Bengkulu memiliki beragam kuliner dengan cita rasa yang khas, salah satunya adalah Bagar Hiu. Hidangan tradisional ini terbilang unik dan jarang ditemukan di daerah lain dan kerap menjadi incaran wisatawan karena memiliki cita rasa otentik khas pesisir Bengkulu.
Bagar hiu merupakan olahan khas Bengkulu yang berbahan dasar ikan hiu. Hidangan ini biasanya banyak ditemukan di kawasan pesisir Bengkulu dan dikenal memiliki cita rasa yang kuat dengan perpaduan rempah-rempah khas yang menggugah selera. Ciri khas tersebut menjadikan bagar hiu sebagai salah satu kuliner tradisional yang cukup langka dan bernilai sejarah.
Untuk mengenal lebih dekat dan mengetahui proses pengolahan bagar Hiu, kuliner unik khas Bengkulu yang jarang ditemukan, berikut ulasan infoSumbagsel. Yuk, simak penjelasannya!
Dilansir buku Masakan Bumi Raflesia oleh Ira Diana, bagar hiu merupakan olahan makanan dari ikan hiu. Masyarakat Bengkulu yang tinggal di wilayah pesisir umumnya berprofesi sebagai nelayan.
Dari hasil tangkapan laut inilah, ikan hiu yang dikenal sebagai hewan karnivora yang menakutkan justru diolah dengan rempah-rempah menghasilkan rasa yang kuat dan menantang.
Kuliner khas Bengkulu ini biasanya dapat ditemukan di sejumlah rumah makan dan restoran khususnya di kawasan daerah pesisir Pantai Panjang Bengkulu. Meski dikenal sangat lezat, makanan satu ini tidak selalu mudah ditemukan.
Hal ini disebabkan ikan hiu tidak setiap saat tersedia karena bergantung pada hasil tangkapan nelayan. Juga disebabkan karena adanya regulasi perlindungan terhadap populasi hiu.
Tidak semua jenis ikan hiu dapat diolah menjadi makanan, umumnya, bagar hiu dibuat dari ikan hiu yang berukuran kecil khususnya jenis punai dan tanduk. Seiring dengan berjalannya waktu, kuliner unik ini semakin jarang dijumpai dan biasanya hanya tersedia pada momen-momen tertentu seperti acara adat atau perayaan tertentu.
Menariknya, bagar hiu juga memiliki nilai sejarah. Konon, hidangan ini merupakan salah satu makanan favorit Presiden Republik Indonesia Pertama, Sukarno, saat menjalani masa pengasingan di Bengkulu. Hingga kini, bagar hiu tetap menjadi ikon kuliner khas Bengkulu yang patut dilestarikan dan dicoba oleh para pecinta wisata kuliner.
Bagar hiu tidak hanya dikenal sebagai kuliner khas Bengkulu, tapi juga mengandung nilai budaya dan kearifan lokal yang kuat. Bagi masyarakat Melayu Bengkulu, hidangan ini telah lama menjadi bagian dari tradisi yang melekat dalam kehidupan sosial dan budaya mereka.
Bagar hiu mencerminkan nilai kebersamaan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat. Hal ini terlihat dari cara penyajiannya yang umumnya disantap bersama-sama, terutama dalam momen-momen tertentu yang melibatkan banyak orang.
Selain itu, bagar hiu juga dimaknai sebagai simbol kemakmuran serta bentuk penghormatan kepada tamu dalam berbagai acara adat. Penyajian hidangan ini oleh tuan rumah menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada para tamu yang hadir, sehingga memperkuat kekeluargaan dan adat istiadat setempat.
Pembuatan bagar hiu diawali dengan membersihkan ikan hiu dengan benar-benar bersih, kemudian dipotong menjadi beberapa bagian sesuai selera. Setelah itu, ikan dilumuri dengan perasan jeruk nipis dan diamkan beberapa saat untuk mengurangi bau amis yang cukup kuat pada daging hiu.
Selanjutnya, berbagai rempah seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe laos, ketumbar, kemiri, dan kapulaga dihaluskan. Ikan hiu kemudian dilumuri dengan bumbu halus tersebut dan didiamkan sekitar 30 menit agar bumbunya meresap sempurna ke dalam daging.
Tahap akhir, ikan yang telah dibumbui ditumis bersama bawang merah hingga harum, lalu ditambahkan kelapa sangria serta rempah pelengkap seperti serai, cengkeh, pala, dan kayu manis. Proses memasak ini dilakukan dengan menggunakan api kecil hingga bumbu mengental dan ikan matang, sehingga menghasilkan bagar hiu dengan cita rasa rempah.
Nah itulah penjelasan seputar Bagar Hiu Kuliner Khas Bengkulu, yang sudah infoSumbagsel rangkum. Semoga bermanfaat ya!
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker info.com







