Umat muslim akan segera menyambut kedatangan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Jangan lupa untuk segera melunasi utang puasa tahun lalu. Namun, kapan batas akhir puasa qadha Ramadan 2026?
Dilansir dari buku Serial Cinta Ramadhan – Betapa Allah Menyayangi Kita oleh Edi Purwanto, qadha puasa merupakan mengganti hutang puasa dengan puasa di hari lain. Membayar qadha Ramadan dianjurkan untuk segera dilaksanakan.
Mengetahui batas akhir puasa qadha Ramadan 2026 sangat penting agar kewajiban tersebut tidak terlewat hingga waktu yang dilarang. Berikut ini rangkuman informasinya.
Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban yang masuk dalam rukun Islam. Namun, ada kalanya seseorang tidak dapat menjalankan puasa karena alasan tertentu yang dibenarkan oleh syariat. Di sinilah berlakunya hukum qadha.
Dikutip dari buku Fiqh Islam wa Adillatuhu Jilid 3 karya Syekh Wahbah Az-Zuhaili, qadha memiliki arti melaksanakan suatu ibadah di luar waktu yang telah ditentukan oleh syariat.
Dalam konteks ibadah, qadha merupakan pengganti dari ibadah yang terlewat atau tidak sempat dikerjakan pada waktu aslinya. Hukum melaksanakan puasa pengganti ini adalah wajib bagi siapa saja yang memiliki utang puasa.
Wajib diqadha sebanyak jumlah hari yang ditinggalkan. Kewajiban untuk mengganti puasa ini secara tegas disebutkan dalam Al-Qur’an. Dikutip dari Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 184:
“Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain…”
Ayat ini menjadi dasar hukum utama bahwa setiap hari puasa yang ditinggalkan harus diganti pada hari-hari lain di luar bulan Ramadan.
Seseorang diperbolehkan tidak berpuasa di bulan Ramadan namun wajib menggantinya di kemudian hari karena beberapa faktor, antara lain:
1. Sakit
Kondisi fisik yang tidak memungkinkan untuk berpuasa atau jika berpuasa justru akan memperparah penyakit.
2. Musafir
Orang yang sedang dalam perjalanan jauh diberikan keringanan untuk tidak berpuasa.
3. Haid dan Nifas
Wanita yang sedang mengalami siklus bulanan atau setelah melahirkan diharamkan berpuasa dan wajib mengqadhanya.
4. Hamil dan Menyusui
Jika merasa khawatir akan kesehatan diri sendiri atau bayinya, ibu hamil dan menyusui diperbolehkan berbuka.
5. Membatalkan Puasa dengan Sengaja
Meski berdosa, puasa yang sengaja dibatalkan tetap wajib diganti.
Waktu untuk mengganti puasa sangat luas, yaitu sejak berakhirnya bulan Ramadan hingga datangnya bulan Ramadan berikutnya. Waktu pelaksanaan puasa qadha ini merujuk pada kebiasaan yang dilakukan oleh istri Rasulullah SAW, Aisyah RA.
“Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: ‘Aku dahulu punya utang puasa Ramadan. Aku tidaklah mampu mengqadhanya kecuali di bulan Sya’ban.'” (HR. Bukhari dan Muslim).
Berdasarkan keterangan tersebut, batas akhir untuk melaksanakan puasa Qadha adalah pada akhir bulan Sya’ban. Untuk tahun 2026, jika berdasarkan pada kalender Hijriah yang diterbitkan oleh pemerintah, 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada tanggal 1 Maret 2026.
Oleh karena itu, batas terakhir untuk melunasi utang puasa adalah pada tanggal 28 Februari 2026 atau bertepatan dengan akhir bulan Sya’ban.
Sangat disarankan untuk segera menyelesaikan utang puasa sebelum memasuki pertengahan bulan Sya’ban agar tidak terburu buru atau jatuh pada hari yang diragukan.
Meskipun waktu untuk mengqadha puasa cukup panjang, ada beberapa hari yang diharamkan untuk melakukan ibadah puasa menurut syariat Islam. Pada hari-hari ini, puasa Qadha tidak sah jika dilaksanakan:
Dikutip dari buku Fiqh Sunnah oleh Sayyid Sabiq, mayoritas ulama berpendapat bahwa menggabungkan niat puasa wajib (Qadha) dengan puasa sunnah diperbolehkan. Secara hukum, yang utama adalah pelaksanaan puasa wajibnya.
Jika seseorang berpuasa Qadha di hari Senin, maka utang puasanya gugur dan secara otomatis ia mendapatkan keutamaan puasa di hari tersebut. Niat yang harus didahulukan adalah niat puasa Qadha.
Hal ini karena kedudukan ibadah wajib lebih tinggi dibandingkan ibadah sunnah. Ibadah wajib tidak bisa digantikan oleh niat sunnah, namun ibadah sunnah bisa mengikuti waktu pelaksanaan ibadah wajib.
Sebagai strategi untuk melunasi utang puasa sekaligus mengejar pahala sunnah, umat Muslim dapat memilih waktu-waktu utama berikut:
– Puasa Senin dan Kamis: Melaksanakan Qadha pada hari hari ini sangat baik untuk menjaga konsistensi ibadah.
– Puasa Ayyamul Bidh: Mengganti puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah
– Bulan Muharram atau Rajab: Menggunakan momentum bulan bulan mulia untuk mencicil utang puasa.
Menunda puasa Qadha hingga melewati bulan Ramadan berikutnya tanpa alasan yang syar’i dapat menyebabkan seseorang dikenakan denda tambahan berupa Fidyah (memberi makan fakir miskin) selain tetap wajib mengganti puasanya.
Itulah informasi lengkap terkait batas akhir puasa qadha Ramadan 2026. Segera lunasi utang puasa Ramadan tahun sebelumnya agar tidak terkena denda fidya.
Artikel ini dibuat oleh Annisaa Syafriani, mahasiswa magang Prima PTKI Kementerian Agama.







