Derita Warga Sungai Sei Semasjid Palembang Kala Sungai Musi Pasang

Posted on

Warga Lorong Sungai Sei Semasjid, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Palembang, mulai diselimuti rasa cemas. Pasalnya, setiap pukul 13.00 WIB, air pasang dari Sungai Musi masuk ke pemukiman dan memicu berbagai ancaman, mulai dari banjir hingga munculnya ular.

Kondisi ini diperparah dengan tersumbatnya anak sungai oleh sampah plastik dan rumput liar. Akibatnya, area bawah kolong rumah warga (buman) yang biasanya kering kini tergenang air secara permanen.

“Tadinya biasanya kering ya, bawah kolong buman. Cuma semenjak kesumbat di anak sungai, tergenang semua. Biasanya bisa bersih-bersih nyapu di bawah kolong, sekarang enggak lagi, air semua,” ujar Ketua RW 08, Mauludin, Rabu (7/1/2026).

Selain masalah genangan, warga mencemaskan dampak keamanan dan kesehatan. Keberadaan sampah plastik yang sulit terurai (non-organik) membuat aliran air tersumbat total. Warga bahkan mengaku mulai melihat kemunculan ular di sekitar pemukiman sejak air pasang sering terjadi.

“Ya ngeri lah, takutnya kalau ada apa-apa, banjir, terus ada ular. Kemarin ada ular di sana, di belakang sana. Selain itu, kalau malam banyak nyamuk karena airnya kesumbat sampah plastik, jadi tidak bisa larut,” ungkapnya.

Menghadapi situasi ini, warga dari RT 26, 27, dan 28 melakukan aksi nyata dengan menggelar gotong royong gabungan setiap minggu. Hasilnya, puluhan karung sampah berhasil diangkat dari aliran anak sungai yang dangkal tersebut.

“Ada sekitar 25 karungan dibawa keluar sampahnya, dibersihkan. RT 26, 27, 28, dan RW-nya turun kemarin. Setiap minggu kita adakan gotong royong,” jelasnya.

Meskipun warga aktif bergotong royong, mereka merasa upaya tersebut belum cukup tanpa adanya bantuan alat berat dari pemerintah kota. Kondisi anak sungai yang mengalami pendangkalan parah serta rimbunnya tanaman liar menjadi kendala utama.

Warga pun menitipkan harapan besar kepada Pj Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, untuk segera turun tangan mengerikan batuan teknis.

“Untuk Pak Ratu Dewa, Pak Wali, tolong dibantu kalau bisa pengerukan itu. Pembersihan anak sungai karena sudah terlalu dangkal dan banyak yang tersumbat rumput. Kalau cuma tenaga warga, kami terbatas. Kami butuh normalisasi supaya air lancar dan tidak banjir lagi,”

Saat ini warga masih terus berjaga-jaga mengingat siklus pasang air Sungai Musi yang masih terus terjadi setiap siang hari.

Artikel ini ditulis oleh Ani Safitri dan Desti Wulandari peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.