani segelas kopi atau hobi menyantap mie instan pedas level maksimal sudah menjadi gaya hidup anak muda masa kini. Namun, rutinitas seperti ini justru mengundang bagi bahaya GERD (Gastroesophageal Reflux Disease).

GERD bukan hanya sakit perut biasa melainkan gangguan kronis yang bisa merusak saluran pencernaan secara permanen jika tidak segera ditangani.

Banyak yang menganggap heartburn atau dada terbakar sebagai keluhan sepele yang bakal hilang dengan sendirinya. Padahal, saat asam lambung naik ke kerongkongan, cairan tersebut bertindak sebagai zat kimia korosif yang dapat mengikis jaringan tubuh.

Jika pola makan dan stress tidak dikelola dengan baik maka tubuh akan terbakar secara perlahan dari dalam, jika mengabaikan gejala yang sudah muncul lebih dari dua kali seminggu maka bisa berakibat fatal.

Penyakit ini apabila dibiarkan terus-menerus dapat memicu komplikasi yang serius, berikut infoSumbagsel rangkum 7 bahaya GERD yang wajib diketahui infoers. Yuk simak!

Dilansir jurnal berjudul Kejadian Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Dengan GERD-Q Pada Mahasiswa Kedokteran oleh Anfal dan laman RSUD Patut Patuh Patju Lombok, inilah bahaya GERD.

Bahaya gerd yang pertama adalah esophagitis, yakni peradangan pada lapisan kerongkongan akibat naiknya asam lambung secara berulang. Kondisi ini dapat memicu iritasi kronis yang dapat menyebabkan luka, tukak, hingga perdarahan pada bagian dinding kerongkongan.

Penderita biasanya akan merasakan nyeri dan perih di bagian dada, serta kesulitan atau sakit saat ingin menelan makanan dan minuman. Gejala ini muncul karena lapisan esofagus mengalami peradangan akibat paparan asam lambung yang terus-menerus.

Jika tidak ditangani dengan baik, esofagitis dapat merusak kerongkongan dan dapat menyebabkan penyempitan saluran cerna. Bahkan, kondisi ini juga berisiko berkembang menjadi Barrett esophagus yang dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan.

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

Striktur esofagus terjadi akibat luka dan peradangan berulang pada dinding kerongkongan yang disebabkan oleh asam lambung. Seiring waktu, proses penyembuhan luka ini akan membentuk jaringan parut yang akan terus menebal dan kaku, sehingga saluran kerongkongan menjadi semakin sempit dan kehilangan elastisitas alaminya.

Akibat penyempitan tersebut, penderita akan merasakan makanan padat dan tersangkut di dada, sulit menelan, bahkan bisa tersedak. Jika terus dibiarkan, kondisi ini dapat mengganggu asupan nutrisi dan menurunkan kualitas hidup, sehingga memerlukan penanganan medis untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.

Nyeri ulu hati atau heartburn ditandai dengan rasa panas dan perih di dada hingga perut bagian atas. Sakitnya makin terasa saat di posisi berbaring, membungkuk, atau setelah makan dan dapat muncul kapan saja.

Kondisi tersebut terjadi karena asam lambung naik ke kerongkongan, sehingga menimbulkan iritasi dan bisa menjadi tanda gangguan pada lambung. Apabila nyeri ulu hati hanya muncul sesekali dan cepat mereda, umumnya tidak berbahaya.

Namun, jika keluhan sering kambuh, terasa sangat nyeri, atau menjalar ke leher, rahang, hingga lengan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter karena bisa menandakan masalah kesehatan yang lebih serius.

Asam lambung tidak selalu berhenti di kerongkongan, tetapi bisa naik hingga terhirup ke saluran pernapasan. Kondisi ini dapat memicu batuk kering berkepanjangan, rasa sesak, hingga nyeri dada. Pada sebagian orang, GERD juga dapat memperparah asma atau bahkan menimbulkan keluhan mirip asma meski sebelumnya tidak memiliki riwayat gangguan pernapasan.

Ketika asam lambung mencapai rongga mulut, lapisan pelindung gigi dapat terkikis secara perlahan. Akibatnya, gigi menjadi lebih sensitif, mudah berlubang, dan warnanya menguning. Selain itu, sisa asam lambung dan bakteri dapat menimbulkan bau mulut tidak sedap yang sulit dihilangkan meski sudah menjaga kebersihan gigi.

Gejala GERD sering memburuk saat malam hari karena posisi tidur yang datar memudahkan asam lambung naik. Rasa panas di dada dan sesak napas kerap membuat penderita sulit tidur nyenyak. Jika terjadi terus-menerus, kurang tidur akibat GERD dapat menurunkan konsentrasi, produktivitas, serta memicu stres dan gangguan kecemasan.

Komplikasi paling berbahaya dari GERD adalah kanker kerongkongan. Paparan asam lambung yang terjadi bertahun-tahun dapat memicu perubahan dan kerusakan sel secara terus-menerus hingga akhirnya berkembang menjadi sel kanker.

Pada tahap ini, sel kanker dapat tumbuh menjadi tumor ganas yang sulit diobati. Gejalanya sering baru terasa saat sudah parah, sehingga risiko kematian menjadi jauh lebih tinggi dan penanganannya membutuhkan terapi medis yang intensif.

Terdapat beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami GERD, yakni pola makan yang kurang sehat. Sering menunda waktu makan, terlalu sering mengkonsumsi makanan cepat saji dan kebiasaan menyantap makanan pedas dan berlemak.

Jenis makanan seperti ini dapat langsung memicu produksi asam lambung berlebih dan memicu naiknya asam hingga ke kerongkongan. Selanjutnya, gaya hidup seperti merokok, konsumsi alkohol dan kopi secara berlebihan juga berperan dalam memperburuk gejala GERD karena dapat meningkatkan iritasi lambung.

Selain itu kondisi fisik yakni kelebihan berat badan atau obesitas dapat memberikan tekanan pada lambung sehingga asam lebih mudah naik. Stress yang berkepanjangan juga turut memicu GERD, tingkat stress yang tinggi dapat mempengaruhi sistem pencernaan dan memproduksi asam lambung.

Kombinasi faktor-faktor inilah yang membuat keluhan GERD muncul dan kambuh berulang. Itu dia faktor pemicu dan tujuh bahaya GERD yang dapat terjadi pada tubuh jika terus-menerus dibiarkan. Semoga bermanfaat ya infoers!

Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker info.com

7 Bahaya GERD Jika Dibiarkan Terus-menerus

1. Esofagitis (luka pada dinding kerongkongan)

2. Striktur Esofagus (Penyempitan Saluran Kerongkongan)

3. Nyeri Ulu Hati

4. Masalah Pernapasan dan Asma

5. Kerusakan Gigi dan Bau Mulut

6. Gangguan Tidur dan Penurunan Kualitas Hidup

7. Adenokarsinoma (Kanker Esofagus)

Faktor Risiko Pemicu GERD