Setelah harga bahan pokok di Lubuklinggau, Sumatera Selatan melambung tinggi akibat natal dan tahun baru (Nataru), akhirnya harga bahan pokok di paras sudah mulai menurun.
Diketahui untuk harga daging ayam dari Rp 40.000/kg, sekarang menjadi Rp 37.000/kg. Sedangkan untuk harga telur ayam yang melonjak tinggi hingga Rp 70.000/karpet, kini sudah menjadi Rp 56.000/karpet. Sementara untuk harga daging masih Rp 130.000/kg.
Sedangkan untuk harga cabai merah keriting dari Rp 75.000/kg, sekarang menjadi Rp 60.000/kg. Cabai merah besar dari Rp 55.000/kg, saat ini menjadi Rp 35.000/kg. Cabai rawit merah dari Rp 65.000/kg, sekarang menjadi Rp 50.000/kg. Lalu untuk cabai rawit hijau dari Rp 70.000/kg, kini menjadi Rp 60.000/kg.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Lubuklinggau, Medhioline mengatakan meskipun saat ini sudah mendekati bulan puasa, namun harga bahan pokok yang sudah turun tersebut diperkirakan tidak akan naik lagi.
“Untuk stok kebutuhan pasar dalam persiapan bulan puasa itu kita ngambil dari Curup dan Pagar Alam seperti cabai dan sayur-mayur. Meskipun masih musim hujan sehingga ada banyak hama, cuman tidak terlalu mengganggu tanaman cabai dan harganya juga mengalami penurunan. Jadi untuk saat ini tidak ada kendala,” katanya saat ditemui infoSumbagsel, Selasa (20/1/2026).
Medhioline mengatakan saat ini jalur transportasi di wilayah Sumatera Utara sudah mulai bisa dilewati sehingga harga telur ayam pun sudah mulai menurun.
“Sekarang transportasi dari Padang itu sudah bisa jalan jadi harganya sudah tidak terlalu tinggi lagi. Selain itu, masalah telur ayam ini sudah dibagi juga oleh Dinas Pertanian ayam bertelur untuk dikelola sehingga produksi telur ayam di Lubuklinggau meningkat,” ungkapnya.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Untuk cabai, Medhioline mengungkapkan selain stoknya yang sudah stabil, penyebab harganya turun juga dipengaruhi oleh penurunan permintaan dikarenakan sudah banyak warga yang menanam cabai di rumahnya.
“Cabai ini memang karena faktor cuaca, cuman sekarang banyak di rumah-rumah itu menanam cabai. Jadi permintaannya itu menjadi berkurang, tapi faktor utama turunnya harga ini karena stoknya masih banyak jadi harganya stabil lagi,” jelasnya.
Meskipun harga bahan pokok sudah stabil, Medhioline mengimbau kepada para pedagang agar tidak melakukan penimbunan menjelang bulan puasa.
“Memang menjelang puasa stoknya ini cukup, tapi momen besar ini biasanya sering dimanfaatkan oleh pedagang untuk disimpan atau ditimbun dulu untuk menaikkan harga. Kita imbau agar para pedagang jangan melakukan penimbunan, kemudian kita berharap kepada para pedagang besar di Curup agar jangan sampai menaikkan harga menjelang puasa dan lebaran ini,” imbaunya.







