Diabetes melitus (DM) adalah kondisi kronis di mana kadar gula (glukosa) darah tinggi secara terus menerus. Jika tidak dikontrol, penyakit ini sering disebut “silent killer” karena komplikasinya dapat menyerang organ vital. Oleh karena itu salah satu cara penting untuk mengelola DM adalah diet diabetes melitus.
Meski berdampak baik bagi penderita diabetes namun terdapat kendala utama pada diet diabetes melitus yakni kejenuhan pasien dalam mengikuti diet. Padahal kunci utama diet diabetes melitus ini adalah 3J yakni jadwal makan, jumlah makanan, dan jenis makanan.
Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan berbagai sumber lainnya, berikut ini infoSumbagsel sajikan informasi lengkap tentang tujuan, prinsip, serta mitos dan fakta diet diabetes melitus.
Berikut ini beberapa tujuan dari diet diabetes melitus antara lain sebagai:
a. Mengatur dan mengontrol kadar gula darah agar mendekati normal dengan menyeimbangkan asupan makanan, obat penurun glukosa, insulin (jika perlu), dan aktivitas fisik
b. Mencapai dan mempertahankan berat badan normal.
c. Mencegah terjadinya komplikasi akut seperti hipoglikemia.
d. Meningkatkan kualitas hidup.
Terdapat prinsip diet yang perlu dipatuhi bagi para penderita diabetes melitus (DM) yaitu mengatur pola makan secara tepat. Salah satu prinsip yang dianjurkan adalah prinsip 3J, meliputi jadwal makan, jumlah makanan, dan jenis makanan yang dikonsumsi.
Tujuan dari pengaturan jadwal makan yang teratur adalah untuk mengurangi beban kerja tubuh agar tidak berat dalam mencerna atau menyerap zat gizi. Pola makan yang terjadwal juga membantu mengontrol rasa lapar pada waktu yang ditentukan.
Makanan yang disajikan untuk penderita diabetes melitus haruslah diatur porsinya. Jumlah/porsi yang dimakan oleh penderita DM harus dihitung dari jumlah kalori dan kebutuhan protein, lemak, karbohidrat serta zat-zat gizi lainnya yang dibutuhkan tubuh.
Selain itu memperhatikan porsi makan bermanfaat untuk menghindari kecenderungan meningkatnya kadar gula darah karena konsumsi makanan tertentu seringkali memiliki kandungan gula yang tidak terkontrol.
Pemilihan jenis bahan makanan yang tepat bertujuan membiasakan penderita diabetes melitus mengonsumsi makanan yang beragam serta membentuk pola makan yang baik. Semakin beragam jenis makanan yang dikonsumsi, maka semakin baik juga pemenuhan gizi tubuh, karena tidak ada satu jenis makanan yang mampu memenuhi seluruh kebutuhan zat gizi.
Penderita DM dikatakan mempunyai pola konsumsi baik apabila dapat membatasi asupan karbohidrat sederhana, mengurangi makanan tinggi lemak jenuh atau kolesterol, membatasi gula dan garam, serta meningkatkan asupan serat.
Berikut klasifikasi bahan makanan berdasarkan anjuran konsumsi bagi penderita diabetes melitus, yaitu makanan yang dianjurkan, dibatasi, dan dihindari.
Bahan makanan sumber karbohidrat sebaiknya dibatasi seperti: nasi, bubur, roti, mie, kentang, singkong, ubi, sagu, gandum, pasta, jagung, talas, sereal, ketan, dan makaroni.
Dianjurkan: ayam tanpa kulit, ikan, putih telur, dan daging tidak berlemak.
Dibatasi: hewani tinggi lemak jenuh seperti, kornet, sosis, sarden, jeroan, kuning telur.
Dihindari: keju, abon, dendeng, dan susu full cream.
Bahan makanan sumber protein nabati yang dianjurkan seperti: tempe, tahu, kacang hijau, kacang merah, kacang tanah, dan kacang kedelai.
Dianjurkan: sayur tinggi serat seperti: kangkung, daun kacang, timun, tomat, labu air, kembang kol, lobak. sawi, selada, seledri, terong.
Dibatasi: wortel, labu siam, jagung muda, kacang panjang, daun singkong, pare, daun katuk, daun singkong, dan daun ketela.
Dianjurkan: jeruk, apel, pepaya, jambu air, salak, dan belimbing (sesuai kebutuhan)
Dibatasi: nanas, anggur, mangga, sirsak, pisang, alpukat, sawo, dan semangka.
Dihindari: buah-buahan yang manis dan diawetkan seperti, durian, kurma, dan manisan buah.
Dihindari: minuman yang mengandung alkohol, susu kental manis, soft drink, es krim, yoghurt, dan susu.
Dibatasi: makanan yang digoreng dan yang menggunakan santan kental, kecap, dan saus tiram.
Dihindari: gula pasir, gula merah, gula batu, madu, dan makanan/minuman manis seperti cake, kue-kue manis, dodol, sirup selai manis, coklat, permen, tape, mayonaise.
Dilansir dari laman RSUD dr. M. Haulussy Ambon, berikut ini sejumlah tipsnya:
Masih di sumber yang sama, berikut ini sejumlah mitos dan fakta pada diet diabetes melitus:
Mitos: Tidak boleh makan nasi sama sekali.
Fakta: Nasi tetap bisa dikonsumsi namun dalam jumlah terbatas, pilih nasi merah atau karbohidrat kompleks lain.
Mitos: Semua buah dapat dimakan secara aman tanpa batas.
Fakta: Semua buah boleh dimakan tetapi sesuai anjuran dan takaran tiap porsi makan, contohnya apel boleh dimakan hanya 1 buah ukuran 85 gr, pepaya boleh dimakan sebanyak 1 potong sedang ukuran 110 gr, dan sebagainya.
Mitos: Gula merah, madu, atau gula aren lebih aman.
Fakta: Semua jenis gula tetap dapat meningkatkan kadar glukosa darah. Tujuan utamanya adalah membatasi.
Mitos: Makanan manis sama sekali tidak boleh.
Fakta: Boleh sesekali dalam porsi kecil, asal terkendali.
Mitos: Diet hanya dibatasi pada karbohidrat.
Fakta: Diet harus seimbang; karbohidrat, protein, lemak sehat, dan serat.
Mitos: Pasien tidak boleh makan malam
Fakta: Masih boleh dengan porsi kecil, pilih sup sayur atau roti gandum.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Itulah dia informasi seputar diet Diabetes Mellitus. Semoga informasi ini membantu ya.
Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.
Tujuan Diet Diabetes Melitus
Prinsip Diet Diabetes Melitus
Prinsip 3J dalam Diet Diabetes Melitus
1. Jadwal Makan
3. Jenis Makanan
Pengaturan Makanan dalam Diet Diabetes Melitus
1. Sumber Karbohidrat
2. Sumber Protein Hewani
3. Sumber Protein Nabati
4. Sayuran
5. Buah-buahan
6. Minuman
7. Lain-lain
Tips Mengatur Pola Makan Sehat dengan Menu Indeks Glikemik Rendah
Mitos dan Fakta Diet pada Diabetes Melitus
Dilansir dari laman RSUD dr. M. Haulussy Ambon, berikut ini sejumlah tipsnya:
Masih di sumber yang sama, berikut ini sejumlah mitos dan fakta pada diet diabetes melitus:
Mitos: Tidak boleh makan nasi sama sekali.
Fakta: Nasi tetap bisa dikonsumsi namun dalam jumlah terbatas, pilih nasi merah atau karbohidrat kompleks lain.
Mitos: Semua buah dapat dimakan secara aman tanpa batas.
Fakta: Semua buah boleh dimakan tetapi sesuai anjuran dan takaran tiap porsi makan, contohnya apel boleh dimakan hanya 1 buah ukuran 85 gr, pepaya boleh dimakan sebanyak 1 potong sedang ukuran 110 gr, dan sebagainya.
Mitos: Gula merah, madu, atau gula aren lebih aman.
Fakta: Semua jenis gula tetap dapat meningkatkan kadar glukosa darah. Tujuan utamanya adalah membatasi.
Mitos: Makanan manis sama sekali tidak boleh.
Fakta: Boleh sesekali dalam porsi kecil, asal terkendali.
Mitos: Diet hanya dibatasi pada karbohidrat.
Fakta: Diet harus seimbang; karbohidrat, protein, lemak sehat, dan serat.
Mitos: Pasien tidak boleh makan malam
Fakta: Masih boleh dengan porsi kecil, pilih sup sayur atau roti gandum.
Itulah dia informasi seputar diet Diabetes Mellitus. Semoga informasi ini membantu ya.
Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.







