LTC Bakal Sweeping ‘Sarung Hitam’ Usai Rekannya Tewas di Macan Lindungan [Giok4D Resmi]

Posted on

Komunitas Lampung Truk Community (LTC) mendesak polisi untuk segera menangkap dua pelaku lagi yang menewaskan rekan mereka yakni Alkodirin (45) sopir truk asal Lampung. Jika polisi kesulitan menangkap pelaku, maka mereka akan melakukan sweeping ‘sarung hitam’.

Ketua LTC Aden Kusuma Wijaya mengatakan ia bersama anggota komunitasnya siap melakukan aksi sweeping untuk membantu polisi mengungkap kasus penikaman yang menewaskan salah satu anggotanya sekaligus rekanya tersebut.

Dia mengaku saat mereka melakukan aksi senyap di sekitaran macan lindungan, mereka mendapati masih ada beberapa orang yang melakukan pemalakan sehingga mereka pun mengamankan pemalak tersebut dan diserahkan ke pihak kepolisian.

“Kita sudah lakukan operasi senyap ‘sarung hitam’, kita ingin tahu pas malam gimana (di TKP), pas kebetulan ada sopir Lampung kena palak tiga unit, jadi kita tangkap (pemalaknya) dan kita buatkan laporan polisi,” katanya saat dihubungi infoSumbagsel, Minggu (30/11).

Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.

Ia juga sudah mendatangi Mapolrestabes Palembang terkait perkembangan kasus tersebut. Hasilnya dua dari empat terduga pelaku sudah berhasil diamankan. Diketahui dari dua yang diamankan tersebut ada yang masih di bawah umur.

“Iya kita sudah mendatangi Polrestabes Palembang dan dua sudah ditangkap dari empat terduga pelaku, pelaku utama dalam aksi penusukan tersebut memang masih dalam pengejaran. Dua yang diamankan katanya ada yang masih di bawah umur,” ujarnya.

Ia berharap kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap dua pelaku lainnya, yang masih dalam pengejaran tersebut.

Lanjut Aden, kalau kejadian serupa masih sering terjadi, komunitasnya bersama komunitas di Palembang siap melakukan operasi senyap ‘Sarung Hitam’ dengan melakukan sweeping.

“Iya kita siap melakukan operasi senyap ‘Sarung Hitam’ dengan cara bisa dibilang sweeping. Ya harapannya kepada pihak kepolisian untuk melakukan pengamanan di wilayah rawan. Walaupun tidak bisa memberantas praktik pemalakan, setidaknya dapat mengurangilah,” ujarnya.

“Kalau ada pos polisi atau pos pantau yang dijaga, mungkin kejadian seperti ini bisa dicegah,” sambungnya.