Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menargetkan pengumpulan zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumsel di wilayahnya naik 1.000%. Dari realisasi 2025 sebesar Rp 5,6 miliar, diharapkan bisa naik menjadi Rp 50 miliar lebih pada tahun ini.
“Target kenaikan 1.000 persen saya yakin bisa tercapai. Nanti, akan kita evaluasi lagi di akhir tahun bagaimana realisasinya,” ujar Deru.
Menurut Deru, tugas Baznas harus dilaksanakan dengan berani dan berlandaskan aturan yang jelas. Transparansi menjadi kunci utama, mulai dari jumlah zakat yang dihimpun dari para muzaki hingga pendistribusiannya kepada mustahik.
“Jangan takut selama kita transparan. Baznas ini seperti debt collector untuk akhirat, mengingatkan yang belum bayar zakat,” katanya.
“Berapa yang didapat dari muzaki, berapa yang disalurkan ke mustahik harus jelas. Jadikan ini stimulan agar orang lain ikut berbuat baik,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Sumsel Darami mengatakan perolehan Baznas Sumsel di kisaran Rp 5,6 miliar-Rp 5,8 miliar per tahun. Dia optimis, arahan target dari gubernur sebesar Rp 50 miliar dapat tercapai.
“Itu 1.000%. Kalau tidak tercapai, mungkin kumis saya yang jadi taruhannya,” katanya.
Untuk mencapai target tersebut, pihaknya akan menuntaskan payung hukum berupa peraturan gubernur tentang zakat sebagai dasar operasional Baznas.
Selain itu, Baznas Sumsel akan memperluas unit pengumpul zakat (UPZ) di instansi pemerintah dan masyarakat.
“Selama ini baru ada sekitar 75 UPZ. Ke depan, kami akan memperjuangkan agar jumlahnya bisa mencapai ribuan, termasuk penempatan di SMA dan SMK milik pemprov,” jelasnya.
Kata dia, dana zakat dan infak tersebut akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu, pemberdayaan UMKM, serta bantuan permodalan tanpa bunga bagi masyarakat yang terjerat rentenir.
“Kami berkomitmen satu misi, naik tangga turun tangga bersama seluruh amil agar harapan masyarakat dan harapan Gubernur dapat kami laksanakan,” katanya.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.







