Kita semua pasti pernah merasa sudah tidur selama delapan jam, namun bangun dengan perasaan lemas dan kepala berat? Masalahnya mungkin bukan pada durasi tidur kalian, melainkan pada kualitas udara di dalam kamar.
Di era modern ini, polusi dalam ruangan bisa berasal dari cat dinding, karpet, hingga pembersih kimia yang dapat mengganggu pernapasan saat kita terlelap.
Memasukkan tanaman hias tertentu ke dalam kamar tidur bukan hanya soal mempercantik konten Instagram, tanaman memiliki kemampuan alami untuk menyaring racun, melepaskan oksigen di malam hari, dan memberikan efek aromaterapi yang menurunkan detak jantung.
Berikut infoSumbagsel rangkum, 7 tanaman terbaik untuk kualitas tidur yang lebih baik, didukung oleh penjelasan ilmiah.
Dilansir dari laman resmi Dinas Kesehatan Kota Jambi, beberapa tanaman di bawah ini memiliki banyak khasiat positif bagi tubuh, salah satunya memberikan energi positif dan membuat tubuh seseorang menjadi rileks, berikut penjelasannya:
Mayoritas tanaman melakukan fotosintesis dan melepaskan oksigen di siang hari. Namun, Lidah Mertua adalah pengecualian yang unik. Tanaman ini melakukan Crassulacean Acid Metabolism (CAM), yang berarti ia menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen pada malam hari.
Manfaat utamanya adalah untuk menjaga kadar oksigen di kamar saat Anda tidur, yang membantu mengurangi sakit kepala saat bangun pagi.
Selain itu, keunggulan lain yang dimiliki tanaman ini adalah sangat sulit mati. Ia bisa bertahan dalam kondisi cahaya rendah dan jarang disiram.
Terkenal sebagai penyembuh luka bakar, NASA menobatkan Lidah Buaya sebagai salah satu tanaman pemurni udara terbaik. Tanaman ini efektif menyerap benzena dan formaldehida yang sering ditemukan pada cat dan perabotan kayu.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Jika daunnya muncul bintik coklat dalam jumlah banyak, itu menandakan tingkat polusi di kamar Anda sedang tinggi. Ia berfungsi sebagai “alarm” polusi alami.
Berbeda dengan tanaman lain yang bekerja lewat udara, Lavender bekerja melalui sistem saraf kita. Aroma bunga lavender telah terbukti secara klinis menurunkan tekanan darah dan tingkat stres.
Menghirup aroma lavender sebelum tidur dapat memperpanjang durasi tidur lelap (slow-wave sleep) dan memberikan efek sedatif alami yang lembut.
Jika Anda sering merasa tenggorokan kering atau hidung tersumbat saat bangun, Peace Lily adalah solusinya. Tanaman ini mampu meningkatkan kelembaban udara ruangan hingga 5%.
Peace Lily sangat andal dalam menyaring spora jamur di udara yang sering memicu alergi pernapasan di malam hari. Pastikan tanaman ini jauh dari jangkauan hewan peliharaan karena daunnya beracun jika tertelan.
Bagi penderita asma atau alergi debu, English Ivy adalah pahlawan yang tak terlihat. Penelitian menunjukkan bahwa tanaman merambat ini dapat mengurangi jumlah kotoran udara seperti feses jamur dan debu, hingga 94% dalam waktu hanya 12 jam.
Jasmine memiliki efek menenangkan bagi tubuh manusia, tanaman ini juga dapat mengurangi kadar kecemasan dan memberikan energi positif di seluruh ruangan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya produk pewangi yang menggunakan melati sebagai essence
Tanaman Spider Plant dapat juga membersihkan udara dari paparan bahan kimia yang dapat sebabkan kanker. Tanaman ini juga menyerap bau-bau yang tidak enak, serta membantu memperbaiki kualitas tidur seseorang.
Agar tanaman bisa lebih awet dan tahan lama, diperlukan perawatan yang baik agar fungsinya bisa berjalan dengan baik, berikut langkah-langkahnya:
1. Lap daun secara berkala sebab debu yang menumpuk di daun akan menghambat proses fotosintesis dan penyerapan polutan.
2. Jangan berlebihan menyiram, biasanya kamar tidur memiliki sirkulasi udara lebih lambat; air yang menggenang di pot bisa memicu jamur.
3. Gunakan pot berpori, sebab pot terakota membantu akar bernapas lebih baik dibanding pot plastik.
Selain membuat udara kamar menjadi lebih bersih, fungsi tanaman hias adalah sebagai aksesoris yang menambah kesan hidup di kamar kamu. Semoga informasi ini bermanfaat.
Artikel ini ditulis oleh Rhessya Putri Wulandari Tri Maris Mahasiswa Magang Prima PTKI Kementerian Agama







