Kerusakan jalan yang tak kunjung teratasi di kawasan Pasar 7 Ulu, Palembang, kian meresahkan para pedagang dan pengunjung pasar. Kondisi jalan yang berlubang dalam dan miring telah menyebabkan rentetan kecelakaan, mulai dari pengendara motor yang terjatuh hingga becak pengangkut barang yang terbalik, sehingga mengganggu aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Para pedagang menyebutkan bahwa kerusakan jalan ini bukan masalah baru, melainkan sudah terjadi sejak tahun 2024 silam. Meski telah berlangsung cukup lama, kondisi jalan justru semakin memburuk akibat cuaca ekstrem dan tingginya volume kendaraan berat yang melintas untuk mengangkut kebutuhan logistik pasar setiap harinya.
Deni, salah seorang pedagang di Pasar 7 Ulu, mengungkapkan bahwa miringnya kondisi jalan ditambah lubang yang tidak terlihat saat tergenang air hujan sangat membahayakan nyawa pengendara. Ia menyaksikan sendiri bagaimana banyak pembeli yang merasa ngeri atau ragu-ragu untuk melintasi jalur tersebut karena takut terjatuh atau menabrak lubang.
“Jalan ini sudah jelek sekali dan posisinya miring. Kalau musim hujan lubangnya tertutup air, jadi tidak ketahuan kalau ada bahaya di depan. Banyak motor yang jatuh di sini, bahkan becak yang bawa barang juga ada yang sampai terbalik karena jalanan yang tidak rata,” keluh Deni saat ditemui di lokasi, Selasa (13/1/2026).
Pedagang berharap pemerintah dapat memberikan solusi cepat dan permanen, terutama mengingat bulan Ramadan yang sudah semakin dekat. Pada momen tersebut, biasanya jumlah pengunjung pasar akan meningkat drastis, sehingga akses jalan yang mulus menjadi harga mati demi kenyamanan lalu lalang warga dan pedagang.
“Kami cuma ingin jalannya segera diperbaiki supaya pembeli tidak ragu lagi datang ke sini. Apalagi mau masuk bulan puasa, kalau jalan sudah bagus, pembeli nyaman dan aktivitas pasar jadi lancar lagi. Bahaya sekali kalau dibiarkan terus seperti ini,” tambahnya.
Faktor lingkungan seperti tumpahan air dari dagangan ikan di pasar diakui pedagang turut andil dalam mempercepat kerusakan aspal. Mereka berharap perbaikan kali ini dibarengi dengan sistem drainase yang baik agar air tidak lagi menggenang dan merusak struktur jalan yang baru saja diperbaiki nantinya.
Saat ini, para pedagang menyambut baik kehadiran pihak PUPR dan Camat yang telah melakukan survei lokasi. Mereka sangat berharap janji perbaikan dalam minggu ini benar-benar terealisasi, sehingga Pasar 7 Ulu dapat kembali menjadi tempat belanja yang aman, nyaman, dan bebas dari ancaman kecelakaan akibat infrastruktur yang rusak.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang bergerak cepat menanggapi keluhan masyarakat terkait kerusakan infrastruktur jalan di kawasan Pasar 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Camat Seberang Ulu I, tim teknis dari Bidang Bina Marga terjun langsung ke lapangan hari ini untuk melakukan survei dan pengukuran titik-titik kerusakan guna mempersiapkan eksekusi perbaikan dalam waktu dekat.
Pemerintah Kota Palembang mengonfirmasi bahwa penanganan jalan di lokasi tersebut merupakan prioritas mendesak (urgent) mengingat fungsinya sebagai akses utama ekonomi masyarakat. Camat Seberang Ulu I, Hijrun, secara aktif memantau kondisi di lapangan dan memastikan bahwa aspirasi warga telah diteruskan kepada pihak PUPR agar segera mendapatkan tindak lanjut secara konkret.
Pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rutin Bidang Bina Marga, Mukhlis Robi, menjelaskan bahwa struktur jalan di Pasar 7 Ulu sebelumnya merupakan beton yang dilapisi aspal. Untuk penanganan cepat, tim akan melakukan mekanisme perbaikan berupa pemberian agregat yang kemudian langsung ditutup dengan pengaspalan ulang (patching) pada titik-titik yang berlubang.
“Langkah ini adalah penanganan darurat yang paling efektif saat ini. Jika harus diperbaiki secara keseluruhan, diperlukan anggaran yang lebih besar melalui pergeseran anggaran, namun untuk skala urgen ini kami gunakan anggaran rutin APBD agar bisa segera dinikmati warga,” ujar Robi dan timnya saat melakukan pengukuran di lokasi, Selasa (13/1/2026).
PUPR menargetkan eksekusi pengerjaan dapat dimulai dan diselesaikan dalam minggu ini juga. Target ini dipatok agar seluruh mobilitas masyarakat saat menyambut bulan suci Ramadan tidak lagi terhambat oleh kondisi jalan yang buruk, yang selama ini menjadi momok bagi para pengguna jalan.
Secara teknis, PUPR mengidentifikasi bahwa penyebab utama kerusakan adalah genangan air hujan yang diperparah oleh tumpahan air limbah ikan dari aktivitas pedagang pasar. Genangan air yang terus-menerus merendam aspal, ditambah beban kendaraan angkutan barang yang berat, membuat lapisan jalan cepat mengelupas dan membentuk lubang-lubang dalam.
Guna mengantisipasi kerusakan serupa di masa depan, PUPR akan menerapkan teknik pengaspalan dengan kemiringan tertentu. Hal ini bertujuan agar air buangan dari aktivitas pasar tidak lagi menetap di badan jalan, melainkan langsung mengalir menuju saluran drainase di sekitarnya.
Terkait teknis pengerjaan di area pasar yang padat, budang PU memastikan tidak akan ada penutupan jalan secara total. Pengerjaan akan dilakukan secara bertahap, bahkan direncanakan pada malam hari, agar aktivitas jual beli dan distribusi barang di Pasar 7 Ulu tetap berjalan normal tanpa gangguan signifikan dari alat berat.
Pihak PUPR mengimbau kepada seluruh warga dan pengguna jalan untuk sementara waktu tetap berhati-hati saat melintasi area perbaikan. PUPR berkomitmen untuk terus memantau kualitas hasil perbaikan ini agar ketahanan jalan dapat terjaga lebih lama meskipun cuaca ekstrem masih melanda Kota Palembang.
Artikel ini ditulis oleh Nadiya peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.
