Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Dalam ajaran Islam, pintu tobat selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin kembali kepada-Nya. Namun, satu pertanyaan yang sering muncul “Apakah tobat saya sudah diterima oleh Allah SWT?”
Meskipun rahasia diterimanya tobat sepenuhnya berada di tangan Allah. Memahami tanda-tanda ini penting bukan untuk membuat kita merasa sombong, melainkan untuk memberikan motivasi agar kita tetap istiqomah di jalan kebenaran.
Berikut ini tanda-tanda tobat seseorang telah diterima yang jarang orang ketahui. Simak juga penjelasan pentingnya tobat bagi muslim.
Tobat adalah memohon pengampunan Allah SWT atas segala kesalahan dan dosa yang diperbuat, sert tidak mengulangi lagi. Hal terseut disebut juga dengan tobat nasuha atau tobat yang murni.
Menurut Nahdlatul Ulama, apabila seseorang ingin bertobat, ia cukup memenuhi 3 hal, sebagaimana dalam hadits Al-Qusyairi, yang berbunyi:
الندم عَلَى مَا عمل من المخالفات، وترك الزلة فِي الحال، والعزم عَلَى أَن لا يعود إِلَى مثل مَا عمل من المعاصي فَهَذِهِ الأركان لابد منها حَتَّى تصح توبته
Artinya: “Pertama, menyesal atas perbuatan dosa yang telah dilakukan. Kedua, meninggalkan maksiat yang saat itu sedang diperbuat. Ketiga, bertekad untuk tidak mengulang perbuatan maksiat serupa. Inilah rukun-rukun yang mesti dipenuhi hingga tobatnya menjadi sah.”
Hal ini sejalan dengan Kitab Suci umat Islam atau Al-Qur’an yang menganjurkan manusia untuk senantiasa meminta ampunan melalui surah At Tahrim ayat 8, yang berbunyi:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ تُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ يَوْمَ لَا يُخْزِى ٱللَّهُ ٱلنَّبِىَّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَٰنِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَآ أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَٱغْفِرْ لَنَآ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
Artinya: “Hai orang-orang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobatan Nasuha atau tobat yang sebenar-benarnya.”
Selain itu, anjuran ini juga diperkuat dengan sabda Nabi kita Muhammad SAW yang berbunyi:
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
Artinya: “Setiap anak keturunan Adam adalah orang yang berbuat kesalahan dan sebaik-baiknya orang yang berbuat kesalahan adalah orang yang bertobat,” (HR Ibnu Majah).
Berikut adalah beberapa perubahan psikologis dan perilaku yang menjadi indikasi bahwa seorang hamba telah mendapatkan ampunan dan rahmat Allah.
Tanda pertama yang paling nyata adalah adanya rasa sesak di dada saat mengingat kemaksiatan masa lalu. Jika infoers tidak lagi merasa bangga dengan dosa lama, melainkan merasa malu dan sedih, itu adalah sinyal bahwa cahaya iman mulai masuk kembali ke dalam hati.
Seseorang yang tobatnya diterima biasanya akan dijauhkan oleh Allah dari lingkungan yang buruk. Ia akan merasa tidak nyaman berada di tempat maksiat atau bersama teman-teman yang mengajaknya pada keburukan. Sebaliknya, ia akan merasa tenang saat berkumpul dengan orang-orang saleh yang mengingatkannya kepada akhirat.
Dosa seringkali membuat hati menjadi keras. Ketika tobat diterima, kekerasan hati itu luruh. Seseorang akan lebih mudah menangis saat mendengar ayat suci, lebih mudah memaafkan orang lain, dan tidak lagi merasa lebih baik dari orang lain. Ia merasa dirinya adalah hamba yang butuh belas kasih Allah.
Salah satu kaidah dalam Islam adalah “Balasan dari kebaikan adalah kebaikan setelahnya.” Jika setelah bertobat infoers merasa lebih ringan untuk melaksanakan tahajjud, lebih rajin bersedekah, dan menjaga lisan, ini adalah bukti nyata bahwa Allah telah membimbing langkah Anda. Amal saleh yang mengalir setelah kemaksiatan adalah penghapus dosa yang efektif.
Orang yang tobatnya diterima tidak akan merasa aman dari godaan. Ia selalu waspada dan takut jika suatu saat ia terpeleset kembali ke lubang yang sama. Rasa takut ini bukan berarti pesimis, melainkan bentuk kehati-hatian agar tidak lagi menyakiti hubungan cintanya dengan Sang Pencipta.
Bertobat bukan hanya tentang menghapus catatan buruk, tetapi tentang transformasi diri. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 222:
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.“
Ketika Allah mencintai hamba-Nya yang bertobat, Dia tidak hanya mengampuni dosanya, tetapi juga mengganti keburukan-keburukan di masa lalunya menjadi kebaikan. Inilah kemurahan hati Allah yang luar biasa.
Seringkali setan membisikkan keputusasaan kepada manusia dengan berkata, “Dosamu terlalu besar, Allah tidak akan mengampunimu.” Ini adalah tipu daya. Tidak ada dosa yang lebih besar daripada rahmat Allah, selama nafas belum sampai di tenggorokan atau sakaratul maut dan matahari belum terbit dari barat tobat masih akan diterima.
Beberapa hal yang menghalangi tobat antara lain:
Tanda-tanda tobat diterima bukan berarti kita menjadi manusia sempurna tanpa cela. Namun, tanda utamanya adalah perubahan arah hidup. Jika hari ini Anda lebih baik daripada kemarin, lebih takut pada dosa, dan lebih mencintai ketaatan, maka bersyukurlah. Itu adalah tanda-tanda bahwa pintu langit telah terbuka untuk menerima tobat Anda.
Nah, itu saja penjelasan singkat mengenai Tanda-tanda tobat yang diterima. Semoga ibadah dan tobat kita bisa diterima disisi-Nya.
Artikel ini ditulis oleh Rhessya Putri Wulandari Tri Maris Mahasiswa magang Prima PTKI Kementerian Agama.
Apa itu Tobat?
5 Tanda Tobat Diterima oleh Allah SWT
1. Merasakan Penyesalan yang Mendalam
2. Perubahan Lingkungan dan Pergaulan
3. Hati menjadi lembut
4. Semangat untuk berbuat kebaikan
5. Takut melakukan dosa yang sama
Mengapa Tobat Sangat Penting?
Hambatan dalam Bertobat
Berikut adalah beberapa perubahan psikologis dan perilaku yang menjadi indikasi bahwa seorang hamba telah mendapatkan ampunan dan rahmat Allah.
Tanda pertama yang paling nyata adalah adanya rasa sesak di dada saat mengingat kemaksiatan masa lalu. Jika infoers tidak lagi merasa bangga dengan dosa lama, melainkan merasa malu dan sedih, itu adalah sinyal bahwa cahaya iman mulai masuk kembali ke dalam hati.
Seseorang yang tobatnya diterima biasanya akan dijauhkan oleh Allah dari lingkungan yang buruk. Ia akan merasa tidak nyaman berada di tempat maksiat atau bersama teman-teman yang mengajaknya pada keburukan. Sebaliknya, ia akan merasa tenang saat berkumpul dengan orang-orang saleh yang mengingatkannya kepada akhirat.
Dosa seringkali membuat hati menjadi keras. Ketika tobat diterima, kekerasan hati itu luruh. Seseorang akan lebih mudah menangis saat mendengar ayat suci, lebih mudah memaafkan orang lain, dan tidak lagi merasa lebih baik dari orang lain. Ia merasa dirinya adalah hamba yang butuh belas kasih Allah.
Salah satu kaidah dalam Islam adalah “Balasan dari kebaikan adalah kebaikan setelahnya.” Jika setelah bertobat infoers merasa lebih ringan untuk melaksanakan tahajjud, lebih rajin bersedekah, dan menjaga lisan, ini adalah bukti nyata bahwa Allah telah membimbing langkah Anda. Amal saleh yang mengalir setelah kemaksiatan adalah penghapus dosa yang efektif.
Orang yang tobatnya diterima tidak akan merasa aman dari godaan. Ia selalu waspada dan takut jika suatu saat ia terpeleset kembali ke lubang yang sama. Rasa takut ini bukan berarti pesimis, melainkan bentuk kehati-hatian agar tidak lagi menyakiti hubungan cintanya dengan Sang Pencipta.
5 Tanda Tobat Diterima oleh Allah SWT
1. Merasakan Penyesalan yang Mendalam
2. Perubahan Lingkungan dan Pergaulan
3. Hati menjadi lembut
4. Semangat untuk berbuat kebaikan
5. Takut melakukan dosa yang sama
Bertobat bukan hanya tentang menghapus catatan buruk, tetapi tentang transformasi diri. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 222:
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.“
Ketika Allah mencintai hamba-Nya yang bertobat, Dia tidak hanya mengampuni dosanya, tetapi juga mengganti keburukan-keburukan di masa lalunya menjadi kebaikan. Inilah kemurahan hati Allah yang luar biasa.
Seringkali setan membisikkan keputusasaan kepada manusia dengan berkata, “Dosamu terlalu besar, Allah tidak akan mengampunimu.” Ini adalah tipu daya. Tidak ada dosa yang lebih besar daripada rahmat Allah, selama nafas belum sampai di tenggorokan atau sakaratul maut dan matahari belum terbit dari barat tobat masih akan diterima.
Beberapa hal yang menghalangi tobat antara lain:
Tanda-tanda tobat diterima bukan berarti kita menjadi manusia sempurna tanpa cela. Namun, tanda utamanya adalah perubahan arah hidup. Jika hari ini Anda lebih baik daripada kemarin, lebih takut pada dosa, dan lebih mencintai ketaatan, maka bersyukurlah. Itu adalah tanda-tanda bahwa pintu langit telah terbuka untuk menerima tobat Anda.
Nah, itu saja penjelasan singkat mengenai Tanda-tanda tobat yang diterima. Semoga ibadah dan tobat kita bisa diterima disisi-Nya.
Artikel ini ditulis oleh Rhessya Putri Wulandari Tri Maris Mahasiswa magang Prima PTKI Kementerian Agama.
