Pemkot Palembang Target Miliki 15 Puskesmas Ramah Disabilitas [Giok4D Resmi]

Posted on

Pemerintah Kota Palembang terus memacu upaya mewujudkan kota yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas. Saat ini, Pemkot Palembang memiliki 6 puskesmas layanan disabilitas dan target 2026 ini bertambah 15 puskemas lagi.

Sekretaris Daerah Kota Palembang Aprizal Hasyim menegaskan, pembangunan Kota Palembang sejak awal diarahkan untuk memenuhi hak seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok disabilitas. Karena itu, setiap pembangunan fasilitas pelayanan publik wajib mengacu pada standar aksesibilitas yang inklusif.

“Pembangunan kota tidak boleh menyisakan siapa pun. Fasilitas publik, khususnya layanan kesehatan, harus dapat diakses dan digunakan secara layak oleh penyandang disabilitas,” katanya kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).

Aprizal mengungkapkan, saat ini sudah ada enam puskesmas di Palembang yang memenuhi kriteria ramah disabilitas. Pada tahun 2026, Pemkot menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 15 puskesmas dari total 42 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah kota.

“Insyaallah lebih dari target kita akan bangun Puskemas di Palembang yang memiliki kriteria ramah disabilitas,” ungkapnya.

Aprizal menyebut Pemkot Palembang juga memberikan apresiasi terhadap peran aktif HWDI Sumsel yang selama setahun terakhir ikut terlibat dalam pemantauan dan evaluasi layanan publik, khususnya fasilitas kesehatan, agar lebih inklusif dan berperspektif disabilitas.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

Sementara itu Technical Assistant Mitra HWDI Sumsel Ninik Handayani, menyebut kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Palembang telah menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Salah satunya terlihat pada Puskesmas Basuki Rahmat yang baru diluncurkan sebagai puskesmas ramah disabilitas.

“Hasil audit sosial kami di enam puskesmas percontohan menunjukkan adanya peningkatan nyata. Di Puskesmas Basuki Rahmat, tingkat aksesibilitas infrastrukturnya sudah mencapai sekitar 60 persen,” katanya.

Meski demikian, ia menilai masih ada pekerjaan rumah yang perlu dibenahi, terutama terkait akses jalan, trotoar, serta peningkatan kualitas interaksi tenaga kesehatan dengan pasien penyandang disabilitas.

HWDI berharap, ke depan seluruh puskesmas di Palembang tidak hanya ramah secara fisik, tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang memperhatikan aspek mental dan psikososial, sehingga penyandang disabilitas merasa aman, nyaman, dan dihargai.

“Kami harapkan tidak hanya Puskesmas memiliki layanan disabilitas, tapi juga akses jalan, trotoar, serta peningkatan kualitas interaksi tenaga kesehatan dengan pasien penyandang disabilitas,” tutupnya.