Banyak anggapan turun temurun yang menyebutkan bahwa nanas dapat memicu keguguran atau gangguan kesehatan pada janin. Namun, untuk memahami apakah benar nanas dapat membahayakan janin, perlu ditelusuri lagi.
Dikutip dari Hujan Rezeki Budi Daya Nanas oleh Eva Riyanty Lubis, nanas merupakan buah tropis yang kaya akan zat gizi. Namun, adanya senyawa tertentu di dalamnya memang memerlukan perhatian khusus terkait porsi konsumsinya.
Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai kandungan, manfaat, hingga jawaban dari pertanyaan apakah benar nanas dapat membahayakan janin?
Nanas merupakan tanaman buah tropis yang sangat mudah dijumpai di Indonesia. Buah ini memiliki ciri khas rasa asam manis yang menyegarkan serta tekstur daging buah yang berserat.
Nanas sering kali menjadi pilihan utama untuk diolah menjadi jus, campuran rujak, hingga bahan pelengkap masakan karena aromanya yang kuat dan menggugah selera. Selain rasanya yang enak, nanas memiliki kandungan air yang tinggi sehingga baik untuk mencegah dehidrasi.
Di dalam Kesehatan, nanas juga sering digunakan sebagai bahan alami untuk membantu melancarkan pencernaan. Namun, di balik segala kelebihannya, buah ini memiliki zat aktif yang kerap dikhawatirkan oleh para pakar kesehatan jika dikonsumsi secara tidak terukur oleh ibu hamil.
Nanas menyimpan berbagai macam vitamin dan mineral yang sangat lengkap. Kandungan nutrisi ini sebenarnya sangat baik untuk mendukung metabolisme tubuh dan menjaga sistem kekebalan.
Dilansir dari Buku Sayangi Janin Anda! Oleh Siti Nur Khamzah, buah nanas banyak mengandung vitamin A dan C sebagai antioksidan, kalsium, fosfor, magnesium, besi, natrium, kalium, dekstrosa, sukrosa, serta enzyme bromelain.
Kehadiran mineral seperti kalsium dan fosfor sangat penting bagi kesehatan tulang, sementara vitamin C berperan dalam memperbaiki jaringan sel yang rusak.
Senyawa dekstrosa dan sukrosa dalam nanas memberikan asupan energi instan bagi tubuh. Sementara itu, enzim bromelain adalah zat yang paling unik karena hanya ditemukan dalam jumlah besar pada tanaman nanas.
Enzim ini berfungsi memecah protein dalam sistem pencernaan, Namun enzim inilah yang menjadi pusat perhatian utama dalam isu keamanan kehamilan.
Sebelum membahas risikonya, penting untuk mengetahui bahwa nanas memiliki deretan manfaat luar biasa bagi tubuh manusia pada umumnya. Berkat kandungan antioksidannya yang tinggi, nanas mampu menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel jangka panjang.
Beberapa manfaat utama buah nanas antara lain membantu mencegah penuaan dini, menurunkan risiko penyakit kanker, serta menjaga kesehatan mata dari gangguan katarak. Selain itu, serat dalam nanas efektif untuk mengatasi masalah wasir dan membantu menurunkan risiko serangan jantung dengan cara menjaga kelancaran aliran darah.
Penjelasan tambahan: Antioksidan dalam nanas bekerja dengan cara menetralisir racun di dalam tubuh sehingga sistem imun tetap stabil. Selain itu, sifat anti-inflamasi dari enzim bromelain sering dimanfaatkan untuk meredakan pembengkakan dan nyeri sendi.
Manfaat-manfaat ini menjadikan nanas sebagai salah satu buah yang sangat baik dikonsumsi oleh masyarakat secara luas untuk menunjang kebugaran.
Meskipun kaya manfaat, konsumsi nanas pada ibu hamil memiliki catatan khusus. Fokus utamanya terletak pada reaksi zat kimia tertentu terhadap kondisi rahim atau serviks.
Dikutip dari buku Sayangi Janin Anda! karya Siti Nur Khamzah, ibu hamil tidak dianjurkan makan nanas atau minum jus nanas secara berlebihan. Sebab, buah ini mengandung bromelain, yaitu sebuah senyawa yang dapat melemahkan serviks atau leher rahim.
Mengonsumsi nanas dalam jumlah yang berlebihan dikhawatirkan dapat memicu munculnya kontraksi lebih awal dari jadwal persalinan yang seharusnya. Pelembutan leher rahim yang disebabkan oleh bromelain dalam dosis tinggi dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur.
Namun, penting untuk dicatat bahwa dalam satu porsi kecil nanas segar, kadar bromelainnya biasanya tidak cukup untuk langsung menyebabkan keguguran.
Efek berbahaya umumnya terjadi jika nanas dikonsumsi dalam jumlah yang sangat masif dalam waktu singkat. Oleh karena itu, batasan porsi adalah kunci utama keamanan bagi ibu hamil.
Demikianlah penjelasan mengenai pertanyaan apakah benar nanas dapat membahayakan janin? Persoalan ini dapat diatasi dengan memperhatikan porsi dan keamanan saat mengkonsumsi nanas bagi ibu hamil.
Artikel ini dibuat oleh Annisaa Syafriani, mahasiswa magang Prima PTKI Kementerian Agama







