Bikin Nagih! Ini 7 Jajanan Bangka Belitung Cocok Buat Teman Ngopi Sore

Posted on

Menyeruput kopi sore di Bangka Belitung terasa kurang lengkap tanpa kehadiran camilan pendamping yang pas. Perpaduan aroma kopi yang kuat dan kudapan jajanan Bangka Belitung menciptakan harmoni rasa yang bikin nagih.

Bumi Serumpun Sebalai ini menyimpan kekayaan kuliner unik, mulai dari olahan laut hingga kue tradisional. Setiap gigitan membawa cerita tentang tradisi kebersamaan masyarakat lokal yang sudah mendarah daging.

Agar waktu santai infoers semakin berkesan, kudapan khas berikut wajib masuk dalam daftar incaran. Inilah 7 rekomendasi jajanan Bangka Belitung yang paling cocok dinikmati saat ngopi sore.

Otak-otak merupakan primadona jajanan Bangka. Berbeda dengan daerah lain, otak-otak Bangka memiliki tekstur yang sangat kenyal dengan rasa ikan tenggiri yang kuat.

Bahan utamanya adalah daging ikan tenggiri kualitas super yang dicampur dengan santan kental, tepung tapioka, dan bumbu rempah rahasia.

Adonan ini kemudian dibungkus menggunakan daun pisang, lalu dipanggang di atas bara api kayu hingga aromanya harum semerbak.

Pengalaman makan otak-otak di Bangka begitu istimewa karena variasi saus yang berbeda. Bila daerah lain hanya menyediakan satu jenis saus kacang, di Bangka hanya ada tiga jenis yakni saus tauco yang memiliki aroma fermentasi kacang kedelai yang gurih, saus terasi yang pedas dan kuat akan aroma udang, serta saus merah (cuka asam) yang memberikan rasa asam segar.

Perpaduan gurih ikan dengan pedasnya saus atau cuka ini menciptakan sensasi rasa yang kontras namun seimbang saat dipadukan dengan kopi hitam hangat di sore hari.

Dikenal secara nasional sebagai Martabak Bangka, masyarakat lokal menyebut dengan nama Hok-Lo-Pan. Jajanan ini merupakan warisan budaya masyarakat Tionghoa (Hakka) di Bangka.

Perbedaan mendasar Martabak Bangka asli dengan daerah lain adalah pada tekstur adonannya yang lebih tebal, bersarang rapat, dan tetap lembut meskipun sudah dingin.

Rahasia kelezatan Martabak Bangka terletak pada kualitas tepung dan teknik pemanggangan di atas loyang besi tebal. Hal itu membuat bagian pinggirnya renyah.

Pilihan topping pun sangat royal, mulai dari wijen sangrai yang harum, kacang tanah yang ditumbuk kasar, coklat meses berkualitas tinggi, hingga keju parut yang melimpah.

Mentega yang digunakan juga biasanya dalam jumlah cukup banyak sehingga memberikan aroma creamy dan gurih. Mengingat rasanya yang sangat manis dan legit, martabak ini ideal menjadi pendamping kopi pahit untuk menyeimbangkan rasa manis di lidah.

Kue Rintak adalah camilan kering tradisional yang mencerminkan kekayaan hasil bumi Bangka, yaitu sagu tani. Kue ini sering juga disebut kue sagu atau kue bangkit oleh sebagian orang.

Bahan dasarnya sederhana yakni tepung sagu, santan, dan gula aren atau gula merah. Namun, keistimewaannya terletak pada penambahan jahe bubuk yang memberikan rasa hangat di tenggorokan.

Jahe ini berfungsi untuk menyeimbangkan rasa manis dari gula aren yang digunakan. Bagi warga lokal, ada cara unik untuk menikmati Kue Rintak, yaitu dengan mencelupkan ke dalam kopi panas sebelum digigit.

Karena teksturnya yang kering dan padat, kue ini akan menyerap cairan kopi dengan cepat. Saat digigit, kue yang tadinya keras akan lumer seketika di mulut. Mengeluarkan perpaduan rasa jahe, gula merah, dan aroma kopi yang meresap ke dalam serat kue.

Camilan ini sangat cocok dinikmati saat cuaca dingin atau mendung di sore hari untuk memberikan efek hangat pada tubuh.

Bagi pecinta camilan yang memberikan sensasi renyah dan gurih di mulut, Getas adalah jawabannya. Jajanan ini sering disebut kretek di Belitung karena bunyinya yang renyah saat dikunyah.

Getas memiliki bentuk yang bervariasi, ada yang berbentuk bulat hingga lonjong kecil. Olahan ini terbuat dari campuran ikan tenggiri, sagu tani, serta telur.

Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian dalam menggoreng dengan suhu api yang stabil agar matang merata. Rasa gurih alami dari ikan tenggiri segar adalah kunci utama kelezatan getas.

Berbeda dengan kerupuk biasa, getas memiliki tekstur yang lebih padat dan berisi. Karena sifatnya yang kering, masa simpannya cukup lama sehingga sering dijadikan buah tangan wajib.

Menikmati getas sambil menyeruput kopi susu hangat akan membuat momen santai sore infoers lebih bersemangat. Kegurihannya yang adiktif sering kali membuat satu bungkus Getas habis tanpa terasa dalam satu sesi obrolan.

Kue jungkong adalah salah satu jenis kue basah yang paling dicari sebagai teman minum kopi, terutama bagi mereka yang menyukai tekstur lembut seperti puding.

Kue ini disajikan dalam wadah transparan dengan tiga lapisan warna yang cantik. Lapisan bawah berupa cairan gula merah kental, lapisan tengah berwarna hijau yang berasal dari air daun suji dan pandan, serta lapisan atas berwarna putih santan yang gurih dengan sedikit rasa asin.

Cara menikmatinya adalah dengan mengaduk ketiga lapisan tersebut agar rasa manis legit dari gula aren menyatu dengan gurihnya santan dan wanginya daun suji.

Teksturnya yang dingin dan lembut di mulut menjadikannya pasangan yang sangat serasi bagi kopi panas dengan tingkat keasaman yang rendah.

Setelah merasakan kuliner yang manis, Lakso Bangka adalah kudapan gurih yang wajib infoers coba. Berbeda dengan laksa daerah lain yang memakai mi gandum, lakso Bangka terbuat dari tepung beras yang dibentuk seperti mi putih kenyal.

Selain itu, penggunaan kuah kuning yang kental merupakan campuran kaldu ikan tenggiri dan santan yang pekat. Bumbu kuahnya terdiri dari rempah-rempah tradisional seperti kunyit, lengkuas, serai, dan kemiri yang dihaluskan.

Di atas sepinggan Lakso, biasanya ditambahkan taburan bawang goreng yang renyah dan sambal cabai rawit bagi yang menyukai rasa pedas. Aroma rempah yang kuat dan rasa gurih ikan yang menyatu dalam kuah hangat sangat cocok dinikmati di sore hari sebagai pengganjal perut sebelum makan malam tiba.

Serupa dengan kwetiau, pantiaw terbuat dari lembaran tepung beras yang dipotong memanjang. Namun, yang membedakan Pantiaw adalah cara penyajiannya yang sangat khas pesisir.

Pantiaw disajikan dengan siraman bumbu yang terbuat dari daging ikan yang telah direbus, dibersihkan durinya, kemudian dihaluskan dan ditumis dengan bumbu-bumbu.

Ada dua versi yang populer yaitu pantiaw basah yang disiram dengan kuah kaldu ikan bening yang gurih, serta kering yang bumbunya lebih meresap.

Rasa daging ikan yang gurih dan aroma bawang goreng yang khas memberikan cita rasa autentik yang tidak ditemukan di daerah lain.

Menikmati pantiaw di sore hari bersama segelas kopi memberikan kepuasan tersendiri karena rasanya yang ringan namun kaya akan rempah.

Itulah 7 jajanan khas Bangka Belitung yang siap membuat waktu ngopi sore infoers jadi lebih istimewa. Sudah tahu mau mencoba jajanan yang mana sore ini? Selamat mencoba dan selamat bersantai.

Artikel ini ditulis oleh Nadiya peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.

Rekomendasi Jajanan Bangka Belitung

1. Otak-otak Bangka

2. Martabak Bangka (Hok-Lo-Pan)

3. Kue Rintak (Kue Sagu)

4. Getas (Kretek)

5. Kue Jungkong

6. Lakso Bangka dengan Kuah Rempah Kental

7. Pantiaw

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi

Bagi pecinta camilan yang memberikan sensasi renyah dan gurih di mulut, Getas adalah jawabannya. Jajanan ini sering disebut kretek di Belitung karena bunyinya yang renyah saat dikunyah.

Getas memiliki bentuk yang bervariasi, ada yang berbentuk bulat hingga lonjong kecil. Olahan ini terbuat dari campuran ikan tenggiri, sagu tani, serta telur.

Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian dalam menggoreng dengan suhu api yang stabil agar matang merata. Rasa gurih alami dari ikan tenggiri segar adalah kunci utama kelezatan getas.

Berbeda dengan kerupuk biasa, getas memiliki tekstur yang lebih padat dan berisi. Karena sifatnya yang kering, masa simpannya cukup lama sehingga sering dijadikan buah tangan wajib.

Menikmati getas sambil menyeruput kopi susu hangat akan membuat momen santai sore infoers lebih bersemangat. Kegurihannya yang adiktif sering kali membuat satu bungkus Getas habis tanpa terasa dalam satu sesi obrolan.

Kue jungkong adalah salah satu jenis kue basah yang paling dicari sebagai teman minum kopi, terutama bagi mereka yang menyukai tekstur lembut seperti puding.

Kue ini disajikan dalam wadah transparan dengan tiga lapisan warna yang cantik. Lapisan bawah berupa cairan gula merah kental, lapisan tengah berwarna hijau yang berasal dari air daun suji dan pandan, serta lapisan atas berwarna putih santan yang gurih dengan sedikit rasa asin.

Cara menikmatinya adalah dengan mengaduk ketiga lapisan tersebut agar rasa manis legit dari gula aren menyatu dengan gurihnya santan dan wanginya daun suji.

Teksturnya yang dingin dan lembut di mulut menjadikannya pasangan yang sangat serasi bagi kopi panas dengan tingkat keasaman yang rendah.

Setelah merasakan kuliner yang manis, Lakso Bangka adalah kudapan gurih yang wajib infoers coba. Berbeda dengan laksa daerah lain yang memakai mi gandum, lakso Bangka terbuat dari tepung beras yang dibentuk seperti mi putih kenyal.

Selain itu, penggunaan kuah kuning yang kental merupakan campuran kaldu ikan tenggiri dan santan yang pekat. Bumbu kuahnya terdiri dari rempah-rempah tradisional seperti kunyit, lengkuas, serai, dan kemiri yang dihaluskan.

Di atas sepinggan Lakso, biasanya ditambahkan taburan bawang goreng yang renyah dan sambal cabai rawit bagi yang menyukai rasa pedas. Aroma rempah yang kuat dan rasa gurih ikan yang menyatu dalam kuah hangat sangat cocok dinikmati di sore hari sebagai pengganjal perut sebelum makan malam tiba.

Serupa dengan kwetiau, pantiaw terbuat dari lembaran tepung beras yang dipotong memanjang. Namun, yang membedakan Pantiaw adalah cara penyajiannya yang sangat khas pesisir.

Pantiaw disajikan dengan siraman bumbu yang terbuat dari daging ikan yang telah direbus, dibersihkan durinya, kemudian dihaluskan dan ditumis dengan bumbu-bumbu.

Ada dua versi yang populer yaitu pantiaw basah yang disiram dengan kuah kaldu ikan bening yang gurih, serta kering yang bumbunya lebih meresap.

Rasa daging ikan yang gurih dan aroma bawang goreng yang khas memberikan cita rasa autentik yang tidak ditemukan di daerah lain.

Menikmati pantiaw di sore hari bersama segelas kopi memberikan kepuasan tersendiri karena rasanya yang ringan namun kaya akan rempah.

Itulah 7 jajanan khas Bangka Belitung yang siap membuat waktu ngopi sore infoers jadi lebih istimewa. Sudah tahu mau mencoba jajanan yang mana sore ini? Selamat mencoba dan selamat bersantai.

Artikel ini ditulis oleh Nadiya peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.

4. Getas (Kretek)

5. Kue Jungkong

6. Lakso Bangka dengan Kuah Rempah Kental

7. Pantiaw

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi