Sepanjang tahun 2025, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palembang mencatat telah menangani ratusan peristiwa kebakaran di berbagai wilayah kota. Total kasus yang ditangani mencapai 277 kejadian.
Kepala Bidang Pemadam Damkar Palembang Rika Trisna, mengatakan mayoritas kebakaran yang terjadi menimpa bangunan rumah warga. Dari data yang dihimpun, sebanyak 92 kasus merupakan kebakaran rumah tinggal.
Selain itu, tercatat tiga kasus kebakaran gedung, enam gudang, 23 kendaraan, 13 titik kebakaran lahan, serta 58 kejadian yang berkaitan dengan infrastruktur kelistrikan. Sementara kategori lainnya mencapai 88 kasus.
“Ada 277 insiden kebakaran sepanjang tahun 2025. Jika ditinjau dari faktor penyebab, gangguan kelistrikan masih menjadi pemicu utama terjadinya kebakaran dengan total 166 kejadian. Penyebab lainnya berasal dari kompor dan korek api yang masing-masing tercatat sebanyak 18 kasus, serta faktor lain yang mencapai 72 kejadian,” katanya kepada wartawan, Rabu (7/1/2026).
Rika menjelaskan, Damkar Palembang terus melakukan upaya peningkatan kesiapsiagaan serta mempercepat waktu respons dalam menangani laporan kebakaran. Targetnya, petugas sudah berada di lokasi paling lambat 15 menit setelah laporan diterima.
“Upaya peningkatan respons terus kami lakukan agar dampak kebakaran bisa ditekan dan keselamatan masyarakat lebih terjamin,” ungkapnya.
Dia menambahkan masih terdapat sejumlah kendala, salah satunya sistem call center yang saat ini belum terintegrasi dalam satu pusat layanan. Menurutnya, proses pemusatan call center sedang dipersiapkan guna mendukung kecepatan penanganan di lapangan.
“Dengan berbagai langkah tersebut, kita Damkar Palembang berharap pelayanan penanggulangan kebakaran ke depan dapat semakin optimal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tutupnya.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
