Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan meningkatkan kewaspadaan terhadap Influenza A (H3N2) subclade K atau super flu menyusul temuan kasus di sejumlah daerah, dengan Gubernur Herman Deru menyatakan masih menunggu laporan lengkap dari Dinas Kesehatan untuk memastikan langkah penanganan yang tepat.
“Saya tentu perlu laporan yang jelas terlebih dahulu. Dulu juga pernah ada beberapa jenis influenza. Untuk yang ini, saya masih menunggu penjelasan lengkap dari Kepala Dinas Kesehatan yang saat ini sedang melakukan koordinasi,” ujar Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru kepada wartawan, Selasa (6/1//2026).
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan Sumatera Selatan telah mengeluarkan surat edaran kewaspadaan dini dan pemantauan Influenza A (H3N2) subclade K atau super flu kepada seluruh kabupaten/kota, termasuk RSUD, puskesmas, dan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).
Surat edaran tersebut diterbitkan menyusul temuan 62 kasus di delapan provinsi di Indonesia, dengan lima kasus di antaranya berada di Sumatera Selatan berdasarkan hasil uji laboratorium whole genome sequencing dari Agustus hingga 25 Desember 2025.
Kepala Bidang P2P Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogatiyah, menyatakan kondisi masih terkendali dan belum terjadi peningkatan kasus hingga akhir Desember 2025. Masyarakat diimbau tetap tenang serta menerapkan pencegahan seperti menjaga kebersihan, memakai masker saat sakit, dan menjaga daya tahan tubuh.
Dinkes Sumsel juga meminta daerah meningkatkan kewaspadaan dini, memantau tren penyakit pernapasan, serta segera melapor jika terjadi peningkatan kasus yang berpotensi kejadian luar biasa.
Apabila terjadi peningkatan kasus yang berpotensi menjadi kejadian luar biasa (KLB), fasilitas kesehatan diminta segera melapor dalam waktu kurang dari 24 jam melalui Surveilans Berbasis Kejadian atau Event Based Surveillance (EBS) di aplikasi SKDR maupun ke Public Health Emergency Operation Centre (PHEOC).
Dinkes Sumsel juga menekankan pentingnya koordinasi lintas program dan lintas sektor, serta peningkatan promosi kesehatan kepada masyarakat melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), kebiasaan cuci tangan, dan upaya pencegahan lainnya.
Artikel ini ditulis oleh Mutiara Helia Praditha peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.







