Seorang pria yang berprofesi sebagai driver ojek online (ojol) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) tewas dikeroyok massa. Pria yang bernama Rusdamdiansyah alias Dandi (26) itu dikeroyok gegara diduga anggota intelijen saat aksi demonstrasi di depan kampus Universitas Bosowa.
Dilansir infoSulsel, duka menyelimuti rumah duka sosok pemuda yang semasa hidup bekerja sebagai driver ojol itu. Adapun rumah duka yang berlokasi di Lorong 501, Jalan Urip Sumoharjo, terus didatangi pelayat.

“Dandi (nama panggilan Rusdamdiansyah) dimakamkan kemarin (Sabtu) sore. Habis Asar di kuburan Panaikang,” uja sepupu korban, Ahmad kepada wartawan di lokasi.
Ahmad menyebut Dandi tewas diduga dikeroyok massa setelah dikira anggota intelijen di lokasi demo. Dandi sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Center Point of Indonesia (CPI) sebelum mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (30/8) sekitar pukul 10.00 Wita.
“(Di lokasi demo) tiba-tiba katanya ada yang teriak bilang, ‘intel, intel’. Akhirnya korban mungkin yang tidak bisa mi dikendali ini massa, dikeroyok mi,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, jumlah korban tewas imbas demo ricuh di Makassar menjadi empat orang. Tiga korban tewas saat gedung DPRD Makassar dibakar massa, sementara satu korban lainnya meninggal akibat dikeroyok di depan kampus Jalan Urip Sumoharjo Makassar.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Makassar Fadli Tahar membenarkan adanya tambahan korban meninggal. Korban tersebut bernama Rusdamdiansyah, seorang warga Jalan Urip Sumoharjo yang tewas setelah sempat dirawat di RS Kemenkes CPI.
“Yang satu itu (Rusdamdiansyah) tadi ada permintaan ke kantor (BPBD Makassar) untuk membawa jenazah ke pemakaman. Kalau itu korban di luar peristiwa di DPRD Makassar (gedung DPRD dibakar massa),” ujar Fadli.
Fadli menjelaskan Rusdamdiansyah meninggal diduga akibat pengeroyokan saat demo di depan UMI. Namun, dia mengaku belum bisa memastikan kronologi lengkap kejadian tersebut.
“Imbas demo di depan UMI, Urip. Dia dikeroyok. Mungkin ada yang ini dipicu bagaimana sehingga dikeroyok. Saya juga tidak bisa pastikan bagaimana kejadian sebenarnya. Mungkin (sementara) perjalanan, ya, karena dia kabarnya malam,” katanya.