7.176 KK Terdampak Banjir OKI, 4.860 Hektare Sawah Terendam

Posted on

Dampak banjir Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, kian meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI mencatat jumlah warga terdampak kini mencapai 7.176 kepala keluarga (KK), sawah terendam 4.860 hektare, dan 576 KK mengungsi.

Kepala Bidang Penanganam Darurat BPBD Sumsel mengatakan, data warga terdampak itu tersebar di empat kecamatan, yakni Lempuing, Lempuing Jaya, Air Sugihan, dan Mesuji, per 13 Januari 2026.

“Iya, ada 7.176 KK di empat kecamatan yang terdampak banjir dari data yang disampaikan BPBD OKI kemarin (13/1). Paling banyak warga terdampak di Kecamatan Air Sugihan,” ujar Sudirman, Rabu (14/1/2026).

Di Air Sugihan, warga terdampak mencapai 3.520 KK yang tersebar di 16 desa. Terbanyak di Desa Bandar Jaya 554 KK, Mukti Jaya 502 KK, dan Srijaya Baru 424 KK. Dari jumlah itu, 283 KK di antaranya mengungsi. Selain itu, dilaporkan lahan sawah terdampak seluas 1.152 hektare dan jalan sepanjang 11 km.

Kemudian di Lempuing, ada 1.774 KK terdampak banjir yang tersebar di 10 desa. Sekitar 233 KK mengungsi, sawah terdampak 1.540 hektare, kebun 545 hektare, dan jalan 2 km.

Di Lempuing Jaya, ada 1.616 KK terdampak banjir yang tersebar di 8 desa. Lahan sawah terdampak seluas 2.168 hektare, jalan 1 km, dan jembatan 20 meter. Warga yang mengungsi sebanyak 57 KK.

Lalu, di Mesuji sebanyak 266 KK terdampak banjir di 4 desa. Akses jalan yang masih terendam sepanjang 1,8 km. Di wilayah ini banjir berangsur surut di 2 desa lainnya dan warga yang mengungsi tersisa 3 KK.

Terkait luasnya lahan sawah yang terendam, Pemkab OKI telah menyalurkan bantuan benih padi sebanyak 142.700 kg dari Kementerian Pertanian.

Bupati OKI Muchendi mengatakan bantuan benih bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan, sekaligus memulihkan perekonomian petani pascabanjir.

“Kita berharap air cepat surut sehingga petani bisa segera menanam kembali,” ujar Muchendi saat meninjau lokasi terdampak banjir di Kecamatan Lempuing, Selasa (13/1/2025).

Dia juga meminta Dinas Pertanian dan jajaran terkait memberikan pendampingan penuh kepada petani, mulai dari persiapan lahan hingga proses tanam ulang, agar produksi padi tetap terjaga.