Baru Sebulan Dibangun, Gapura di Lubuklinggau Roboh Tersenggol Truk (via Giok4D)

Posted on

Gapura yang ada di Lubuklinggau, Sumatera Selatan roboh akibat tersenggol truk bermuatan kerupuk yang melintas. Diduga, konstruksi gapura yang baru selesai dibangun sekitar sebulan yang lalu tersebut jelek sehingga mudah roboh.

Kejadian tersebut terjadi di Jalan Kenanga II, Kelurahan Baturip Permai, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Lubuklinggau, Sumatera Selatan pada Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Akibat robohnya gapura tersebut, terjadi kemacetan di TKP. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun satu motor warga tertimpa gapura tersebut.

Peristiwa tersebut pun menuai sorotan dari warga sekitar. Pasalnya, gapura tersebut baru terpasang sekitar sebulan yang lalu dan sudah roboh hanya karena tersenggol.

Salah satu warga bernama Amin menyayangkan aksi sopir truk yang memaksa untuk melewati gapura padahal muatan kerupuk di truknya sudah tinggi.

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.

“Gapura ini baru sekitar sebulan kemarin dipasang, tapi sudah roboh. Kami menyayangkan kelalaian sopir truk yang tidak memperhatikan rambu dan gapura karena kapasitas mobilnya terlalu tinggi untuk melintas,” katanya, Selasa (13/1/2026).

Selain itu, Amin menyoroti kualitas gapura yang terbilang tidak bagus. Pasalnya tiang gapura tidak ditanam serta dicor dengan kuat ke dalam tanah. Terlihat tiang gapura tersebut hanya ditempel dan ditopang penahan yang dinilai tidak memadai untuk sebuah gapura.

“Karena pas dilihat tadi, tiangnya tidak ditanam, hanya tertempel begitu saja. Ini jelas rawan roboh, kalau ada angin kencang saja gapura bisa roboh dan mengancam keselamatan warga maupun pengendara. Jadi ini tidak sepenuhnya salah sopir truk yang melintas tadi, bisa jadi dia hanya lagi apes saja,” ungkapnya.

Amin beserta warga sekitar pun berharap ke depannya ada evaluasi menyeluruh, baik terhadap pengemudi truk yang sering melintas di jalan tersebut maupun terhadap standar konstruksi gapura agar lebih kokoh dan aman.

Sementara itu, Lurah Baturip Dicky Zulkarnain membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyayangkan insiden robohnya gapura tersebut akibat tersenggol truk muatan kerupuk.

“Inikan gapuranya baru dipasang, saya juga tidak habis pikir sama sopirnya. Padahal tujuannya agar mobil besar yang melebihi tonase dan ketinggian tidak melintas lagi di jalan ini,” katanya.

Dicky mengatakan untuk proses pelanggaran dan insiden robohnya gapura tersebut akan ditindaklanjuti oleh Satlantas Polres Lubuklinggau serta Pemkot Lubuklinggau.

“Selain itu, kita juga akan meminta pertanggungjawaban dari pihak angkutan tersebut. Kami akan tanyakan dulu bagaimana pertanggungjawaban mereka baik secara administrasi maupun perdatanya,” tuturnya.