Pemerintah Kota Palembang menyiapkan kawasan pedestrian baru di Jalan Kolonel Atmo sebagai ruang publik sekaligus sentra wisata kuliner yang akan diaktifkan setiap malam Minggu. Untuk merealisasikan wacana tersebut, Pemkot Palembang menggandeng Asosiasi Pengusaha Kue dan Kuliner (Aspenku) Sumatera Selatan serta Asosiasi Pengusaha Pempek (Aspek).
Wacana pengembangan kawasan pedestrian ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Palembang, Ratu Dewa. Ia mengatakan, langkah awal sudah dilakukan dengan rapat dan menurunkan Asisten II Pemkot Palembang bersama Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang untuk meninjau langsung lokasi pada Sabtu malam (10/1), bersama ketua Aspenku Sumsel dan Aspek.
Menurut Ratu Dewa, Jalan Kolonel Atmo dipilih sebagai alternatif pengganti kawasan pedestrian Jalan Jenderal Sudirman yang saat ini sudah tidak lagi aktif. Lokasi tersebut dinilai memiliki potensi strategis untuk dikembangkan sebagai ruang publik baru yang lebih tertata dan terkelola.
“Setiap malam Minggu, Jalan Kolonel Atmo akan kita jadikan kawasan pedestrian. Ini menjadi solusi agar masyarakat Palembang tetap memiliki ruang publik yang nyaman, aman, dan terkelola. Saat ini masih dalam proses penataan,” katanya kepada wartawan, Minggu (11/1/2026).
Dewa menjelaskan, konsep pedestrian di Jalan Kolonel Atmo tidak hanya sekadar penutupan jalan dan aktivitas berjualan, tetapi dirancang sebagai pusat interaksi warga, tempat rekreasi keluarga, sekaligus wadah promosi bagi pelaku UMKM lokal, khususnya sektor kuliner.
Ratu Dewa juga menegaskan bahwa Pemkot Palembang telah mendapatkan izin dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk mengelola kawasan Jalan Kolonel Atmo. Dengan adanya izin tersebut, Pemkot memiliki kewenangan penuh untuk melakukan penataan, pengaturan aktivitas, hingga pengawasan kawasan pedestrian tersebut.
“Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sudah memberikan izin agar Jalan Kolonel Atmo dikelola oleh Pemkot Palembang. Ini menjadi dasar bagi kita untuk menata kawasan ini dengan konsep yang jelas dan berkelanjutan,” jelasnya.
Ratu Dewa menekankan pentingnya pengelolaan yang terstruktur agar kawasan pedestrian tidak berubah menjadi area kumpul tanpa aturan. Menurutnya, sejak awal harus ada kejelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab, terutama terkait pedagang kaki lima dan pelaku UMKM mikro yang akan berjualan.
“Harus jelas siapa yang mengelola PKL dan UMKM. Apakah nanti pedagang akan diberikan identitas seperti ID card, bagaimana pengaturan kebersihan dan pengelolaan sampah, hingga penataan parkir. Semua ini harus disiapkan dengan rapi agar kawasan ini tertib dan nyaman,” tegasnya.
Ia berharap, dengan manajemen yang baik, pedestrian Jalan Kolonel Atmo bisa menjadi ikon baru wisata malam di Palembang, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Sementara itu, Ketua Aspenku Sumsel Yus Elisa menyambut baik rencana Pemkot Palembang tersebut. Menurutnya, Jalan Kolonel Atmo memiliki potensi yang cukup besar untuk menggantikan peran pedestrian Sudirman yang kini tidak lagi berfungsi sebagai ruang publik.
“Secara lokasi, Jalan Kolonel Atmo cukup bagus dan layak untuk menjadi pengganti pedestrian Sudirman yang hilang. Kami yakin wisata malam di kawasan ini nantinya bisa mendongkrak minat wisatawan untuk datang ke Palembang,” ujar Yus Elisa.
Ia menambahkan, anggota Aspenku Sumsel siap berpartisipasi aktif mengisi kawasan pedestrian tersebut dengan beragam pilihan kuliner. Mulai dari jajanan tradisional, kue khas daerah, hingga makanan kekinian yang diminati berbagai kalangan.
“Anggota Aspenku Sumsel siap berjualan dan meramaikan pedestrian Kolonel Atmo. Kami ingin menghadirkan variasi makanan yang lengkap sehingga pengunjung memiliki banyak pilihan dan betah berlama-lama,” katanya.
Dengan kolaborasi antara Pemkot Palembang, asosiasi pengusaha kuliner, serta dukungan pemerintah provinsi, pedestrian Jalan Kolonel Atmo diharapkan dapat menjadi ruang publik baru yang hidup, tertib, dan mampu menggerakkan perekonomian lokal, khususnya pada sektor UMKM dan pariwisata Kota Palembang.







