Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPTPH) Kabupaten OKI, Sumatera Selatan, mencatat sekitar 4.400 hektare sawah petani terendam banjir dan terancam puso. Bukan itu saja, siswa juga belajar daring.
Plt Kepala DKPTH OKI Alexsander mengatakan lahan sawah yang terendam banjir tersebar di Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya, Air Sugihan, Pampangan, dan Jejawi.
“Sebagian besar sawah di Lempuing dan Lempuing Jaya merupakan padi dengan pola tanam IP 200 yang ditanam pada November-Desember. Sementara di Kecamatan Air Sugihan, tanaman padi sudah memasuki masa panen,” ujarnya.
Dia menyebut, sawah yang terdampak banjir akan dibantu penyaluran benih.
“Untuk sawah yang terdampak, pemerintah akan menyalurkan bantuan benih dari Kementerian Pertanian dengan total luasan sekitar 578 hektare,” katanya.
Sementara Dinas Pendidikan OKI mencatat 18 sekolah terdampak banjir di Lempuing, Lempuing Jaya, Mesuji, dan Air Sugihan akan menerapkan pembelajaran daring. Kebijakan itu dikeluarkan karena sekolah tersebut dijadikan posko evakuasi.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
“Bagi sekolah-sekolah terdampak juga dijadikan posko evakuasi sementera, sehingga para siswa diterapkan pembelajaran secara daring,” ujar Kepala Disdik OKI M Refly.
Sementera Bupati OKI Muchendi mengintruksikan kesiapsiagaan perangkat daerah dalam menghadapi potensi banjir, longsor, dan dampak hidrometeorologi lainnya akibat intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
“Saya minta seluruh OPD melakukan upaya menyeluruh terhadap sarana dan prasarana serta kebutuhan masyarakat yang terdampak. Dirikan posko, siagakan petugas, pastikan semua benar-benar siap digunakan dalam kondisi darurat,” katanya.
Dia juga secara khusus meminta Dinkes OKI agar memastikan layanan kesehatan tetap berjalan optimal dalam kondisi darurat.
“Dinas Kesehatan harus siap penuh, baik dari sisi tenaga medis, ketersediaan obat-obatan, hingga logistik medis. Pelayanan kesehatan harus siaga 24 jam,” tukasnya.







